Tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Wilayah V Bahorok, bersama BBKSDASU, Koramil Bahorok, Kepala Desa Bahorok, Kepala Dusun, Mitra WCS, YSHL, KMPA Batu Katak, Voulenteer SUMECO dan LSC, mendatangi Enclave Sapo Padang yang berada di Kecamatan Bahorok, Senin (10/1).
Kehadiran tim gabungan tersebut karena sebelumnya tersiar kabar tentang adanya kehadiran satwa Gajah di Enclave Sapo Padang, Kecamatan Bahorok.
Terkait adanya kehadiran satwa Gajah tersebut dibenarkan oleh Kasi TNGL Wilayah V Bahorok, Palber Turnip SP MH.
Menurutnya, tim gabungan turun ke lokasi yang dimaksud setelah pihaknya mendapat kabar tentang kehadiran satwa gajah di Enclave Sapo Padang.
"Benar, hari ini kami bersama tim gabungan yang terdiri dari BBTNGL, BBKSDASU, Koramil Bahorok, Kepala Desa Bahorok, Kepala Dusun, Mitra WCS, YSHL, KMPA Batu Katak, Voulenteer SUMECO dan LSC, pada hari ini mendatangi lokasi yang dikabarkan adanya kehadiran satwa Gajah," ungkap Palber Turnip, Senin (10/1) malam.
Dengan kekuatan 18 orang, lanjut Palber, tim gabungan yang menuju lokasi juga membawa peralatan seperti senjata api, mercon dan jenduman.
"Adapun misi utama kami adalah memeriksa kebenaran informasi tersebut sekaligus melakukan penghalauan," urai Palber Turnip.
Informasi dari masyarakat itupun akhirnya terbukti. Sebab menurut Palber Turnip, setibanya tim gabungan di TKP, mereka menemukan adanya jejak dan bekas kegiatan Gajah yang diyakini terdiri dari 2 ekor.
"Kami prediksi ada 2 ekor Gajah yang terdiri dari satu induk betina dan anak. Sebab dari pemeriksaan di TKP, ditemukan adanya jejak, bekas makan, kotoran Gajah yang sebagian ada yang sudah berumur sekitar 2 sampai 3 Minggu," bebernya.
Tidak hanya itu, lanjut Kasi TNGL Wilayah V Bahorok ini, setelah melakukan pengecekan dilokasi, pihaknya juga menemukan adanya jejak, bekas makan, kotoran Gajah yang ditaksir baru sekitar 1 minggu.
"Yang terbaru sekitar seminggu yang lalu. Dari kondisi tersebut, kami yakini bahwa kedua ekor Gajah tersebut sudah berada di TKP pada radius 5 KM beberapa minggu ini," tegas Palber Turnip.
Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan, tim gabungan pun akhirnya melakukan beberapa antisipasi, diantaranya melakukan peledakan mercon, jenduman dan senjata api di lokasi jejak terbaru itu.
"Di lokasi jejak terbaru Gajah yang bisa kami jangkau hari ini, kami melakukan beberapa langkah langkah diantaranya melakukan peledakan mercon, jenduman dan senjata api. Kami juga menyerahkan mercon dan jenduman kepada warga melalui Kepala Dusun setempat untuk menghalau satwa tersebut," beber Palber Turnip SP MH.
Karena jejak Gajah yang terbaru ditemukan sekitar seminggu yang lalu, lanjut Palber Turnip, maka pihaknya meyakini jika Gajah tersebut sudah jauh dari sapo Padang, sehingga warga sudah bisa bekerja seperti semula di lokasi yang dimaksud.
"Begitupun kami akan mencari cara bagaimana agar hal yang sama tidak terjadi kembali," demikian kata Palber Turnip di akhir ucapannya.