Ratusan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kab.Serdang Bedagai dan Sumut yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi ujuk rasa di depan pintu masuk kantor Bupati Sergai di Jl.Negara, Desa Firdaus, Kec.Sei Rampah, Rabu (5/11).
Sebelum masuk ke halaman kantor Bupati Sergai seratusan buruh sempat memblokir Jalinsum Sergai tepat didepan kantor tersebut selama lima menit sembari melakukan orasi, sehingga sempat memacatkan arus lalulintas dari dua arah.
Koordinator aksi, Minggu Saragih dari FSPMI Sumut dan Rosita Sentosa dari FSPMI Sergai dalam pernyataan sikapnya meminta Pemkab Sergai menetapkan UMK Sergai tahun 2015 sebesar Rp 2,2 juta.
Selain itu menolak rencana kenaikan harga BBM, mengingat dengan kenaikan harga BBM akan memperparah dan memiskinkan kaum buruh dan rakyat Indonesia,kemudian meminta peningkatan pelayanan dan sertakan seluruh pekerja dalam BPJS kesehatan, laksanakan Jaminan pensiun terhitung 1 Juli 2015.
Buruh juga menolak pemadaman listrik oleh PLN yang dampaknya sangat merugikan masyarakat dan kalangan pengusaha yang akhirnya berdampak kepada buruh.
Pihak buruh dari FSPMI Sergai juga telah melakukan survey kebutuhan hidup layak (KHL) di beberapa pasar di Kab.Sergai yang jumlahnya sebesar Rp.1.842.606,39 yang diharapkan bisa menjadi pegangan atau acuan oleh Dewan Pengupahan Sergai untuk menentukan UMK Sergai kedepan sebesar Rp 2,2 juta.
Perwakilan buruh yang berharap bertemu langsung dengan Bupati Sergai hanya diterima oleh Asisten II, Drs.H.Hadi Winarno, Kadis Sosnakerkop Sergai, Aguslan Simanjuntak SE serta beberapa Kepala SKPD lainnya untuk mediasi.
Bahkan Koordinator aksi Minggu Saragih sempat berkomunikasi dengan Bupati Sergai, H.Soekirman via telepon seluler yang menyatakan pihak Pemkab Sergai akan merespon tuntutan para buruh. (Her/Utm)