Rabu, 27 Jan 2021 17:24

Polri: Pengkaderan Jaringan Teroris Jamaah Islamiyah Sangat Rapi

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Tuan Laen
Sabtu, 19 Des 2020 20:19
Istimewa
Pengkaderan teroris muda yang dilakukan oleh Jamaah Islamiyah (JI) sudah sangat teragenda rapi. Bahkan perekrutmen para kader yang siap tempur juga sudah dilakukan. Hal ini teridentifikasi dengan adanya 91 kader yang telah dilatih oleh JI dan 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah untuk bergabung dengan kelompok teror di sana.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyatakan Polri sudah mendapatkan informasi soal adanya 91 kader JI yang dilatih siap tempur, dimana 66 di antaranya sudah dikirim ke Suriah dan beberapa sudah kembali ke Indonesia.

A"Mereka (JI) sudah menyiapkan kemampuan diri dengan pelatihan-pelatihan khusus guna mempersiapkan kekuatan melawan musuh yakni negara dan aparat. Sebagian besar dari mereka juga sudah berangkat ke Suriah bergabung dengan kelompok teror di sana dan berperan aktif dalam konflik di Suriah. Kemampuan yang sudah diasah di tempat pelatihan dan medan tempur sebenarnya (Suriah) menjadikan mereka sebagai potensi ancaman nyata," kata Argo, Jumat (18/12/2020).

Dikatakannya, kader teroris ini dipersiapkan oleh organisasinya (Jamaah Islamiyah) melalui bagian struktur khusus untuk membentuk kader jemaahnya. Penanggung jawab atau Amir Jamaah Islamiyah adalah Parawijayanto dan koordinator pelatihan adalah Joko Priyono alias Karso.

Ditanya mengapa radikalisme tumbuh demikian subur di tanah air, Argo menyatakan ada banyak sekali faktornya. Salah satunya adalah maraknya penyebaran berita bohong atau hoax.


"Maraknya penyebaran hoax tanpa filter melalui sosial media membuat paham radikal dan anti pemerintah makin subur. Dari dulu sampai sekarang radikalisasi terbentuk sebagai bagian dari respons atas ketidakadilan dan makin melebarnya kesenjangan sosial di masyarakat. Bahwa kemudian agama jadi satu alasan dalam mengekspresikan ketidakpuasan dan kebencian," katanya.

Maka sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran paham dan ideologi radikalisme di kalangan anak muda, sambung Argo, perlu dilibatkan seluruh stakeholder yang bersentuhan langsng dengan dunia pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi dan keamanan di lingkungan masing-masing. "Ya perlu peran serta semua stakeholder," katanya.

Namun khusus untuk Polri, lanjut mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini, Densus 88 terus melakukan pemantauan terhadap jaringan teror yang ada di Indonesia secara terus-menerus, mulai dari pengumpulan bahan informasi, pengolahan informasi sampai dilakukan penegakan hukum. "Spesifiknya, Densus 88 sudah melakukan penegakan hukum terhadap 20 peserta pelatihan JI," kata Argo.

Seperti diketahui sebelumnya, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penangkapan sebanyak 23 terduga teroris dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di 8 lokasi yakni di Lampung Selatan, Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pringsewu, Metro, Jambi, Riau dan Palembang. Dua dari 23 orang yang ditangkap merupakan Panglima Askari JI yakni Taufik Bulaga alias Upik Lawanga dan Zulkarnain alias Arif Sunarso.

Selain menangkap para tersangka, Densus 88 juga berhasil mengungkap adanya bunker di rumah Upik Lawanga di Lampung yang digunakan untuk bersembunyi dan menyimpan senjata-senjata rakitan buatannya. "Barang bukti yang disita dari rumah Upik ini ada senjata rakitan dan bunker," pungkas Argo.
Editor: Budi

T#g:suriahteroris
Berita Terkait
  • Selasa, 01 Des 2020 19:11

    TNI Berangkatkan Pasukan Khusus ke Poso

    TNI berangkatkan pasukan khusus untuk memburu kelompok Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) menggunakan Pesawat TNI AU dari Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (1/12/2020).Seperti yang dijel

  • Selasa, 01 Des 2020 07:01

    Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Palembang, Toko Jual Pulsa Ini Digeledah

    Masyarakat kota Palembang, Sumatera Selatan terkejut atas adanya pengeledahan sebuah toko penjual pulsa, Nur Cell, di Perumnas Talang Kelapa, RT 24, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Leba

  • Senin, 23 Nov 2020 17:23

    Dankoopssus: TNI Tidak Akan Membiarkan Aksi Terorisme Mengancam Kehidupan Masyarakat

    Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen Pertahanan Negara, tidak akan membiarkan aksi Terorisme menghantui dan mengancam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya-upaya un

  • Selasa, 11 Agu 2020 19:11

    Komando Operasi Khusus TNI Gelar Latihan Penanggulangan Terorisme

    Komando Operasi Khusus TNI menggelar Latihan Penanggulangan Terorisme Tahun 2020 di PT Indonesia Power Provinsi Banten. Latihan ini melibatkan Satuan Penanggulangan Terorisme TNI (Satgultor TNI) terdi

  • Kamis, 06 Agu 2020 11:06

    Pangkogabwilhan II Tinjau Posko Satgas Tindak Tokorondo, Poso

    Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus, S.E., melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Poso meninjau kesiapan pelibatan TNI dalam rangka Operasi Tinombala III 2020, Rabu (5/8/2020).Agenda Pangko

  • Rabu, 29 Jul 2020 23:29

    Peran TNI Dalam Pemberantasan Aksi Terorisme Diamanatkan Dalam Undang-Undang

    Aksi-aksi terorisme semakin marak terjadi di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Aksi terorisme sepatutnya dipandang tidak hanya sebagai sebuah kejahatan, namun harus dilihat sebagai sebu

  • Selasa, 14 Jul 2020 06:44

    Mewaspadai Fenomena Teror Lone Wolf di Indonesia

    Fenomena lone wolf adalah keadaan ketika terorisme bergerak sendiri. Misalnya ketika seseorang tiba-tiba jadi anggota kaum radikal, padahal keluarganya tidak terlibat sama sekali. Ia jadi lone wolf da

  • Rabu, 08 Jul 2020 20:08

    Kasum TNI: Tugas Pokok TNI Selain Perang Adalah Mengatasi Terorisme

    Pada dasarnya, peran dan keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mengatasi terorisme di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, dimana salah satu tugas

  • Rabu, 03 Jun 2020 02:03

    Mengutuk Aksi Teror di Markas Polisi Kalsel

    Daerah Daha Selatan, Kalimantan Selatan, geger karena ada peristiwa penyerangan di kantor polisi. Sebanyak 5 orang teroris menyerang Mapolsek Daha Selatan dan menyebabkan seorang polisi meninggal duni

  • Sabtu, 02 Mei 2020 03:02

    Teroris Poso Kelompok Radikal Musuh Negara

    Pemakaman teroris Poso pada Jumat (17/4) kemarin ternyata banyak disambut masyarakat. Segelintir oknum masyarakat pun salah kaprah dengan menyebut teroris Poso yang menembak Polisi tersebut sebagai Pa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak