Rumah pribadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Tebingtinggi, Muhammad Fahri diteror Orang Tidak Dikenal (OTK), Senin (18/7/2022) di Jalan Meranti Kelurahan Bagelen Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi. Terlihat kaca depan ruang tamu korban tampak pecah diduga dilempar Bom Molotov.
Muhammad Fahri saat dikonfirmasi wartawan di rumahnya menjelaskan, "Awalnya saya setelah selesai melaksanakan sholat Subuh, sekitar jam 05.30 Wib, saya membuka kain gorden jendela di rumah ini. Biasanya ada asisten rumahtangga yang bertugas membuka gorden kain jendela, karena lagi cuti saya yang membukanya."
"Ketika sampai di bagian depan ruang tamu saya melihat ada pecahan kaca yang berserakan di lantai. Saya heran ini kaca apa, pas saya buka kain gorden jendela ruang tamu ternyata jendala kaca depan sudah pecah seperti bekas dilempar," jelasnya.
Lanjut Fahri, "Saya perhatikan kembali pecahan kaca yang di lantai, ternyata ada pecahan kaca yang bewarna putih, sementara kaca jendela saya warna hitam. Lalu saya periksa keluar dan tidak menemukan batu atau penyebab pecahnya kaca jendela. Saya periksa lagi ke dalam ruangan tamu, dan di sekitar pecahan kaca yang berserakan di lantai ada kain berbentuk sumbu dan tutup botol minuman fruitea."
"Berarti botol frutea yang dilemparkan ke jendela kaca saya, karena ada juga aroma seperti minyak tanah, anggapan saya sementara rumah ini mau dibakar. Pengerusakan itu pakai bom molotov, dan ini sifatnya teror terhadap saya dan keluarga," ujar Fahri.
Kejadian ini kata Fahri sudah ia laporkan ke pihak kepolisian, dan pihak Polres Tebingtinggi dan Polsek Padang Hilir sudah datang untuk memeriksa kejadian ini.
"Harapan saya, ini harus diungkap sejelas-jelasnya. Saya ingin proses hukum dapat berjalan dengan seadil-adilnya. Insyaallah sampai saat ini kami masih kuat menghadapi kejadian ini. Trauma ya pasti ada, apalagi baru pertama kali mengalami seperti ini, karena di rumah ini kan ada ibu saya dan keluarga. Seandainya rumah ini terbakar bagaimana, kejadian ini luar biasa menurut saya. Tidak bisa ditoleril lagi dan ini bukan bercanda," tegas Muhammad Fahri.
Terpisah, Kasi Humas Polres Tebingtinggi AKP Agus Arianto saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, membenarkan adanya kejadian tersebut. "Kejadian itu benar ada, dan saat ini pihak korban sudah mengadukan permasalahan tersebut ke Polres Tebingtinggi," ujarnya.
"Untuk laporan yang dimaksud, pihak Polres Tebingtinggi sudah melakukan olah TKP, dan saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, dan melakukan penyelidikan untuk dapat mengungkap kasus ini," singkat Kasi Humas AKP Agus Arianto.