Jumat, 01 Mei 2026

Inspektorat & APH Langkat Diduga Tidak Serius Ungkap Dugaan Korupsi, Warga Halaban Minim Kepercayaan Pada Aparat

Langkat (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Sabtu, 28 Sep 2024 20:08
Pembangunan yang diduga di-mark-up
 Istimewa

Pembangunan yang diduga di-mark-up

Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dugaan korupsi Dana Desa (DD) di Desa Halaban, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, dinilai masyarakat tidak masuk akal/diluar dugaan. 

Sebab, masyarakat yang sebelumnya melalukan investigasi dan menemukan sejumlah pembangunan fiktif hingga mengalami kerugian Negara mencapai miliaran rupiah, ternyata hasilnya tidak terbukti.

"Untuk pembangunan fiktif atau yang tidak dikerjakan itu tidak ada, semuanya dikerjakan," ujar Kanit Tipikor Polres Langkat, Ipda Chris Rismawan, Sabtu (28/9). 

Pun begitu, Chris membenarkan jika ada pembangunan di Desa Halaban yang di-mark-up. 
"Cuma ada volume yang berkurang. Misalnya harus dikerjakan 100 meter, cuma 70 meter yang dikerjakan," ujar Chris. 

Bahkan menurut Chris, seperti yang dilaporkan masyarakat jika ada pembangunan fiktif yang dianggarkan berulang kali atau beberapa tahap, juga tidak terbukti. 

"Setelah dicek Inspektorat di APBDes, tidak pernah berulang kali, hanya sekali dianggarkan," beber Kanit Tipikor Polres Langkat, Ipda Chris Rismawan.

"Yang dilaporkan masyarakat dengan faktanya tidak sesuai. Contoh lagi pembangunan jalan dari PT Putri Hijau. Setelah diklarifikasi, tidak pernah memberi bantuan kepada desa, yang ada katanya mereka hanya meminjamkan alat berat," sambungnya. 
produk kecantikan untuk pria wanita

Meski begitu, Chris mengatakan ada beberapa item yang belum sempat terhitung oleh Inspektorat Langkat. "Hasil LHP sudah keluar, cuma biasanya LHP itukan item-item dari kami ada dituangkan. Dari beberapa item itu belum sempat terhitung orang itu (Inspektorat). Dan biasanya kami akan expose apakah sudah sesuai dengan permintaan kami atau ada yang kurang," tegas Chris. 

Begitupun, Kanit Tipikor Polres Langkat ini menegaskan jika hasil kerugian Negara sudah ada nilainya. "Cuma nanti hasil expose sudah sesuai, baru bisa kami umumkan. Temuannya gak sampai Rp. 500 juta," pungkas Chris. 

Diketahui, beberapa warga Desa Halaban sudah menduga jika Inspektorat Langkat sudah "Main Mata" dengan pihak Desa. 

iklan peninggi badan
Tidak hanya Inspektorat Langkat saja, warga juga menduga Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Langkat, tidak serius mengungkap dugaan korupsi hingga miliaran rupiah. 

"Hasilnya ini sudah kami duga akan seperti itu," ujar Jaka didampingi warga Desa Halaban lainnya. 

Saat ini warga Desa Halaban pun mengaku sudah minim kepercayaan terhadap instansi yang menangani perkara dugaan korupsi di Desa Halaban.

"Meski begitu, kami warga Desa Halaban tetap tidak tinggal diam dan terus mengawal kasus dugaan korupsi di desa kami ini sampai aktor-aktor intelektualnya tertangkap," ujar Rabial, warga lainnya. 

Hal serupa juga dialami awak media yang melakukan peliputan dugaan korupsi dana desa ini. Tapi beberapa waktu lalu, Inspektorat selaku pengaudit kerugian Negara, sempat mengatakan jika pembangunan fiktif jelas adanya. 

Namun berbanding terbalik setelah laporan audit yang dituangkan dalam bentuk LHP yang diserahkan ke Polres Langkat.
Editor: Herda
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️