Informasi dihimpun, sebelumnya korban bersama orang tuanya dan rombongan dari Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) datang ke kolam berenang ini untuk rekreasi dan pembaptisan air.
"Korban datang ke kolam renang ini bersama orang tuanya dengan rombongan Gereja GSJA, korban ditemukan di bawah tangga dengan kaki yang terjepit, sedangkan yang menolong korban pertama bukanlah orang tuanya, melainkan orang lain," ujar Boru Tobing salah satu pengunjung yang melihat kejadian naas tersebut.
Lebih lanjut wanita setengah baya ini yang datang bersama keluarganya menyatakan bahwa bila melihat kondisi tubuh korban, sangat kecil kemungkinan bisa selamat.
"Setelah dinaikkan ke atas , orang tua korban dan yang lainnya langsung kumpul dan mendoakan, terus langsung dibawa keluar,mungkin ke rumah sakit. Kalau kondisi korban, tubuhnya sudah putih pucat kali, berat lah kalau untuk selamat, gak tahulah kita kalo mukjizat," pungkasnya.
Sementara itu, bu Kris yang beralamat di Gang Mesjid, Marendal sekitar 500 meter dari kolam renang Bunga Nabontar, mengatakan bahwa dirinya melihat kejadian ini, awalnya ia melihat ada keramaian di sekitar jalan menuju rumahnya.
"Saya melihat keramaian di jalan Kongsi dekat futsal ,ada seorang anak kecil sekitar umur empat tahun terbaring dan keluarga sudah berkumpul, mereka mendoakan si anak," ujar bu Kris pada awak media.
Senada dengan Boru Tobing,dirinya juga merasa kalau kondisi anak itu tidak terselamatkan lagi. "Kalau menurut saya, anak itu tidak bisa terselamatkan lagi karena sudah putih pucat kali," ujarnya lebih lanjut.
Sementara saat awak media minta keterangan dari pengurus dan kasir kolam renang yang dimiliki marga Sihaloho ini, mereka membantah ada kejadian seperti yang diceritakan orang-orang.
"Dari tadi pagi kami di sini, tapi kami tidak melihat kejadian ini. Tidak ada kejadian seperti yang abang bilang," ujar Bungan dan Juwita, kasir kolam renang Bunga Nabontar kepada para awak media.
Pantauan UTAMANEWS di lapangan, tiga orang anggota Kepolisian dari Polsek Patumbak, mendatangi kolam renang tersebut. Walau para pekerja berusaha menutupi kejadian tersebut, namun diketahui kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi di sini.