Keluarga almarhum Muhammad Ichsan Aminty (MIA), 11 tahun, siswa Kelas V SD Negeri 023971 Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, meminta kepada pihak Kepolisian agar dapat mengungkap kasus kematian korban serta memberikan hukuman yang setimpal kepada pelaku apabila nantinya terbukti korban meninggal karena dianiaya oleh teman teman sekolahnya.
Hal itu dikatakan Ibu Kandung korban, yang diwakili oleh salah satu Yayasan Bantuan Hukum di Sumatera Utara, saat dikonfirmasi awak media dilokasi pembongkaran kuburan korban yang berada di Lingkungan VI Kelurahan Payaroba, Kecamatan Binjai Barat, Rabu (15/6) siang.
"Yang pertama tentunya kami memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang telah bersedia mengungkap kasus ini. Mewakili keluarga korban, kami juga berharap agar pelaku dihukum sesuai perundang undangan yang berlaku apabila memang terbukti bersalah," ungkap salah seorang perwakilan Yayasan Bantuan Hukum tersebut, didampingi Ibu Kandung korban, Santy Citra Dewi.
Keluarga korban juga berharap, dengan dilakukannya pembongkaran makam korban guna kepentingan outopsi, diharapkan dapat menemukan fakta dan bukti bukti baru lainnya terkait kematian siswa Kelas V Sekolah Dasar tersebut.
"Saat ini sedang berlangsung proses pemeriksaan guna keperluan outopsi dan kita masih menunggu hasilnya. Semoga dengan dilakukan outopsi ini bisa mendapatkan fakta fakta terbaru terkait kematian korban," ungkap pria berambut gimbal tersebut yang mengaku dari Yayasan Bantuan Hukum Pena Hukum Progressif.
Pun begitu, lanjutnya, pihak keluarga korban nantinya juga akan melaksanakan press release, hingga terungkap bahwa korban meninggal dunia karena diduga dikeroyok oleh rekan rekannya di Sekolah.
"Kami minta keadilan secara fakta. Begitupun nanti kami akan menggelar press release," demikian ucap perwakilan keluarga korban seraya memohon kepada masyarakat serta awak media, agar sama sama ikut mengawal proses hukum ini.
Sementara itu, Santy Citra Dewi yang merupakan Ibu Kandung korban, terlihat hanya menangis dan tidak mau berkomentar apapun terkait pembongkaran makam anaknya ini.
Bahkan saat dilakukan pembongkaran makam anaknya, wanita berhijab ini hanya terlihat duduk didampingi keluarganya serta terus menangis.
Terungkapnya kasus ini, setelah tante korban, Meini Mustika, mengunggahnya di media sosial miliknya terkait kematian pelajar Sekolah Dasar kelas V di Kota Binjai yang diduga dikeroyok oleh teman sekelasnya sehingga viral di media sosial.
Kasus ini pun segera ditangani oleh Polres Binjai, setelah orangtua korban membuat laporan ke Polres Binjai, Kamis (9/6) lalu.
Bahkan, Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting beserta jajarannya, langsung turun ke rumah orangtua korban guna menyampaikan belasungkawa dan melakukan kordinasi dengan orangtua korban, untuk tindak-lanjut proses hukum penyidikan.