Polda menyebut keseluruhan mereka itu merupakan oknum polisi yang baru saja resmi dilantik.
"Iya betul (baru saja dilantik tahun ini)," kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, Senin (7/11/2022).
Hadi mengatakan oknum anggota polisi itu diduga kabur dari asrama. Mereka pergi tanpa sepengetahuan senior-seniornya, lalu menghajar satpam serta perawat RS Bandung.
"Mereka itu tanpa sepengetahuan dari senior-seniornya keluar dari barak atau asrama yang selama ini mereka tempati," sebut Hadi.
Hadi mengatakan tindakan tegas sudah sejak diberikan langsung oleh Dir Sabhara Polda Sumut kepada para pelaku.
Kata Hadi, pihaknya tidak akan mentolerir setiap perbuatan yang tidak baik dilakukan oleh anggota Polri. Mereka akan ditindak tegas.
"Pimpinan tidak mentolerir sikap atau perilaku seperti ini bagi siapapun anggota Polri dan akan dikenakan tindakan yang tegas. Kita lihat nanti hasil perkembangan penyidik selanjutnya," sebut Hadi.
"Yang jelas tindakan disiplin pasti akan kita kenakan terkait peristiwa itu. Saat ini juga upaya untuk melakukan pengobatan kepada korban dilakukan oleh pimpinan-pimpinan kita, Pak Dir Sabhara kemudian Kapolrestabes Medan," sebut Hadi.
Selain itu, Hadi juga sebelumnya menjelaskan bahwa penganiayaan itu berawal saat Bripda T bersama tiga wanita yakni D, I dan A (perawat RS Bandung) yang sama-sama berteman dan saling kenal nongkrong dan minum alkohol.
Setelah itu mereka menuju sebuah hotel dan memesan dua kamar. Karena I dan A mabuk, mereka lalu dikunci agar tidak terjadi keributan. Akan tetapi, hal itu direspon dengan emosi oleh temannya itu.
"Karena I (mahasiswi) dan A (perawat RS Bandung) mabuk, agar tidak ribut keluar kamar mereka dikunci dari luar oleh Bripda T tetapi A marah dan menelpon kawan-kawannya sekuriti RS Bandung dan perawat atas nama WW dan (4 orang) dan terjadi cekcok mulut dengan Bripda T," ujar Hadi.