Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA didampingi Plt Kadis Pendidikan R Barmen Manurung, Kabid Dikdasmen Simon Tarigan, Kasi SD Rado Damanik menerima audiensi Suster Cecilia dan Cyntia Nainggolan yang merupakan Atlit Ritmik yang akan berangkat bertanding ke Jerman Juni mendatang.
Audiensi tersebut disambut baik oleh Wali Kota dr Susanti di rumah dinas Wali Kota jln Kapten M.H Sitorus, Selasa (02/05/2023).
Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA mengucapkan terima kasih kepada yayasan Santalusia yang bergerak di bidang pendidikan Sekolah Luar Biasa (SLB) C Santa Lusia, dengan ketulusan hati selalu merawat dan mendidik anak-anak yang memiliki kekurangan.
“Kami melalui dinas pendidikan akan membantu dan memberikan dukungan kepada anak-anak yang menjadi utusan berangkat ke Jerman dalam mengikuti Pertandingan Internasional senam ritmik. Keberangkatan Atlit senam ritmik Cyntia Nainggolan, Pendamping pelatih bapak mardi panjaitan melalui dinas pendidikan akan semaksimal mungkin mendukung dan membantu,” ucapnya.
Keberangkatan Cyntia dipastikan pada tanggal 7 ke Semarang untuk latihan intensif kemudian di awal Juni akan berangkat ke Negara Jerman.
Sebelumnya, Cyntia Rismauli Nainggolan warga Siantar, Sumatera Utara (Sumut) berhasil menoreh prestasi yang membanggakan. Setelah melalui seleksi yang panjang, Cyntia penyandang Tuna Grahita ini akan bertanding di Olimpiade musim panas Summer Olympic World Games (SWOG) pada Juni 2023 mendatang di Berlin, Jerman.
Hal ini terungkap pada saat Ketua Umum Special Olympics Indonesia (SOIna) Warsito Elwein melakukan monitoring atlet senam ritmik di Medan pada Jumat (31/3) yang digelar di UPT SLB E Negeri Pembina Medan Jalan Guru Sinumba Medan Helvetia.
Seleksi Cyntia bisa bertanding dengan cabang olahraga senam Ritmik ke Jerman mewakili Indonesia ini cukup panjang. Sebelum ke event ini ada seleksi di Pekan Special Olympic Nasional (Pesonas), Disana ada satu tim khusus untuk melihat siapa yang terbaik untuk diajak ke fase selanjutnya. Belum tentu yang dapat emas berangkat, karena penilaian bukan pada sekedar prestasi tetapi ada faktor lain seperti kebersamaan dan memberi ruang.
Keberangkatan Cyntia ini juga menunjukkan bahwa anak disabilitas juga memiliki potensi besar, sehingga ia menghimbau agar orang tua atau masyarakat yang memiliki anak-anak disabilitas jangan malu.
"Melalui prestasi ini kita buka ruang bahwa mereka bukan cacat tapi memiliki hak yang sama. Banyak sekali masyarakat yang kurang kesadarannya dalam memberikan pendidikan kepada anaknya yang berkebutuhan khusus," tuturnya.