Minggu, 03 Mei 2026

Oknum PPK Dinas PUPR Tobasa Diduga Mainkan Tender Rp7,3 Miliar

TOBASA (utamanews.com)
Oleh: IGS Jumat, 26 Mei 2017 00:26
Oknum pejabat di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumatera Utara, yang belakangan diketahui bernama Bernard Siagian, Kepala Bidang Jalan & Jembatan, dituduh telah "mempermainkan" proyek-proyek di instansinya, termasuk mengelabui para kontraktor peserta tender.

Disebutkan, sebelum pelaksanaan tender, Bernard telah mengutipi dana dari para kontraktor, rata-rata sebesar Rp 50 juta, dengan iming-iming akan "diaturkan" untuk memenangi proses pelelangan proyek-proyek di Dinas PUPR Tobasa. 

Bernard Siagian sendiri memang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kantor Dinas PUPR Tobasa.

"Uang itu disebutnya sebagai biaya panitia," kata Ch.P, salah seorang kontraktor, seperti dikutip dari IGS Berita. Ia mengisahkan permintaan uang sebesar Rp50 juta dari Bernard Siagian kepada salah seorang rekanan asal Medan, BP. Kebetulan, BP adalah partner kerja Ch.P untuk mengikuti proses tender di Tobasa.
"Saya joint dengan BP untuk melakukan penawaran satu paket proyek pengaspalan hotmix di Kecamatan Pintu Pohan Meranti dengan pagu sebesar Rp7,3 miliar. Saya dengan BP tidak ragu lagi, dengan keyakinan paket proyek pengaspalan jalan tersebut tidak akan kalah dalam proses tender. Sebab, Bernard Siagian sudah menerima uang sebesar Rp50 juta," kata Ch.P.

Ternyata, usai tahap evaluasi seluruh dokumen, diperoleh informasi penawaran PT. M-yang diusung BP dan Ch.P-dinyatakan kalah. Bahkan mereka sama sekali tidak mendapat panggilan dari Pokja ULP untuk mengikuti tahap klarifikasi.

Pada pengumuman itu, PT. Gamonz Multi General (GMG) dari Jalan Jati II Nomor 19, Teladan Timur, Kota Medan, ditetapkan sebagai pemenang.

Kemudian, lanjut Ch.P, ada seorang kontraktor-diduga utusan oknum tertentu-berusaha melakukan mediasi kepada pihak PT. M agar tidak ribut atau melakukan sanggahan. Kompensasinya, proyek tersebut dikerjakan PT. M tapi tetap atas nama PT. GMG.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Tentunya usul itu kami tolak, karena tidak mau rugi jika paket tersebut tetap atas nama PT. GMG. Sebab, kami akan membayar lagi biaya panitia dan biaya penawaran. Sementara kami telah menyetor sebesar Rp50 juta, ditambah biaya penawaran untuk 3 perusahaan yang kami masukkan sebesar Rp30 juta. Sehingga total kerugian sebesar Rp80 juta. Makanya, kasus ini lebih baik dilaporkan ke pihak Kejaksanaan Negeri Tobasa di Balige untuk diusut. Meskipun menjadi perkara pidana, kami sebagai pemberi biarlah sama-sama jeblos masuk bui dengan penerima. Itulah risikonya," kata Ch.P.

Apalagi, sambung Ch.P, Bernard Siagian itu tak hanya menerima uang dari pihaknya. Oknum Kabid Jalan & Jembatan Dinas PUPR Tobasa itu telah mengutip uang dari semua rekanan pemenang tender, dengan dalih untuk biaya panitia, dan besarannya disesuaikan nilai pagu masing-masing paket.

Ada informasi, PT. M dikalahkan dengan alasan "masa berlaku penawaran tidak sesuai dengan dokumen penawaran 60 hari kerja".

iklan peninggi badan
Menurut Ch.P, "Apapun kesalahan dan kekurangan di dalam penawaran kami, setelah Bernard Siagian menerima uang Rp 50 juta dia tentu harus menepati janjinya untuk memenangkan perusahaan kami. Itulah janjinya Bernard Siagian, yang membuat kami menyanggupi permintaannya untuk dalih biaya panitia sebesar Rp 50 juta. Maka, usai masa sanggahan, kasus ini akan kami laporkan ke Kejari Tobasa di Balige."

Di tempat yang sama, seorang pengusaha lainnya, U. Marpaung, juga mengaku merasa didzalimi oleh Bernard Siagian, yang diduga bersekongkol dengan Pokja ULP.

"Saya mendukung rencana Ch.P, dan akan ikut melaporkan kasus rekayasa pemenang tender tersebut ke pihak Kejari Tobasa. Ini adalah permainan paling kotor di lingkungan Dinas PUPR Tobasa," kata Marpaung, yang akrab dengan panggilan Umar ini.

Secara terpisah, Kepala Dinas PUPR Tobasa, Bresman Simangunsong, mengatakan lewat pesan singkatnya kepada wartawan, "Bagaimanalah, ya. Saya lihat mereka semuanya manusia kelelawar dalam permainan ini. Bernard Siagian ini, atas uang yang diterimanya, akan kutelepon dulu nanti si BP (Direktur PT. M-red), dan saya tidak tahu tentang uang yang diterima oleh BS. Terima kasih informasinya."

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, proyek Pengaspalan Hotmix di Kecamatan Pintu Pohan Meranti tersebut diserahkan panitia kepada PT. GMG dengan penawaran Rp 7,23 miliar. Sementara penawaran PT. M adalah Rp 7,1 miliar. 

Editor: Sam
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️