Capture Video Call Syur Tersebar, Kepala Desa Terancam Dicopot Bupati
Sulawesi (utamanews.com)
Oleh: John
Senin, 25 Des 2017 00:05
Foto capture video call yang tersebar di media sosial Facebook
Warga Desa Bonto Matene mendesak Bupati Bulukumba, Sulawesi Selatan, mencopot Kepala Desa mereka. Pasalnya di sosial media Facebook, beberapa foto yang memperlihatkan seorang perempuan berpose panas telah tersebar luas (viral). Belakangan diketahui, ternyata dalam perempuan dalam foto yang tampak dicapture dari video call tersebut, adalah kepala desa Bonto Matene.
Djarot, Kader Terbaik PDI Perjuangan dalam Pertarungan Sengit Pilgub Sumut http://dlvr.it/Q7FhYh
Dikirim oleh Utama News dot com pada 22 Desember 2017
Mengetahui hal itu, puluhan warga desa Bonto Matene demo ke Kantor Bupati, Kamis (21/12/2017). Mereka mendesak Bupati memberhentikan Ibu Kepala Desa karena telah melanggar norma sebagai pemimpin, mempertontonkan hal yang tidak etis ke Publik.
Haris, tokoh agama di Desa Bonto Matene, menyampaikan keresahan masyarakat yang tidak ingin lagi dipimpin seorang Kades yang berakhlak buruk.
"Sebagai kepala desa, Ibu itu sudah mempertontonkan hal yang tidak etis sebagai pemimpin. Ini juga mencederai citra kampung kami (Bonto Matene). Dalam agama jelas diatur, selaku umat Islam, apakah pantas seorang kepala desa melakukan hal seperti itu?" ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bulukumba, Andi Kurniady, mewakili Bupati, menegaskan bahwa ia belum bisa memutuskan sanksi yang akan dikenakan kepada kepala desa tersebut. Hanya saja menurut Kurniady, Kades tersebut terancam dipecat jika terbukti.
"Secara agama memang, tidak ada yang menghendaki hal seperti itu, kembali ke person apakah dia punya moralitas, sebagaimana disampaikan bapak dan ibu. Karena kita negara hukum maka kita harus hormati proses yang ada kerena ini termasuk dalam pelanggaran UU ITE," kata Andi Kurniady di hadapan warga.
Lanjut Kurniady, sesuai UU No 6 tahun 2016 tentang desa menjelaskan untuk sanksi bagi kepala desa yang melanggar akan dikembalikan ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sambil menunggu proses penyelidikan Kepolisian yang sementara berjalan.
Hingga saat ini belum ada penjelasan mengenai foto tak senonoh yang beredar tersebut dari Kepala Desa Bonto Matene. Pihak kepolisian juga masih menelusuri kebenaran gambar tersebut apakah memang Ibu desa atau hanya rekayasa.
"Saya sudah bicarakan ke Bupati dan Polres, katanya ibu Kades sudah mengajukan keberatan ke Polres. Ia keberatan dengan sang penyebar foto. Jadi pihak kepolisian sementara fokus mencari pelaku penyebar," jelas Kurniady.