Rabu, 29 Apr 2026

Gapoktan Jaya Muda Laksanakan Panen Padi Sawah

TABAGSEL (utamanews.com)
Jumat, 25 Nov 2016 08:47
Sejumlah petani anggota gabungan kelompok tani (Gapoktan) Jaya Muda Desa Pasir Jae Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas) secara serentak melaksanakan panen padi sawah di atas lahan persawahan seluas 200 Ha, hasil pertanaman padi musim kedua tahun 2016, pada pertengahan bulan agustus lalu.

Proses pemanenan padi sawah seluas ratusan hektare tersebut dilakukan secara manual oleh puluhan anggota petani dan untuk mempercepat proses pemanenan padi tersebut, gapoktan juga menggunakan 1 unit alsintan pemanen padi combain harvester bantuan dari Dinas Pertanian (Distan) Palas.

"Untuk mempercepat proses panen padi sawah ini, selain tetap menggunakan tenaga manual anggota petani, kita juga gunakan satu unit alsintan combain harvester. Bila kita gunakan tenaga manual saja, bisa habiskan waktu sebulan untuk panennya," sebut Ketua Gapoktan Jaya Muda, Tarmizi Lubis kepada wartawan, Kamis (24/11).

“Tapi, dengan dibantu alsintan pemanen ini, bisa dipercepat waktu panennya, selambatnya tiga minggu udah selesai kita proses panennya," ujarnya.
Jenis benih padi sawah yang ditanam petani ini, lanjutnya, merupakan varietas padi mekongga dengan hasil produksi panen sebanyak 5,2 ton perhektare. Diperhitungkan, dari seluas 200 Ha areal padi sawah yang dipanen itu akan didapatkan sebanyak 1.040 ton padi siap giling.

"Hasil panennya, nanti akan kita jual ke toke padi di Sibuhuan dengan harga jual sebesar Rp. 5.800 perkilo. Sebagian lagi dari hasil panen padi untuk kebutuhan konsumsi anggota petani kita," terangnya.

Setelah lahan persawahan selesai dipanen, tambahnya, lahan itu akan didiamkan selama 3 minggu. Untuk selanjutnya, Gapoktan Jaya Muda berencana akan mengolah kembali lahan tersebut, untuk persiapan pertanama benih penangkar padi sawah.

Dikatakan Tarmizi, pihaknya belum bisa menjual padi dalam bentuk beras ke masyarakat, karena pihaknya belum memiliki gudang penyimpanan padi dan juga mesin penggiling padi. Untuk penyimpanan sementara sebelum padi dijual ke toke, padi disimpan di rumah petani.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Padahal, bila kita bisa menggiling padi sendiri, hadil berasnya bisa kita jual ke pasar dengan harga Rp. 150.000 perkalengnya atau sekitar Rp. 15.000 perkilonya. Tentunya ini bisa mendongkrak pendapatan petani kita," tegasnya.

Oleh karena itu, gapoktan ini sangat berharap agar pemerintah bisa membuatkan bangunan gudang penyimpanan padi dan mengadakan mesin penggiling padi. "Untuk mendorong pendapatan ekonomi dan meningkatkan ekonomi petani kita," pungkasnya. (MS)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️