Satu unit mobil Toyota Avanza, nopol BK 1149 AAY, terbakar di Jalan Bengkel, Dusun IV Simpang Bengkel, Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
Informasi yang berhasil dirangkum awak media, mobil Toyota Avanza tersebut diketahui milik Rahmad Prayuda (37) warga Jalan Perjuangan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Menurut kabar yang beredar, mobil tersebut sengaja dibakar oleh pelaku berinisial EK (27) warga Komplek Tasri, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat.
"Kapolsek Stabat AKP Ferry Ariandy, menjelaskan bahwa antara pemilik mobil yang sudah berkeluarga, dengan pelaku pembakaran tersebut memiliki hubungan spesial yang sudah terjalin 10 bulan lamanya," ujar Kasi Humas Polres Langkat, AKP S Yudianto, Rabu (18/10).
Pasca kejadian, tepatnya pada Selasa (17/10) kemarin, ungkap Yudianto, pemilik mobil yang juga sekaligus korban, datang untuk menemui pelaku EK di Komplek Tasri. Namun sesampainya di rumah yang dituju, korban dan pelaku saling cekcok mulut.
Dalam cekcok tersebut, pelaku juga mengancam korban akan dibunuh dan membakar mobil miliknya. Namun niat tersebut urung dilaksanakan mengingat situasi masih berada di dalam komplek perumahan dan ramai warga.
"Usai mobil tersebut disiram bensin, selanjutnya pelaku menyuruh korban untuk masuk ke mobil. Pelaku juga mengambil alih setir dan membawa mobil bersama korban berjalan ke arah lokasi kejadian," tegas Yudianto.
"Pada waktu masih diperjalanan, pelaku sempat berhenti di warung minyak eceran untuk kembali membeli bensin. Kemudian pelaku mengarahkan mobil ke areal perkebunan tebu milik PTPN II Desa Kwala Begumit, Kecamatan Stabat. Sesampai di TKP, pelaku EK langsung menyiram bensin ke mobil dan langsung membakarnya," sambungnya.
Melihat mobil miliknya dibakar oleh pelaku, korban pun langsung melarikan diri guna meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar untuk memadamkan api.
Tak berselang lama, Kepala Desa Kwala Begumit yang mengetahui kejadian tersebut, langsung menginformasikan kejadian tersebut ke Polsek Stabat.
"Korban bernama Rahmat Prayuda saat ini sudah kembali ke kediamannya di Medan. Korban juga mengatakan akan kembali ke Polsek Stabat untuk membuat pengaduan guna proses hukum lebih lanjut," tutup Yudianto.