Kemacetan di jalan lintas Sumatera Utara ini diduga berasal dari Rebat Beton sepanjang kurang lebih 150 meter tepatnya di Dusun X Bukit Dame Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labura.
Menurut keterangan seorang warga Kualuh Selatan bernama T. Tambunan, (38), panjangnya kemacetan jalan ini membuat warga Kualuh Selatan resah sebab kemacetan ini menghambat aktivitas masyarakat serta para peserta didik dan pengguna jalan lintas Sumatera.
Koordinat kemacetan di Jalinsum di Damuli Pekan - Siamporik, Jumat (16/12)
"Kemacetan ini kami harapkan dapat segera diatasi oleh pihak yang berwenang dalam hal ini Satuan Lalulintas Polres Labuhanbatu dan Dinas Perhubungan Kabupaten Labuhanbatu Utara". ucap Tambunan.
Berdasarkan Keterangan warga Desa Siamporik yang enggan disebutkan namanya di Media ini mengatakan, kemacetan terjadi dimulai pada pukul 03: 00 wib dinihari disebabkan dilokasi perbaikan jalan tidak ada yang mengatur lalulintas.
"Seharusnya akses jalan dilakukan buka tutup. Pada waktu itu tidak ada yang mengatur sehingga kendaraan yang berlawanan arah jumpa pada posisi perbaikan jalan di tambah lagi para pengemudi tidak sabar dan melapisi kendaraan nya pada badan jalan. Sehingga arus lalulintas tidak lancar". ungkapnya.
Atas kejadian ini Media Oneline Utamanews.com mencoba mengkonfirmasi dan meminta tanggapan Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, namun belum menuai balasan dari seberang telepon.
Terlihat dari google Map yang dibuka terpantau pada garis jalan lintas Sumatera Utara berwarna merah dari Damuli Pekan Kecamatan Kualuh Selatan hingga Desa Terang Bulan Kecamatan Aek Natas, Kab. Labura.
Sampainya berita ini di meja redaksi belum ada keterangan resmi dari Pihak yang berwenang penyebab terjadinya kemacatan di Jalinsum Desa Siamporik hingga Desa ke Desa Damuli Pekan meskipun media ini sudah melayangkan konfirmasi.