Diduga sejumlah tiang besi utama kabel PLN maupun tiang-tiang besi yang berfungsi sebagai tiang penyokong dicuri atau diduga dicabut oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, akibatnya kabel jaringan tegangan rendah (JTR) PLN yang terpasang di sepanjang Desa Siborna Kecamatan Sosa Kabupaten Palas, secara sengaja dipasang di deretan pepohonan milik warga desa setempat.
Selain meresahkan dan merusak tanaman warga masyarakat setempat, pemasangan kabel JTR yang tidak menggunakan tiang besi atau tiang beton PLN ini, tentulah dirasa membahayakan bagi warga masyarakat sekitarnya. Selain itu, di sejumlah titik, terdapat tiang besi PLN yang tidak terpasang tiang penyokong dan kondisi tiangnya terlihat bergoyang ke kiri dan ke kanan pada saat angin kencang datang.
Pantauan Media di sekitar Desa Siborna, Kamis (25/8), terlihat jelas jaringan kabel JTR PLN yang terselip di deretan pepohonan milik warga setempat, seperti pohon pisang, pohon sawit, pohon karet, pohon pinang dan sebagainya. Bahkan, kabel JTR PLN terlihat ada yang dipasang tidak tepat di tiang besi PLN dan dibiarkan menjuntai hingga setinggi semeteran dari permukaan tanah. Tentulah kondisi ini sangat membahayakan bagi warga masyarakatnya.
Menyikapi hal ini, Tokoh Masyarakat Desa Siborna, Marakombang Hasibuan menyatakan, dirinya merasa resah dan takut, kalau-kalau kabel JTR PLN itu akan mengambil korban jiwa, mengingat begitu mudahnya kabel bertegangan arus listrik yang dekat permukiman warfa masyarakat itu dijangkau oleh anak-anak.
"Bapak (wartawan-red) lihat sendirilah kabel PLN-nya itu hampir menyentuh tanah, hanya berjarak sekitar satu meter aja dari permukaan tanah, anak-anak pun akan mudah menjangkaunya. Bagaimana nanti, kalau pohon pisangnya itu berbuah, kemudian si anak disuruh ibunya mengambil buah pisang dan si anak tidak memperhitungkan bahaya kabel PLN yang dihadapinya itu," ujarnya.
"Kita gak tahu bagaimana kinerja layanan PLN di sini. Sudahlah lampunya sering padam, kabel listriknya juga seolah sesuka hatinya dipasang di pohon-pohon milik warga. Tengok itu, kan sengaja dipasang kabelnya di pohon karet, pohon sawit dan lainnya. Kalaulah hujan turun, pohonnya basah sedangkan arus listriknya menyala, apa itu tidak berbahaya, ya pak," tanyanya sambil menunjuk ke beberapa pepohonan warga yang dipasanhi kabel JTR PLN.
Menurutnya, warga masyarakat di Desa Siborna tentulah sudah sangat resah dengan kondisi kabel listrik PLN yang seolah tidak pernah diperhatikan, dirawat atau diperbaiki oleh pihak PLN. "Apa harus jatuh korban dulu di masyarakat kita baru layanan PLN akan diperbaiki. Padahal setiap bulannya tagihan rekening listriknya terus dibayar. Bagaimana nasib kami masyarakat kecil ini, pak. Tolonglah PLN segera bertindak," keluhnya.
Sementara itu, Supervisor Analus PLN Rayon Sibuhuan, Ardiansyah bersama Supervisor Teknik, Budi, saat dihubungi Media, Kamis (25/8) mengaku, pihaknya belum mengetahui persoalan ini. Pihaknya berjanji akan segera melakukan survei ke lokasi tersebut.
"Kami belum tahu soal kabel PLN yang di Desa Siborna maupun soal tiang PLN di situ. Tapi, kami akan segera menyurveinya nanti, pak," sebutnya. (MS)