Etnis Tionghoa Medan gelar festival Bakcang di CBD Polonia
MEDAN (utamanews.com)
Senin, 22 Jun 2015 06:34
MN
Walikota Medan dan sejumlah pengurus paguyuban etnis Tionghoa di Medan saat pembukaan festival, (20/6/2015)
Demi melestarikan kebudayaan etnis Tionghoa, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa (PSMTI) menggelar Festival Bakcang dan Barongsai di Komplek CBD Polonia Medan, Sabtu (20/6).
Gelaran Festival ini dimulai pukul 11.00 WIB sampai pada pukul 22.00 dan diisi dengan sejumlah atraksi kebudayaan Tionghoa. PSMTI didukung oleh sejumlah organisasi diantaranya, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Majelis Tinggi Agama Khonghucu (Matakin), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), serta Lembaga Komunikasi Umat Buddha Indonesia (LKUBI).
Acara yang digelar menyediakan 60 stand bazar dan berbagai macam perlombaan seperti Pertandingan Barongsai se Sumatera Utara (Terbesar)Lomba mendirikan telur, Kompetisi ikat bakcang, Kompetisi makan bakcang dan Kaligrafi chinese. Acara juga dimeriahkan oleh artis top Kota Medan.
Turut hadir dalam gelaran tersebut Wali Kota Medan, Tengku Zulmi Eldin, Ketua PSMTI Sumut Tongariodjo Angkasa, DPRD Kota Medan, Karo-Ops Polda Sumatera Utara, Jajaran SKPD Kota Medan, dan pengurus PSMTI Kota Medan dan jajarannnya.
Dalam sambutannya, Eldin menyampaikan rasa bangga atas pluralitas Kota. "Kita memahami bahwa Kota Medan adalah Kota yang multietnis dan multikultural, kita patut berbangga hati karena dengan kemajemukan yang kita miliki menjadi kekuatan yang maju dan paling membanggakan", katanya.
Eldin juga membuka lomba makan bakcang yang merupakan kuliner asli Tionghoa. Perlombaan tersebut diikuti oleh ibu ibu. Ada hal yang unik di perlombaan makan bakcang malam ini. Salah satu peserta lomba adalah wanita yang mengenakan hijab. Pembawa acara menjelaskan kalau bakcang yang disajikan adalah bakcang vegetarian dan halal dikonsumsi untuk orang muslim.
Festival etnis Tionghoa kali ini diadakan sebagai pelestarian kebudayaan Tionghoa. "Dalam pelaksanaan festifal bakcang juga sebagai pelestarian budaya tradisional etnis Tionghoa", ujarnya.
Harapan Eldin dengan adanya festival ini bisa menambah pengetahuan masyarakat kota Medan dengan budaya etnis Tionghoa.
Masyarakat yang hadir juga sangat antusias dengan adanya gelaran ini. Walaupun didominasi etnis Tionghoa, pengunjung dari etnis lain juga berbaur. Ari merupakan etnis melayu yang juga hadir dalam festival ini.
"Saya datang kesini untuk mempelajari apa saja kebudayaan etnis Tionghoa, dan juga ingin mencicipi bakcang", katanya. (*)