Sekitar seratusan buruh berunjuk rasa kantor Wali Kota Medan, pada Selasa siang tadi. Para buruh ini menuntut penyelesaian sejumlah persoalan buruh di kota Medan. Massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM - SPSI) Kota Medan ini datang ke kantor Wali Kota Medan menggunakan sepeda motor. Akibatnya, kemacetan di sekitar jalan yang mereka lintasi tak bisa dihindari.
Dalam orasinya, para buruh menuntut penghapusan sistem outsourcing dan mendesak penerapan upah minimum sektor kota yang telah ditetapkan. Mereka juga menolak diskriminasi terhadap buruh yang memasuki usia pensiun. Serta meminta agar pengusaha yang tidak membayar hak sepenuhnya kepada buruh yang di-PHK karena pensiun diadili dan dihukum. Serta meminta Adili pula pengusaha yang tidak mendaftarkan pekerjanya ke Jamsostek
Dalam pernyataan sikapnya, buruh juga menyampaikan sikapnya pada rencana pemerintah. Mereka menolak rencana kenaikan tarif listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Aksi buruh berlangsung tertib. Meski akibat aksi mereka ini kawasan jalan kapten Maulana Lubis mngalami kemacetan panjang. Aksi buruh usai setelah, Perwakilan mereka diterima Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis di ruang rapat Kantor Wali Kota Medan. (lbs shg)