Pj Bupati Tapanuli Tengah, Dr Sugeng Riyanta S.H, M.H, beberkan soal taktik dugaan pemotongan 50 persen dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan biaya Jasa Pelayanan (Jaspel) yang diperuntukkan untuk Pegawai tingkat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se - Tapteng.
Dr Sugeng Riyanta S.H, M.H, kepada puluhan wartawan saat konferensi pers berlangsung di ruang Cendrawasih Kantor Bupati Tapanuli Tengah, menyampaikan dugaan modus pemotongan dana BOK dan Jaspel Tahun 2023.
"Modusnya bagaimana cara memotong, padahal di bayarkan melalui rekening. Jadi rekening pembayaran dari Dinas di transfer ke rekening Puskesmas. Dari rekening Puskesmas di transfer ke rekening masing-masing Pegawai, tapi buku rekening dan ATM (Milik Pegawai) di simpan oleh Bendahara Puskesmas," jelasnya kepada wartawan.
Pj Bupati Tapanuli Tengah juga mengungkapkan, beberapa oknum Bendahara Pusat Kesehatan Masyarakat di Tapteng, diduga menahan Buku Rekening dan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik para pegawai di tingkat Puskesmas yang ada di Tapanuli Tengah.
Sambung Sugeng Riyanta, setelah dana Bantuan Operasional Kesehatan dan biaya Jasa Pelayanan untuk pegawai Puskesmas di Tapteng cair, pihak Bendahara Pusat Kesehatan Masyarakat diduga secara langsung melakukan pengambilan dari ATM atau rekening pribadi milik pekerja di gedung Kesehatan tingkat Kecamatan tersebut sebesar 50 persen.
"Begitu sudah di simpan (Rekening dan ATM), saat nya cair yang ambil Bendahara dan langsung di ambil 50 persen, setorkan ke Dinas Kesehatan. 50 persennya dibagikan kepada para pegawai Puskesmas," jelasnya pria yang pernah menjabat sebagai Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Tahun 2021 lalu.
Pj Bupati Tapanuli Tengah berharap informasih ini tersampaikan kepada masyarakat agar mengetahui perkembangan persoalan tersebut.
"Kira-kira itu yang dapat kami sampaikan melalui teman-teman pers, saya berharap masyarakat mengetahui itu. Ini perlu kami pertanggungjawaban kepada masyarakat karena nilainya sungguh fantastis setelah saya suruh di hitung berapa anggaran BOK Setahun dan anggaran Jaspel berapa si setahun, diambil 50 persen tinggal berapa anggarannya nanti itu," ungkap pria bergelar Doktor dari Universitas Sebelas Maret, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah.