Satres Narkoba Polres Serdang Bedagai (Sergai) menembak seorang pengedar narkotika jenis sabu-sabu yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO).
Pengedar narkotika jenis sabu-sabu bernama Wima Nutria alias Botak (26), warga Dusun IX Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai ini diringkus di Rumah Makan Sempurna, Jalan Medan-Tebingtinggi Desa Rampah Kiri, Kecamatan Sei Rampah, Kab. Sergai.
Penangkapan terhadap tersangka dipimpin langsung oleh Kasatres Narkoba Polres Sergai, AKP Martualesi Sitepu SH MH.
"DPO kasus narkotika ini diringkus berdasarkan keterangan dua tersangka yang tertangkap sebelumnya pada hari Jumat, 17 Januari 2020 lalu yaitu Juar dan Indriansyah alias Kabul," ujar Kapolres Sergai, AKBP Robinson Simatupang SH M.Hum didampingi Kasatres Narkoba, AKP Martualesi Sitepu SH MH, Rabu, (5/2/2020).
Kapolres Sergai menjelaskan bahwa jajaran Polres Sergai telah berhasil mengamankan tersangka yang saat itu sedang makan di Rumah Makan Sempurna. Petugas memperoleh informasi dari tersangka bahwa dirinya mendapatkan narkotika jenis sabu-sabu dari seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial R yang sedang menjalani hukuman.
"Nah, petugas selanjutnya melakukan undercover buy untuk menangkap bandar berinisial R dengan melalui perantara tersangka Botak. Namun sayang, tersangka berupaya merebut senjata petugas saat berupaya kabur sewaktu menunggu telepon untuk meyakinkan sang bandar berinisial R untuk bertransaksi. Oleh sebab itu, tersangka terpaksa ditembak pada bagian kakinya, setelah sebelumnya, tembakan peringatan yang diletuskan tidak diindahkan tersangka", sebut orang nomor satu di Mapolres Sergai ini.
Usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Sultan Sulaiman, kata Kapolres, tersangka berikut barang bukti tersebut di atas serta timbangan elektrik dan uang tunai sebesar Rp.125 ribu langsung digelandang ke Mapolres Sergai untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan.Undang- undang No. 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Kapolres seraya menambahkan pihaknya masih berupaya mengungkap jaringan narkotika para tersangka.