Sabtu, 02 Mei 2026

Empat Pilar Kebangsaan Menjadi Penyanggah Keutuhan Bangsa Indonesia

MEDAN (utamanews)
Rabu, 14 Mei 2014 18:01
<br>
 utamanews


Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Bhineka Tunggal Ika Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan empat pilar kebangsaan yang menjadi penyangga keutuhan bangsa Indonesia, keempat pilar ini lahir melalui empat pristiwa bersejarah yakni Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Penetepan Pancasila pada 1 Juni 1945, Proklamasi pada 17 Agustus 1945 dan pengesahan UUD 1945, atas empat pristiwa tersebut lahirlah NKRI yang menjadikan kita sebagai bangsa yang besar.

Hal ini dikatakan oleh Plt Walikota Medan diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Ramlan Tarigan pada acara sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI kepada para guru tingkat SD,SMP,SMA/SMK dan sederajat se Kota Medan, Rabu (14/5) di aula Sekolah Moderen Nan Yang Zhi Hui School Jalan Abdullah Lubis Medan.

Dikatakannya, sebagai bangsa yang besar bukanlah merupakan hal yang mudah untuk mempertahankan keempat pilar kebangsaan tersebut, mengingat negara kita terdiri dari berbagai macam ras, suku, adat sitiadat, agama dan budaya, untuk itu kita sebagai warga negara harus memaknai keempat pilar kebangsaan tersebut dengan menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga kita dapat menempatkan diri secara proporsional dalam kehidupan berbangsa dan bernegara khsusunya di Kota Medan yang kita banggakan bersama.

Menurutnya, menghadapi era globalisasi tidak dapat dipungkiri bahwa dikemudian hari akan ada oknum atau gerakan yang mencoba untuk mematahkan keempat pilar kebangsaan tersebut, inilah yang harus kita antisipasi bersama, maka ada empat pedekatan yang harus kita lakukan agar keempat pilar kebangsaan tersebut tetap utuh, yakni pendekatan kultural dengan memperkenalkan budaya dan kearifan lokal, pendekatan edukatif, pendekatan hukum dan pendekatan struktural.

“Kepada para peserta yang terdiri dari guru-guru agar nantinya dapat menerapkan keempat pendekatan tersebut ditengah-tengah lingkungan mengajar, kepada para generasi muda agar tidak terjebak dalam gerakan separatisme, tetap menjaga keutuhan tanah air, memelihara persatuan dan kesatuan, “ ujar Ramlan.

Ketua Kelompok VII Tim Kerja MPR-RI Drs Ibrahim Sakti Batubara mengatakan, acara sosialisasi empat pilar kebangsaan ini merupakan program kerja sama anatar MPR-RI dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Medan, kegiatan ini dinilai positif dalam rangka meningkatkan pengetahuan kebangsaan serta keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia.

Dikatakannya, belajar dari negara besar yang sekarang punah cerai berai menjadi kuburan sejarah, dan  melihat keberagaman bangsa kita yang bermacam suku, rasa, budaya, agama tentunya berpotensi  terjadi perang antar suku, ditambah lagi era globalisasi yang mengantarkan kita menjadikan dunia sermakin tak terbatas, untuk menangkalnya ini kita punya warisan  yakni empat pilar kebangsaan yang menjadi penyanggah keutuhan bangsa.

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dengan nara sumber dari para anngota MPR-RI dapil Sumatera Utara yakni Drs Ibrahim Sakti Batubara, Didi Irawadi S SH, Meutya Hafid dan Rofiq Munawar. (D)
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️