Sabtu, 23 Mei 2026
Sadis.. Mayat Dua Wartawan Labuhanbatu Ditemukan Dengan Kondisi Tubuh Luka Bacokan
Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi Kamis, 31 Okt 2019 13:51
Petugas kesehatan Puskesmas Sei Berombang saat mengevakuasi jasad korban.
Junaidi

Petugas kesehatan Puskesmas Sei Berombang saat mengevakuasi jasad korban.

Mayat Maratua P. Siregar (Sanjai) ditemukan di semak-semak dengan kondisi luka bacokan beserta sepeda motor yang dipinjam dari Burhan Nasution rekan korban, penemuan korban sekitar 200 meter dari penemuan mayat Raden Sianipar yang sebelumnya ditemukan tidak bernyawa di parit belakang kontener PT SAB/KSU Amalia, di dusun Wonosari kecamatan Panai Hilir kabupaten Labuhanbatu provinsi Sumatera Utara.

Demikian dikatakan Kapolsek Panai Hilir AKP Budiarto saat dikonfirmasi awak media melalui selulernya Kamis (31/10/19) sekira pukul 12.14 Wib.
Dijelaskan Kapolsek, "Penemuan mayat Maratua P. Siregar sekira pukul 10.00 wib pagi, di tubuh korban ditemukan tanda- tanda kekerasan berupa luka bacokan di kepala, di punggung dan paha sebelah kanan, dan mayat Maratua P. Siregar sudah dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sei Berombang."

Informasi yang dihimpun dari beberapa sumber, diketahui kedua korban yang diduga dibunuh orang tidak dikenal kesehariannya berprofesi sebagai wartawan terbit mingguan dan kritis menyoroti permasalahan sengketa areal milik perkebunan PT SAB/KSU AMELIA yang saat ini sudah dieksekusi Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara.

Disebutkan, Sanjay Siregar pernah memimpin puluhan masyarakat Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Kabupaten Labuhanbatu, beberapa tahun yang lalu, tepatnya, Kamis 13 Februari 2014.

Mereka menuntut agar diperbolehkan masuk ke areal lahan garapan yang selama ini dikuasai oleh PT SAB/KSU Amelia sejak tahun 2005 lalu. Mereka meyakini lahan seluas 760 hektar tersebut merupakan tanah hak milik masyarakat desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir.

"Iya, korban Sanjay Siregar memang giat menyoroti dan mengkritisi soal lahan itu," ungkap Ketua LSM Lembaga Pemantau Independen Asset Negara (LIPAN), Syamsul Sitepu, Kamis (31/10/2019).

produk kecantikan untuk pria wanita
Syamsul yang juga rekan korban mengakui jika di areal PT SAB/KSU Amelia tersebut sering terjadi keributan mengarah kekerasan antara warga yang mengklaim areal milik mereka dengan orang tidak dikenal yang menjaga areal tersebut.

busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later