Kamis, 30 Apr 2026

Pendidikan lingkungan hidup yang inovatif di sekitar ekosistem Leuser

MEDAN (utamanews.com)
Rabu, 25 Sep 2013 21:03
<i>Penggiat lingkungan hidup serta pejabat badan terkait bersama Deputi Konsul A.S. Trevor Olson dan perwakilan Kantor Regional Kedutaan Besar A.S. Bangkok Bryan Switzer pada konferensi pers dana hibah program pendidikan kesadaran lingkungan Ekosistem Leu
 ist

Penggiat lingkungan hidup serta pejabat badan terkait bersama Deputi Konsul A.S. Trevor Olson dan perwakilan Kantor Regional Kedutaan Besar A.S. Bangkok Bryan Switzer pada konferensi pers dana hibah program pendidikan kesadaran lingkungan Ekosistem Leu

Sebuah dana hibah baru dari Pemerintah Amerika Serikat menyediakan program pendidikan lingkungan hidup yang inovatif dan berkembang bagi anak-anak dan komunitas di sekitar Ekosistem Leuser. Proyek tersebut, yang dimulai pertengahan tahun 2013 di beberapa kabupaten di Aceh, akan menanamkan pemahaman tentang berharganya lingkungan hidup, pengetahuan yang akan membantu mereka melestarikan Ekosistem Leuser yang unik seumur hidupnya. Program pendidikan lingkungan hidup ini melengkapi usaha pelestarian   lingkungan Amerika Serikat lainnya di Sumatera yang bernilai lebih dari 20 juta dollar AS.

Pemerintah  Amerika Serikat bermitra dengan Leuser International Foundation (LIF/ Yayasan Leuser Internasional) dalam usaha bernilai $ 25.000 ini di kabupaten Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Aceh Tenggara dan kota Subulussalam di Provinsi Aceh. Sebagai bagian dari program ini, para siswa akan membentuk Eco-Club sebagai forum yang ideal untuk membahas isu lingkungan setempat dan mereka akan meyakinkan orang tua dan lingkungan desa mereka akan pentingnya ekosistem dan pelestariannya. Para guru yang telah mendapatkan pelatihan dan memiliki kepedulian lingkungan akan mengkordinir Eco-club, menggunakan Buku Ajar khusus tentang lingkungan hidup yang diterbitkan oleh LIF dan diakui oleh Pemerintah Propinsi Aceh.

Kegiatan ini melengkapi banyak lagi usaha A.S. atas pelestarian di Sumatera. Perjanjian pengalihan utang untuk alam di bawah UU konservasi hutan tropis AS Tropical Forest Conservation Act (TFCA)   antara pemerintah Amerika Serikat dan Indonesia menyediakan dana $ 20 juta kepada organisasi-organisasi yang melakukan pelestarian hutan di area ini. Usaha serupa yang didanai Pemerintah A.S. termasuk beberapa program yang dikelola oleh USAID dan U.S. Fish and Wildlife Service, bertujuan untuk melindungi spesies unik di Sumatera serta hutan sebagai habitatnya, yang sangat penting demi kelangsungan hidup spesies tersebut. Ekosistem Leuser merupakan habitat bagi beberapa spesies terakhir dari Gajah Sumatera, Harimau Sumatera dan Orangutan Sumatra liar.

Tentang TFCA Sumatera: Program TFCA Sumatera dimulai tahun 2009 dan merupakan realisasi dari skema pengalihan utang untuk lingkungan (Debt for-Nature Swap) antara Pemerintah Amerika Serikat dan Pemerintah Indonesia untuk perlindungan hutan tropis di Sumatera. Program ini akan mengurangi pembayaran utang Indonesia ke Pemerintah AS hampir $30 juta dalam jangka 8 tahun.   Sebagai gantinya, Pemerintah Indonesia mendanai $ 20 juta dalam bentuk hibah kepada beberapa lembaga untuk melindungi dan memulihkan hutan tropis Indonesia. Conservation International dan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (KEHATI), adalah rekanan dalam perjanjian ini dan berkontribusi $ 2juta kepada program tersebut. 
Informasi lebih lanjut mengenai TFCA Sumatera dapat dilihat di: http://www.tfcasumatera.org
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️