Organisasi masyarakat (Ormas) GRIB Jaya Sumut membantah kalau anggotanya terlibat bentrokan dengan salah satu ormas di Kabupaten Langkat.
Hal ini dikatakan Ketua Harian GRIB Jaya Sumatera Utara (Sumut) Dejon Badawi, usai banyaknya beredar berita simpang siur terkait peristiwa yang terjadi jika GRIB bentrok dengan ormas di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Selesai pada Senin (14/7) dinihari lalu.
Dijelaskan Dejon, peristiwa yang terjadi tidak ada bentrok dengan ormas yang ada di Langkat.
"Kalau yang namanya bentrok, pasti ada berhadapan antar OKP. Ini-kan tidak ada, pada video yang beredar jelas bahwasanya salah satu ormas yang dipimpin inisial B," kata Dejon, Sabtu (19/7).
Dejon juga menyebutkan, terkait mobil Pajero Sport Hitam yang mengalami kerusakan akibat dirusak dalam aksi penyerangan tersebut merupakan milik Ebi, suami dari Kades Lau Mulgap.
"Setelah kita konfirmasi, mobil tersebut untuk mengantar-jemput anak sekolah. Itu yang dalam video katanya untuk menjemput anak sekolah dari rumah Ebi," jelasnya.
Dia menjelaskan bahwa Ebi adalah adik kandung dari Rango yang merupakan Ketua Satgas DPC GRIB Jaya Langkat.
"Kalau-lah mau mencari si Rango, kenapa harus menyerang mobil milik Ebi hingga masuk ke pekarangan rumahnya," tegasnya
Dalam video itu, sambung Dejon, jelas merupakan tontonan publik yang tercela. Sebab ada anak Sekolah Dasar yang menyaksikan kejadian tersebut.
"Aksi premanisme menjadi tontonan publik. Jika memang ada masalah dengan Rango, ya dicari aja (Rango). Bukan menyerang secara brutal seperti itu. Rumahnya ini kan beda lokasi. Negara kita ini negara hukum. Jika ada perbuatan melanggar hukum, serahkan saja kepada pihak Kepolisian," ujarnya.
Pun begitu, Dejon mengatakan jika memang benar ada bagian dari anggota GRIB melakukan perbuatan melanggar hukum, agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sebagai Ketua Harian GRIB Jaya Sumut, Dejon meminta aparat penegak hukum untuk secepatnya memproses kasus penyerangan bersama sama yang melibatkan rusaknya Mobil Pajero Sport dan 1 orang korban luka-luka.