Rabu, 20 Mei 2026

Korlap Aksi Unras Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI Di DPRD Labuhanbatu Diamankan Polisi

Oleh: Junaidi Selasa, 05 Jan 2021 07:35
Junaidi

Koordinator lapangan (Korlap) yang mengelar aksi unjuk rasa didepan kantor DPRD kabupaten Labuhanbatu yang mengatas namakan Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI diamankan pihak kepolisian Polres Labuhanbatu, Senin (04/01/21) sekira pukul 13.30 Wib, di halaman masjid Al-Ikhlas kelurahan Ujung Bandar kecamatan Rantau Selatan kabupaten Labuhanbatu.

Amatan awak media ini di lokasi, pengamanan yang dilakukan personil polisi kepada dua orang yang diduga sebagai korlap unjuk rasa di depan kantor DPRD kabupaten Labuhanbatu tersebut, untuk menghindarkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya antara korlap aksi unras yang berinisial PH dengan beberapa orang jama'ah yang melakukan sholat zuhur di masjid Al Ihklas sempat terjadi debat terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan PH dan kelompoknya didepan kantor DPRD kabupaten Labuhanbatu.

Perdebatan itu awalnya terjadi di teras masjid Al Ihklas kelurahan Ujung Bandar usai sholat zuhur berjamaah hingga berlangsung di pentas halaman depan masjid Al-Ihklas.
Dalam perdebatan itu terdengar beberapa orang jama'ah masjid mengesalkan sikap PH dan kelompoknya yang melakukan unras ditengah kondusifitas Labuhanbatu yang sedang tenang.
Mereka menuding PH dan kelompoknya melakukan provokasi dengan mengatakan Muhammad Rizieq Shihab sebagai pemecah belah persatuan dan kesatuan, bukan itu saja mereka juga kesal kepada PH dan kelompoknya yang mencatut sebutan rosulullah di spanduk dan juga membuat gambar Muhammad Rizieq Shihab dengan garis kali warna merah.

Melihat situasi yang mulai tidak kondusif kemudian pihak kepolisian yang berada di tempat melakukan langkah sigap mengamankan PH dengan mengiringnya memasuki mobil water canon yang sebelumnya terpakir di halaman masjis Al-Ihklas Ujung Bandar.

Selanjutnya PH dan temannya dibawa ke Polres Labuhanbatu untuk diamankan yang diikuti beberapa orang jama'ah sholat zuhur di masjid Al-Ihklas Ujung Bandar yang terlibat debat, dengan mengendarai kendaraan masing-masing, dan belakangan diketahui awak media beberapa orang jama'ah tersebut dari ormas Islam Labuhanbatu.
produk kecantikan untuk pria wanita

Sempat terdengar dalam debat beberapa jama'ah mengatakan bahwa para ustadz sudah berkomitmen dengan Polres Labuhanbatu tidak melakukan unjuk rasa atau pengerahan massa pasca penetapan FPI sebagai ormas Islam terlarang di Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan bersama (SKB) menteri dalam negeri republik Indonesia, menteri hukum dan hak asasi manusia republik Indonesia, menteri komunikasi dan informatika republik Indonesia, jaksa agung republik Indonesia, kepala kepolisian negara republik Indonesia, kepala badan nasional penanggulangan terorisme 

Sebelum terjadinya kejadian debat di Masjid Al Ikhlas, PH dan kelompoknya melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD kabupaten Labuhanbatu. Usai aspirasinya diterima perwakilan DPRD Labuhanbatu, mereka langsung membubarkan diri yang kemudian pergi ke masjid Al-Ihklas untuk melaksanakan sholat zuhur berjama'ah. Hal yang sama juga dilakukan personil kepolisian Polres Labuhanbatu yang melakukan pengamanan aksi unras tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI mengelar unjuk rasa didepan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Labuhanbatu, di jalan SM Raja Kelurahan Ujung Bandar Kecamatan Rantau Selatan, Senin (04/01/21) Sekira pukul 11.00 Wib.

iklan peninggi badan
Unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI berkaitan dengan dukungan kepada pemerintah dalam hal penetapan FPI sebagai ormas terlarang di republik Indonesia.

Dalam tuntutan tertulisnya yang diterima awak media, Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI menyampaikan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara yang punya semboyan bhinneka tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi satu juga, sebuah semboyan yang sangat relevan sebab di Indonesia memiliki banyak suku yang tersebar di seluruh wilayah NKRI, di mana kita semua hidup berdampingan dan rukun sesama anak bangsa, sebab hal ini sudah menjadi mutlak tidak bisa di nego-nego lagi dengan alasan apapun. semua anak bangsa harus hidup rukun dan saling menghargai.

Tapi akhir-akhir ini banyaknya fenomena yang sangat membuat kita miris, yaitu itu kita dipertontonkan dengan statemen dan omongan-omongan yang sangat bertentangan dengan semboyan di atas, suara-suara yang sangat provokatif dengan membawakan alasan agama tertentu inilah yang membuat Kami merasa resah dan miris, sebab hal tersebut bisa membuat sesama anak bangsa saling mencaci dan memaki, dikarenakan isu-isu yang sensitif bisa memecah belah persatuan dan kesatuan, dan negara ini adalah negara hukum, setiap warga negara dan Ormas yang terhimpun dalam bangsa ini harus taat Hukum yang berlaku tanpa terkecuali, jika ada ormas yang melanggar aturan beri sanksi yang tegas yaitu pembubaran. langkah pemerintah yang membubarkan FPI dengan keputusan beberapa menteri, kami dari aliansi umat bersatu cinta NKRI mendukung penuh langkah pemerintah dan dengan rasa miris dan kekecewaan kami dengan adanya oknum yang mencoba mengadu domba sesama anak bangsa dengan alasan agama, kami dari aliansi umat bersatu cinta NKRI melakukan aksi damai dengan tuntutan.
1. Meminta kepada bapak Kapolres Labuhanbatu untuk menolak rencana kedatangan Rizieq Shihab di Kabupaten Labuhanbatu demi kerukunan dan keamanan.
2. meminta kepada bapak ketua DPRD Labuhanbatu untuk menolak rencana kedatangan Rizieq Shihab di Kabupaten Labuhanbatu dan menyampaikan aspirasi masyarakat aliansi umat bersatu cinta NKRI kepada instansi berwenang.
3. kami menghargai Muhammad Rizieq Shihab sebagai ulama akan tetapi tidak dengan ucapan dan ceramahnya yang selalu berbau kebencian dan sara.
4. kami menilai ceramah Muhammad Rizieq Shihab bersifat mengadu domba seluruh umat beragama serta dapat menyebabkan perpecahan di tengah kerukunan umat beragama di Kabupaten Labuhanbatu.

5. ujaran kebencian dan bahasa provokatif yang sering diucapkan oleh Muhammad Rizieq tidak dibenarkan oleh agama manapun dan kedatangan Rizieq Shihab hanya akan merusak perdamaian dan situasi Kamtibmas yang cukup kondusif di Kabupaten Labuhanbatu.
6. Masyarakat Kabupaten Labuhanbatu sangat cinta perdamaian sehingga tidak ada satupun benih-benih kebencian layak hidup di bumi Labuhanbatu ini.
7. Menyatakan dengan tegas menolak pengumpulan massa secara besar-besaran dengan dalih apapun juga seperti kegiatan Rizieq Shihab di Jakarta.
8. Mendukung pemerintah RI melarang FPI di Indonesia dan mendukung aparat tni-polri untuk bertindak tegas terhadap Rizieq Shihab karena berupaya memecah belah NKRI.
Selain tuntutan tertulis pengunjuk rasa juga membentangkan beberapa spanduk yang berbunyi, Rizieq Shihab bukan cerminan rosulullah, kami cinta habib tapi kami benci adu domba dan provokasi, Rizieq Shihab pemecah belah persatuan dan kesatuan, anti FPI bukan berarti anti islam, jangan disamakan antara islam dengan FPI, bukan kata-kata saja dalam aksi tersebut terpampang juga banner gambar Rizieq Shihab di garis silang dengan warna merah.

Dalam unras tersebut, peserta aksi juga meminta agar perwakilan DPRD menemui dan menerima tuntutan mereka terkait dukungan kepada pemerintah atas keputusan bersama penetapan FPI sebagai ormas islam terlarang direpublik indonesia.

Pantauan awak media dilokasi, setelah beberapa menit berlangsung unjuk rasa, akhirnya perwakilan DPRD menemui pengunjuk rasa diantaranya Arsyad Rangkuti dari fraksi partai Nasdem selaku wakil ketua III DPRD labuhanbatu, Poltak Marsada Rambe dari fraksi partai Golkar, Arzan Priadi Ritonga dari partai Nasdem, Sudin Satia Raja Harahap dari fraksi Gerindra dan Fauzi dari fraksi partai Gerindra.

Menanggapi aspirasi dan tuntutan peserta aksi unjuk rasa wakil ketua III DPRD kabupaten labuhanbatu Arsyad Rangkuti menyampaikan permohonan maaf karena agak lama menemui pengunjuk rasa berhubung masih ada kegiatan rapat dikantor dewan.

"Kehadiran bapak-ibu sudah pas karena disini rumah kita bersama, kami adalah wakil-wakil dari bapak-bapak yang pada hari ini diamanahkan, aspirasi yang disampaikan kalau ada suratnya akan kami terima, agar bisa kami pedomani dan kami bisa sampaikan kepada yang berwenang," Ungkap Arsyad.

"Terus terang kami DPRD sepakat dan sependapat bapak-ibu yang berdemo hari ini, apa yang sudah diputuskan oleh keputusan bersama beberapa menteri dipusat untuk kita mendukung juga di daerah," Kata Arsyad.

Lebih tegas lagi kepada wak media ini Asyad Rangkuti mengatakan, Aspirasi mereka sudah kita tampung, mereka minta kita kirim surat ke DPR RI, dan suratnya belum kita terima, tadi diberikan selebaran dan diambil kembali kita tidak tahu apa isinya secara tertulis, kita sepakat dengan keputusan bersama menteri, akan kita bantu nanti menyampaikan aspirasi mereka kepemerintah pusat, Tegas Arsyad.

Menurut Arsyad Rangkuti terkait aksi demo yang dilakukan Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI tidak ada percikan atau gesekan dimasyarakat karena memang itu sudah keputusan bersama menteri, ya masyarakatnya mendukung keputusan bersama menteri, kita juga mendukung keputusan itu, Ujarnya kepada awak media.

Terpisah Kapolres labuhanbatu melalui Kasat Sabhara AKP Amdi Karna, S.H.,M.H saat dikonfirmasi terkait situasi pengamanan unjuk rasa mengatakan, "Situasi untuk pengamanan unras hari ini adik-adik mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI, tidak ada kendala semua lancar dan lalulintas juga tertib, adik-adik kitapun taat hukum, intinya unjuk rasa berjalan dengan tertib," Ucap AKP Amdi Karna.

Disisi lain Kasat Intel Polres labuhanbatu, AKP Edi Hairun Sidauruk melalui selulernya kepada awak media ini saat dikonfirmasi mengatakan bahwa unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ummat Bersatu Cinta NKRI tidak dikeluarkan surat tanda terima pemberitahuan (STTP).

"Sekarang ini selama covid-19 STTP tidak ada kita kasih, surat pemberitahuan aksi sehari sebelumnya ada kita terima, kita juga sudah meminta mereka untuk menunda aksi, situasi sekarang ini sedang kondusif," Jelas Kasat menuturkan perbincangannya dengan kordinator aksi.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later