Masih ingat dengan Ngertiken Sembiring (48) ketua OKP yang tewas dikeroyok serta dibakar hidup-hidup??! Ya, saat ini pelaku yang menghabisi nyawa residivis pembunuhan ini, telah diringkus polisi.
Adapun identitas pelaku diketahui berinsial MUB alias Okor alias Bolang To (72) warga Dusun Bukuh Duri, Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.
Hal ini pun dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Langkat, AKP S Yudianto. Diakuinya, pada hari Senin (12/6) kemarin, sekira pukul 09.30 Wib, Kanit Pidum Polres Langkat Iptu Herman F Sinaga, mendapat informasi bahwa pelaku berada di Desa Munthe, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo.
"Mendapat informasi tersebut, kemudian personel pergi ke alamat yang dimaksud dan melalukan lidik," ujar AKP S Yudianto, Rabu (14/6).
Dan, lanjutnya, pada Selasa (13/6) sekira pukul 11.10 Wib, pelaku akhirnya berhasil ditangkap di Simpang Buluh Naman, Desa Kinepen, Kecamatan Munthe, Kabupaten Karo.
Usai diamankan, lanjut Yudianto, pelaku pun langsung dibawa ke Polres Langkat guna dilakukan proses lebih lanjut.
Terpisah, Kanit Pidum Polres Langkat Iptu Herman F Sinaga, saat dikonfirmasi awak media mengatakan, adapun motif pelaku pembunuhan itu karena kesal dengan korban yang kerap mengancam warga sembari membawa parang.
"Motifnya karena kesal dengan korban yang sering mengancam," ujar Iptu Herman.
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana Jo pasal 55 KUHPidana Subs Pasal 170 ayat (2) ke 3e Subs Pasal 351 ayat (3) KUHPidana Jo Pasal 55 KUHPidana.
Diketahui, sebelumnya pada Senin, 27 Maret 2023, sekira pukul 21.00 Wib lalu, saat itu pelapor bernama Azizah (28) yang juga istri Ngertiken Sembiring sedang istirahat dirumah keluarganya di Kota Medan.
Keesokan harinya sekira pukul 15.00 Wib, Azizah menerima telepon dari saksi Andika Tarigan, dan mengatakan "Halo Bik, Pak Tengah (Ngertiken Sembiring-red) diserang orang di Dusun I Selampe, Desa Namo Mbelin, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat".
Mendapat berita itu, kemudian Azizah menanyakan posisi saksi Andika Tarigan dan menyuruhnya mencari Ngertiken Sembiring.
"Saat pelapor meminta mencari Ngertiken Sembiring, saksi Andika Tarigan takut karena katanya mau dibunuh juga. Jadi katanya nanti setelah keadaan sudah reda," ujar AKP S Yudianto beberapa waktu lalu.
Selanjutnya pelapor Azizah menerima telepon dari bibiknya bernama Dame sembari memberitahukan bahwa Ngertiken Sembiring sudah dikeroyok orang.
"Pelapor juga meminta tolong supaya ditengokkan dulu. Dan dijawab sama Bik Dame, jika dirinya tidak berani karena ia sendirian dan orang itu ramai," beber AKP S Yudianto.
Tak lama, Ngertiken Sembiring pun tewas dalam kondisi dibakar.
"Pelapor bersama keluarganya langsung pulang ke Kuala dan langsung menuju Puskesmas Kuala. Sesampainya di puskesmas, pelapor melihat Ngertiken Sembiring sudah meninggal dunia. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kuala untuk proses hukum lebih lanjut," tutup Yudianto.