BIN Gencarkan Vaksinasi Booster untuk Lansia dan Anak-anak di 12 Provinsi
Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Adimsi
Sabtu, 22 Jan 2022 20:22
Foto: Dok. BIN
Pelaksanaan vaksinasi corona pada anak yang diselenggarakan BIN. Foto: Dok. BIN
Badan Intelijen Negara (BIN) terus menggencarkan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster untuk kelompok lanjut usia (lansia). Vaksinasi oleh BIN ini diselenggarakan secara serentak di 12 provinsi.
Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan program percepatan vaksinasi pemerintah.
Terlebih, dengan masuknya virus corona varian Omicron ke RI yang membuat laju penularan semakin cepat.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, BIN melaksanakan vaksinasi dengan cara jemput bola atau door to door. Kami juga menggencarkan vaksin booster, apalagi varian Omicron sudah terkonfirmasi masuk," ujar Budi Gunawan, Sabtu (22/1).
Ke-12 Provinsi yang menggelar vaksinasi dari BIN adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lalu Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo, dan DIY.
Tak hanya itu, Kepala BIN Daerah (Kabinda) Bengkulu, Pambudi Cahya Widodo, menyebut varian baru COVID-19 akan terus bermunculan dalam waktu yang tak bisa diprediksi.
Dia pun berpesan kepada masyarakat Bengkulu agar senantiasa mengetatkan protokol kesehatan.
"BIN juga mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut vaksinasi, serta senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari COVID-19. Hari ini (vaksin booster) masih untuk lansia. Karena mereka kan kelompok yang rentan ya, jadi kita dahulukan," ucap Pambudi.
Antusiasme Vaksinasi Anak Tinggi
Sementara di Gorontalo, BIN juga menggelar vaksinasi corona kepada anak-anak dengan vaksin Sinovac sehingga diharapkan mendapat imunitas maksimal. Sebab, pembelajaran tatap muka (PTM) sudah dimulai.
Kepala Binda Gorontalo, Suryono, mengatakan kegiatan vaksinasi ini mendapat dukungan dari seluruh masyarakat. Dia menyebut anak-anak juga tampak sangat antusias ketika divaksin.
"Tingginya animo anak-anak untuk divaksin bukti bahwa orang tua siswa mendukung terwujudnya herd immunity bagi anak usia 6 sampai dengan 11 tahun," kata Suryono.