Pemerintah Kota (Pemko) Binjai terus melaksanakan Vaksinasi untuk masyarakat, baik dosis l maupun untuk dosis ll.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto Sp.Og, saat ini untuk dosis l capaian vaksinasinya sudah mencapai 75,67 persen. Sedangkan untuk dosis ll yaitu 61,16 persen.
"Saat ini kita terus melaksanakan vaksinasi, namun waktunya disesuaikan," ungkap dr Sugianto, didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Indra Tarigan, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (30/12) sore.
Disinggung mengapa selisih persentasi antara dosis l dengan dosis ll yang mencapai hingga belasan persen, dr Sugianto menjelaskan jika hal itu dikarenakan ada jangka hari untuk melaksanakan vaksinasi tersebut.
"Ada waktu untuk melakukan vaksinasi pertama ke vaksinasi yang kedua, jaraknya ada yang 29 hari, bahkan ada yang 3 bulan. Artinya belum jatuh tempo untuk kembali melaksanakan vaksin dosis kedua," bebernya.
Pun begitu, lanjut dr Sugianto, persentase itu sudah mencapai standard Nasional.
"Sebab kalau 70 persen itu sudah melebihi standard nasional untuk dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua standard nasional yaitu 58 persen. Artinya kita dlsudah mencapai target nasional diakhir tahun ini," urainya.
Sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, dr Sugianto juga menegaskan bahwa saat ini Kota Binjai sudah Zona hijau dalam penyebaran Pandemi Covid-19.
"Sudah 2 kali 5 Minggu zona hijau, bahkan Nol kasus sampai hari ini (kemarin-red)," ucapnya.
Dr Sugianto juga berharap agar varian baru Omicron tidak sampai ke Sumatera Utara, khususnya Kota Binjai.
Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada masyarajat, guna menghindari pencegahan varian baru omicron, harus menjaga prokes dan 5M, hindari keluar rumah kalau tidak perlu, dan hindari kerumunan. Sebab memurutnya, varian baru itu lima kali lebih bahaya dari varian delta.
"Omicron secara nasional masih 46 kasus dan didominasi di Jakarta," demikian kata dr Sugianto, seraya berharap semoga Omicron tidak sampai ke Kota Binjai.