Jumat, 17 Agu 2018 09:07

Istri ABK Kapal EME Mengadu Ke Dprd Kota Tanjung Balai

Tanjung Balai (utamanews.com)
Oleh: Suhendra
Rabu, 09 Mei 2018 17:39
Ist
Ilustrasi
Para istri anak buah kapal (ABK) EME mengadukan nasib mereka ke kantor DPRD Kota Tanjung Balai, dimana sejak tanggal 24 April 2016 sampai sekarang ini, suami mereka belum juga pulang ke rumah, karena tertahan di Malaysia, Rabu (9/5).

Nasib para istri dan anak-anak yang ditinggalkan oleh 'tulang punggung' sekarang berjuang sendiri demi menghidupi anak anak dan untuk makan sehari hari, dari pihak perusahaan hanya memberikan bantuan sekitar Rp300ribu rupiah.

"Kalau dihitung-hitung mana la cukup untuk biaya kehidupan sehari hari," kata ibu Yanti.

Maka dari itu mereka mengadukan nasib mereka ke Dewan Perwakilan Daerah Kota Tanjung Balai. "Anak anak kami juga rindu akan sosok ayahnya, karena udah hampir dua tahun tidak jumpa sama ayahnya," ujarnya dengan mata yang berkaca kaca.



Kepada UTAMANEWS, bu Yanti (37) mengatakan, "Bagaimana lah pak kami tidak mengadukan nasib kami ini kepada anggota dewan Kota Tanjung Balai, untuk makan sajo sehari hari tak cukup memenuhi kebutuhan hidup. Cemano la pak, 300ribu yang dikasih sama pihak perusahaan Dewanta Samudera, sementara anak anak aku mau sekolah, makan, beli baju sekolah, bayar rumah sewa, lampu, air. Mana la cukup kok yang 300 ribu tuh."

"Demi anak aku kerojo pak, demi anak anak, sementara ayah mereka ditahan di Malaysia. Lain lagi anak anakku rindu sama ayahnya, sedih hatiku pak melihat hati anak-anakku. Mangkonyo aku mengadukan masalah ini bersama kawan kawan," tambah Yanti.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Tanjung Balai, Leden Butar Butar bersama komisi B Safril Margolang mengatakan akan melanjutkan dan memanggil semua pihak yang terkait, termasuk perusahaan Dewanta Samudera agar bertanggung jawab terhadap 15 orang ABK kapal EME yang tertahan di Malaysia.

"Hari Senin kita akan panggil dan kita harapkan semua dapat hadir dan kita minta keterangan mereka, dari pihak perusahaan, izin perusahaan dan pengurus kapal EME," ujar Leden Butar Butar.

Kordinator Aksi, Alrivai Zuherisa (Aldo) mengatakan, "Ini adalah bentuk kekesalan terhadap pemerintah daerah yang mana pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker Kota Tanjung Balai) lalai dalam pengawasan dan tugas, sehingga mengakibatkan15 ABK kapal EME tertahan di Malaysia di bawah perusahaan Dewata Samudera."

"Jika dalam satu minggu ini persoalan ini tidak ada tindakan, maka akan kami kumpulkan masa lebih banyak lagi untuk menuntut pihak perusahaan bertanggung jawab dan meminta kepada perusahaan Dewata Samudera agar menjemput 15 ABK kapal pada tanggal 22 Juni 2018. Jangan lagi ditunda tunda apalagi sampai dipenjara kembali ke 15 ABK tersebut," tukasnya.

Editor: Roy S.

T#g:ABKmalaysia
Berita Terkait
  • Jumat, 10 Agu 2018 16:50

    Panglima TNI Jamuan Makan Malam Bersama Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan jamuan makan bersama Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) YGhb Jeneral Tan Sri Dato' Seri Pan

  • Jumat, 10 Agu 2018 06:10

    Panglima TNI: Kerjasama Bilateral TNI dan ATM Tingkatkan Kemitraan Regional

    Kerjasama bilateral antara TNI dan ATM melalui forum tahunan Malindo HLC merefleksikan suatu interaksi yang positif dalam meningkatkan kemitraan regional guna mewujudkan keamanan regional kawasan ASEAN yang lebih kondusif, damai, stabil dan sejahtera.

  • Jumat, 10 Agu 2018 04:10

    Asian Games 2018 dan Rivalitas Suporter Indonesia-Malaysia

    Hubungan Indonesia-Malaysia berkali-kali memanas bukan karena sengketa perbatasan atau masalah keamanan negara yang terancam namun karena pertandingan sepak bola. Tingkat rivalitas kedua negara dalam

  • Jumat, 10 Agu 2018 00:10

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia YGhg Jeneral Tan Sri Dato' Seri Panglima Haji Zulkifli Bin Haji Zainal Abidin di r

  • Rabu, 08 Agu 2018 19:08

    Bakamla RI-APMM Lancarkan Patkor Optima Malindo

    Sebagai bentuk komitmen Bakamla RI dalam payung kerja sama Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia, Bakamla RI bersama stakeholder pemangku

  • Senin, 30 Jul 2018 07:30

    Badan Keamanan Laut Mengudara di Perbatasan RI-Malaysia

    Memanfaatkan momen kegiatan Sosialisasi Layanan Publik dan Pelestarian Lingkungan yang akan digelar di Sebatik, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs.Toni Syaiful melakukan dialog

  • Jumat, 27 Jul 2018 21:07

    ABK Kapal Camar Eme Pulang dari Penjara Malaysia dengan dana keluarga

    Jamaluddin Jake (49) ABK kapal Camar EME pulang ke Indonesia dengan bantuan keluarga dan tidak ada sangkut paut dari pihak perusahaan kapal PT. Dewanta Samudera Agung Perkasa. "Saya pulang dengan

  • Kamis, 26 Jul 2018 21:26

    Direktur Operasi Laut Bakamla Beberkan Progress TPOM Pada Pertemuan Ke-66 COCC Malindo

    Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) selaku Ketua Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Indonesia membeberkan kegiatan yang telah dilaksanakan TPOM periode 25 O

  • Senin, 09 Jul 2018 17:29

    2 Tahun ABK KM. EME Ditahan Di Malaysia, Keluarga Tuntut Perusahaan Bertanggungjawab

    Merasa diabaikan pihak perusahaan pelayaran PT. Dewata Samudra Agung Perkasa, keluarga ABK KM. EME yang ditangkap oleh pihak keamanan Malaysia bersama Aktivis KIBAR Indonesia, berunjukrasa di depan ka

  • Sabtu, 28 Apr 2018 11:28

    Panglima TNI Tinjau Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia di Aruk

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, S.E

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak