Jumat, 23 Okt 2020 00:29
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Polsek Medan Timur amankan Bom Molotov dari 2 anak yang akan menuju lokasi unjuk rasa Tolak UU Cipta Kerja

Polsek Medan Timur amankan Bom Molotov dari 2 anak yang akan menuju lokasi unjuk rasa Tolak UU Cipta Kerja

Medan (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Sabtu, 10 Okt 2020 12:40
Istimewa
Tersangka saat diamankan di kantor Polisi
Saat Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law), Tekab Polsek Medan Timur dapati dua anak- anak bawa Bom Molotov.

Kepolisian Sektor Medan Timur, Polrestabes Medan, Polda Sumatera Utara pada hari Jumat 9 Oktober 2020 Sekira Pukul 14.00 wib telah mengamankan dua orang anak laki laki. Dimana saat digeledah dari kedua anak tesebut didapati membawa bom molotov yang diduga akan digunakan pada saat mengikuti aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) di Kota Medan.

Kapolsek Medan Timur Komisaris Polisi (Kompol) Muhammad Arifin, SH melalui Kanit Reskrim Polsek Medan Timur Iptu Alp Tambunan, SH menjelaskan bahwa pada saat personil Polsek Medan Timur sedang melakukan pengamanan terhadap aksi unjuk rasa yang menolak UU Cipta Kerja (Omnibus Law) di Jalan Jawa (Depan Centre Point), pihaknya melihat ratusan anak- anak sedang berjalan menuju ke lokasi aksi demo di lapangan Merdeka.


"Kami berusaha menghalau perjalanan mereka agar tidak menuju ke lokasi yang sedang ricuh. Saya bersama Panit 1 Iptu Rawi Chander dan Panit 2 Ipda Andre bersama dengan Tim Opsnal Reskrim yang saat itu berada di lokasi langsung mengahalu dan mengamankan 102 anak- anak pelajar yang mau ikut aksi unjuk rasa", katanya Sabtu (10/10/2020).

"Setelah kami berhasil mengamankan 102 anak pelajar tersebut selanjutnya kami pun melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan masing masing masing anak anak tersebut, dan dari seorang anak insial MA (17) kami menemukan 2 botol sirup merek kurnia berisi minyak tanah lengkap dengam sumbu atau yang sering disebut dengan Bom Molotov dan sebuah Pilok dari Insial KK (17)", jelasnya lagi.

Mantan Kanit Polsek Medan Area, Iptu Alp Tambunan ini juga menjelaskan bahwa dari interogasi terhadap kedua anak tersebut diperoleh sejumlah informasi berharga. 

"Mereka menjelaskan bahwa MA bertemu dengan temannya yang bernama Rian di sebuah lokasi, dan Rian pun menitipkan 2 buah bom molotov tersebut di dalam tas yang dibawa MA untuk dibawa ke lapangan Merdeka dan nantinya akan digunakan untuk dilemparkan ke arah Polisi yang mengamankan aksi", ungkapnya.

"Saat ini kedua tersangka bersama barang bukti sudah kami amankan di Mapolsek Medan Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pelaku dapat dijerat dengan pasal Percobaan Pembakaran Pasal 187 Jo 53 Kuhpidana", pungkas Kanit Reskrim Polsek Medan Timur tersebut.
Editor: Budi

T#g:bomOmnibus Lawmolotov
Berita Terkait
  • Kamis, 15 Okt 2020 23:15

    Gubsu: Menyampaikan Pendapat Sah, Tetapi Jangan Merusak

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin pertemuan bersama sejumlah kalangan di antaranya dari para akademisi, organisasi kemasyarakatan, organisasi buruh, serta media massa guna menyampaikan rencana kaj

  • Kamis, 15 Okt 2020 20:15

    Bupati Dairi Ikuti Rakor Penjelasan dan Penyiapan Peraturan Pelaksanaan UU Cipta Kerja

    Bupati Dairi, Dr. Eddy Kelleng Ate Berutu bersama dengan Dandim 0206/Dairi, Letkol Arm Adietya Y Nurtono, Kapolres Dairi, AKBP Ferio Sano Ginting S.I.K, Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani S.Sos, Kasi In

  • Selasa, 13 Okt 2020 08:03

    Tolak UU Omnibus Law, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Demo DPRD Paluta

    Seratusan massa dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law atau UU Cipta kerja, Senin (12/10/2020) di halaman kantor DPRD Padang Lawas Utara (Paluta).Dari pantauan

  • Selasa, 13 Okt 2020 01:13

    Gubernur Edy Ajak Buruh Pahami Isi Omnibus Law Cipta Kerja

    Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengajak para buruh di Sumut untuk bersama-sama memahami isi Undang-Undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja, serta menyampaikan aspirasi melalui jalur yang benar, jika ada pas

  • Senin, 12 Okt 2020 22:52

    Massa AMPIBI Gelar Aksi di Batu Bara Tolak Omnibus Law, 1 Perwira Polisi Luka

    Aliansi Mahasiswa Masyarakat Pemuda/i dan Buruh (AMPIBI) yang tergabung dari IMABARA, IPMBB, GERAM, IKAMBARA HIMMA, HIMMI, PMII, PD KAMI, GPMI dan KPPU-KSBSI Se-kabupaten Batu Bara menggelar aksi Tola

  • Senin, 12 Okt 2020 21:32

    Kapolres: Aksi Damai Mahasiswa di Kota Binjai, Disusupi 19 Pelajar

    Aksi unjukrasa damai menuntut dibatalkannya Undang Undang Cipta Kerja yang digelar di Gedung DPRD Kota Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, yang dilakukan ratusan massa dan tergabung d

  • Senin, 12 Okt 2020 18:22

    Tolak Omnibus Law, Perwakilan Mahasiswa Bertemu Ketua DPRD Dairi

    Ketua DPRD Dairi, Sabam Sibarani didampingi Wakil Ketua DPRD Wanseptember Situmorang dan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Dairi Nasib Sihombing, Senin (12/10/2020), menerima perwakilan 11 mahasiswa Dairi terk

  • Senin, 12 Okt 2020 16:42

    Aliansi dan Presidium Mahasiswa Kota Binjai Tolak UU Cipta Kerja

    Gelombang unjukrasa menuntut dibatalkannya Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja yang disahkan pada 5 Oktober 2020 lalu, terus disuarakan oleh Mahasiswa di berbagai daerah di Indonesia.Banyak aksi yan

  • Senin, 12 Okt 2020 02:12

    Mengapresiasi Klarifikasi Presiden Tentang Hoax UU Cipta Kerja

    Omnibus law yang diresmikan 5 Oktober lalu menjadi Undang-Undang yang paling menghebohkan karena diprotes oleh banyak orang. Ternyata mereka menentang karena termakan hoax. Presiden Jokowi langsung si

  • Sabtu, 10 Okt 2020 19:20

    Kapolda Sumut Jenguk Personil Terluka Saat Amankan Demo Anarkis

    Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi menjenguk personil yang terluka saat mengamankan aksi demo anarkis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, Sabtu (

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak