Sabtu, 05 Des 2020 09:02
KPU
KPU Binjai
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Panglima TNI: Separatisme di Dunia Maya Merupakan Ancaman Serius Terhadap Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Panglima TNI: Separatisme di Dunia Maya Merupakan Ancaman Serius Terhadap Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Delta S.
Sabtu, 21 Nov 2020 15:21
Puspen TNI
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP
Ancaman Separatisme dengan menggunakan media sosial bertujuan propaganda untuk memisahkan diri dari NKRI juga marak dilakukan. Aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, tetapi sudah berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP, ketika menjadi Keynote Speaker dalam acara Webinar Pelatihan Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara Dari Aksi Separatisme di Dunia Maya, bertempat di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Panglima TNI mengatakan, semua yang ada di dunia maya memiliki kelebihan berupa kecepatan dan jangkauan yang lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah. Selanjutnya juga disadari bahwa dampak yang ditimbulkan di dunia maya, baik positif maupun negatif, ternyata dapat lebih masif dari dunia fisik.

"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf," ujarnya.


Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa dengan pengunaan dan jangkauan yang luas, media sosial menjadi media yang efektif untuk melakukan perang informasi ataupun perang psikologi. "Sekarang kita mengenal hastag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," katanya

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga menyampikan bahwa dalam beberapa minggu terakhir ini dunia maya di Indonesia diramaikan dengan beberapa isu yang cukup hangat. "Isu-isu tersebut bila kita lihat membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, terpolarisasi dan dibenturkan satu sama lain. Terdapat pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat," ucapnya.

Diperlukan kesatuan pandangan dan persepsi untuk mensinergikan keselarasan dalam tindakan, kebijakan dan rencana aksi yang utuh. Menghadapi hal ini, diperlukan partisipasi lintas sektoral dan tidak mungkin hanya bisa dihadapi oleh satu instansi semata. "Oleh karena itu, dibutuhkan langkah penanganan yang dilakukan secara komprehensif, integral dan terpadu. Diperlukan sinergi untuk negeri," imbuhnya.


Panglima TNI berharap pelatihan ini dapat menjadi pelopor-pelopor perubahan. Saudara-saudara akan menciptakan komunitas-komunitas positif di dunia maya, ingat bahwa para pejuang dahulu mengesampingkan perbedaan dan ego kesukuan, bersatu padu, dan bahkan mengorbankan jiwa raganya demi Indonesia merdeka. "Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita saat ini, sebagai generasi penerus perjuangan tersebut, untuk memelihara dan menjaga semangat persatuan dan kesatuan serta keutuhan bangsa dan negara tercinta," pungkasnya.

Sementara itu, sebagai narasumber dalam acara webinar ini, antara lain Letjen TNI Joni Supriyanto (Kabais TNI) dengan tema "Bahaya Separatisme Papua", Wahyu Permana (SIMAN Polhukam) dengan tema "Identifikasi Disinformasi (Hoax)", Arief Noviandi (Praktisi TIK) dengan tema "Strategi Bermedia Sosial", Yadi Hendriana (Ketua IJTI/ Tokoh Pers) dengan tema "Urgensi Sinergi Kebangsaan", dan sebagai Moderator Natalia Angellica New (Reporter & Presenter).
Editor: Herda

T#g:Separatisme
Berita Terkait
  • Kamis, 03 Des 2020 02:03

    Masyarakat Adat Papua Menolak Separatisme

    1 Desember sering diperingati sebagai HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM). Kelompok separatis itu selalu merayu warga asli Papua untuk ikut merayakannya dan mendirikan negara sendiri. Masyarakat adat m

  • Sabtu, 28 Nov 2020 21:28

    Kodim 1711/Boven Digoel Gelar Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/ Separatisme

    Kodim 1711/Boven Digoel menyelenggarakan Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme pada Triwulan IV Tahun Anggaran 2020, dengan tema "Merawat Kebhinekaan Untuk Tangkal Radikalis

  • Rabu, 12 Agu 2020 11:42

    Mewaspadai Gerakan Separatisme Papua

    Gerakan separatis di Papua diprakarsai oleh Organisasi Papua Merdeka. Mereka tidak mengakui pemerintahan di Jakarta dan menuntut kemerdekaan, karena merasa dianaktirikan. Padahal pemerintah sudah beru

  • Sabtu, 06 Jun 2020 20:16

    Masyarakat Menolak Provokasi #PapuanLivesMatter

    Kasus kematian warga kulit hitam di Amerika, George Floyd memantik lagi isu rasisme di Amerika dan juga di Indonesia.

  • Rabu, 03 Jun 2020 08:03

    Dandim 0824/Jember: Waspadai Paham Radikal dan Separatisme

    Kodim 0824/Jember dalam Program Kerja Pembinaan Teritorial, pada Selasa (02/06/2020), melaksanakan Pembinaan Komunikasi Sosial bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat, dalam rangka Cegah Tang

  • Sabtu, 07 Sep 2019 08:47

    Papua Is Indonesia Forever

    Finally, the government of Indonesia has decided to annul Benny Wenda's citizenship. Since that, these fugitive does not have country or stateless citizenship.  Those decision must be made b

  • Jumat, 06 Sep 2019 07:06

    Tolak Separatis, Provokasi Benny Wenda Tak Perlu Digubris

    Benny Wenda menuding Wiranto adalah dalah pemicu konflik horizontal dengan warga Papua. Benny menuding Wiranto menggunakan kekerasan kepada rakyat Papua untuk kepentingannya. Bualan itu menjadi gagasa

  • Kamis, 05 Sep 2019 06:25

    Kodim 0209/LB Gelar Diskusi Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/ Separatisme

    Kodim 0209/LB, mengadakan diskusi bertemakan "Melalui Kegiatan Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, kita perkokoh mentalitas dan pemahaman Ideologi guna mencegah ancaman bahaya Radi

  • Jumat, 04 Mar 2016 06:29

    Jangan berikan ruang untuk gerakan separatisme

    Oleh: Pedro Permana *) Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan kerangka utama yang mendasari pembentukan bangsa dan negara Republik Indonesia. Negara kesatuan tersebut terbentuk dari

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak