Pelajar SMAN 1 Kecamatan Lima Puluh diserang oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) diduga menggunakan matrial batu. Dalam penyerangan tersebut dilakukan oleh sekelompok OTK berjumlah enam orang dengan mengendarai tiga sepeda motor jenis Vario.
Korban diantaranya adalah pelajar SMAN 1 Lima Puluh kelas 11, bernama Kenedy Valentino Simatupang (17). Akibat pelemparan batu oleh sekelompok OTK, kepala sebelah kiri Kenedy luka sehingga mengeluarkan darah segar.
Peristiwa penyerangan ini terjadi di sekitaran Pontas (Pondok Satasiun Kereta Api) tepatnya di Jln. Lintas Sumatera Utara, KM. 119 Lima Puluh. Atau di depan pintu masuk Kantor Bupati Batu Bara, ujar Imam Fakhri (17) yang juga kelas 11 SMAN Lima Puluh saat dikonfirmasi Utamanews.com, Senin (17/02/2025) di Puskesmas Lima Puluh.
Begitu melihat kepala teman saya Kenedy mengeluarkan darah segar, saya pun tancap gas menggunakan sepeda motor membawanya ke Puskesmas Lima Puluh yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Hal ini untuk mendapatkan perawatan medis, ujar Fakhri lagi.
Saat ditanya, apa motif sebenarnya, apakah ada dendam pribadi, atau OTK tersebut ada sakit hati dengan Kenedy. Sepengetahuan saya gak ada Om, kami gak pernah ada masalah sama orang, akui Fakhri serius.
Seperti apa OTK itu, apakah masing-masing menggunakan seragam sekolah. Yang saya lihat ada yang menggunakan celana abu-abu, bajunya dilapisi jacket. Itu saja yang saya lihat Om.
Kami pun tidak tau, setelah pulang sekolah, lalu keluar menuju jalan lintas sekitar pukul 14.30, tiba-tiba kami dihadang dengan jarak sekitar sepuluh meter. Nah di situlah mereka menyerang kami dengan melempar batu keras sehingga mengenai kepala Kenedy, tuturnya singkat.
Sementara atas kejadian yang menimpa Kenedy tersebut, untuk saat ini belum ada lagi penanganan secara hukum, baik itu buat laporan. Karena kami akan mencari tau seluk beluknya, kata salah Guru SMAN 1 Lima singkat saat dikonfirmasi wartawan ketika dia menjenguk siswanya di Puskesmas Lima Puluh.
Menanggapi adanya peristiwa penyerangan pelajar tersebut, khususnya siswa SMAN 1 Lima Puluh yang menjadi korban penyerangan OTK, Ketua KPAD Kabupaten Batu Bara, Helmi Syam Damanik, SH, MH, CRA angkat bicara.
Helmi berharap kepada pihak Sekolah SMAN 1 Lima Puluh, agar bisa menjalin kerjasama kepada lembaga kami yaitu KPAD.
Karena salah satu fungsi KPAD adalah membina korban kekerasan dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat bertapa pentingnya saling jaga anak-anak. Selain itu menerima pengaduan kasus dan konsultasi tentang perlindungan anak.
"Advokat Law Consultan FERARI Batu Bara itu juga meminta kepada Unit PPA Polres Batu Bara agar dapat mengusut atau melakukan penyelidikan secara tuntas. Siapa sebenarnya OTK yang menyerang pelajar SMAN 1 Lima Puluh Kenedy Valentino Simatupang itu," harap Helmi yang jebolan S2 Darma Agung Medan itu kapada Unit PPA Polres Batu