Minggu, 03 Mei 2026

Dinilai sering mangkir tugas dan tidak peduli, warga PIR Trans Sosa 3A minta Kasek SDN 0716 diganti

TABAGSEL (utamanews.com)
Minggu, 17 Jan 2016 10:28
<i><font color=Terlihat jelas kondisi di dalam 3 dari 6 unit ruang kelas pada SDN 0716 PIR Trans Sosa 3A Kecamatan Huragi Kabupaten Palas yang darurat dan sangat memprihatinkan. Kondisi buruknya ruang kelas di sekolah ini, menurut warga setempat" src="https://utamanews.com/photo/dir012016/UtamaNews_Dinilai-sering-mangkir-tugas-dan-tidak-peduli--warga-PIR-Trans-Sosa-3A-minta-Kasek-SDN-0716-diganti.jpg" class="p-0 img-fluid w-100" style="object-fit: cover;" loading="lazy" title="Terlihat jelas kondisi di dalam 3 dari 6 unit ruang kelas pada SDN 0716 PIR Trans Sosa 3A Kecamatan Huragi Kabupaten Palas yang darurat dan sangat memprihatinkan. Kondisi buruknya ruang kelas di sekolah ini, menurut warga setempat">
 MAULANA SYAFII

Terlihat jelas kondisi di dalam 3 dari 6 unit ruang kelas pada SDN 0716 PIR Trans Sosa 3A Kecamatan Huragi Kabupaten Palas yang darurat dan sangat memprihatinkan. Kondisi buruknya ruang kelas di sekolah ini, menurut warga setempat

Dinilai lalai dan sering mangkir dalam melaksanakan tupoksinya sebagai seorang kepala sekolah (Kasek), serta dirasa kurang peduli dengan pembangunan sarana prasarana penunjang pendidikan di SDN 0716, puluhan orang tua wali murid dan warga masyarakat Desa PIR Trans Sosa 3A Kecamatan Hutaraja Tinggi (Huragi) Kabupaten Palas meminta kepada Pemkab Palas agar menggantikan kasek tersebut.

Hal ini terungkap dari surat yang dilayangkan puluhan orang tua murid yang ditujukan kepada Kadis Diknas Palas. Pada surat tertanggal 4 Juli 2013 itu, turut dilampirkan sedikitnya 20-an tanda tangan dari orang tua wali murid, warga masyarakat dan juga ditanda tangani oleh Kepala Desa dan BPD setempat.

Dalam surat itu disebut, Kasek atas nama Fajariyanto, S. Pd itu, selama 2 tahun dinilai tidak proaktif lagi di lingkungan sekolah dan sering meninggalkan tugasnya sebagai kasek. Bahkan disebut-sebut, kasek tersebut masuk ke sekolah hanya sebanyak 2 hari dalam seminggu dan berada di sekolah hanya selama 1 hingga 2 jam saja.

Mengingat surat pengaduan pertama yang dilayangkan belum juga disikapi oleh Pemkab Palas, para orang tua murid kemudian melayangkan surat kedua, yang ditujukan kepada Bupati Palas Cq Kepala BKD Palas. Pada surat bertanggal Januari 2016 ini juga turut dibubuhi tanda tangan 20-an orang tua murid, warga masyarakat setempat juga kepala desa dan BPD desa itu.
Kepala Desa PIR Trans Sosa 3A, Sukadno saat ditemui Media, Sabtu (16/1) membenarkan dirinya bersama BPD desa turut menanda tangani surat pengaduan orang tua murid terkait kinerja Kasek SDN 0716 yang dinilai kurang tanggap dan kurang peduli dengan pembangunan sarana prasarana di sekolah itu. 

"Seperti sarana WC sekolah yang tidak berfungsi dan banyaknya mobiler kelas, seperti kursi/bangku dan meja belajar yang rusak dan ditumpuk di dalam ruang kelas, tentulah proses belajar mengajar di kelas tidak nyaman. Memang, persoalan ini sudah pernah dibahas lewat rapat komite sekolah untuk segera dibenahi oleh pihak sekolah," ujarnya.

"Namun, sepertinya hingga kini tidak terlihat adanya perubahan dan perbaikan. Makanya, atas nama pemerintah desa setempat kami mendukung pengaduan orang tua murid dan mencari pengganti kasek ini untuk perbaikan sekolah di desa ini, padahal sekolah itu punya kebun sawit yang bisa dikelola. Bila saya yang jadi kaseknya, saya merasa malu dengan kondisi di sekolah ini," pungkasnya.

produk kecantikan untuk pria wanita

Saat Media mengunjungi sekolah yang sudah lebih dari 20 tahun berdiri sejak tahun 1990-an silam itu, pada Sabtu (16/1), terlihat di dalam ruang-ruang kelas sekolah ini, sudah banyak ruang kelas yang kondisinya darurat, plafon ruang kelas bolong, lantainya terlepas, dindingnya yang mau roboh, tentunya membahayakan bagi para siswa. Serta tumpukan mobiler yang rusak di dalam ruang kelas, tentulah mengganggu kenyamanan dalam proses pembelajaran.

Sayangnya, Media tidak bertemu dengan Fajariyanto, S. Pd sang kasek. Namun, sejumlah guru terlihat sedang mengajar di ruang kelas menjelang akhir jam belajar, ada juga sejumlah guru yang tidak hadir. Namun, Sunarto si penjaga sekolah SD itu, terlihat duduk di ruang kasek sedang mengerjakan sesuatu dengan laptopnya.

Sunarto, yang sejak tahun 1995 silam bertugas di SD ini membenarkan, selama ia bertugas di situ belum pernah sekalipun dilaksanakan pembangunan ataupun renovasi ruang kelas baru oleh pemerintah. Sesuai data tahun 2015, jumlah siswa di SD ini sebanyak 153 orang, ruang kelas 6 unit, guru PNS sebanyak 4 orang, 1 orang penjaga sekolah dan 4 orang guru honor.

iklan peninggi badan
"Tidak ada pembangunan di SD ini hingga akhir tahun 2015 dari pemerintah. Mungkin, orang itu (pemerintah-red) nggak percayai kita atau mungkin orang itu sendiri yang akan buat bangunan di sini. Gak usah aku yang ngomonglah, tapi lihat sendirilah bangunannya," sebutnya.

"Kalau pun ada pembangunan pagar sekolah dan taman sekolah, itu dananya dikumpul-kumpul dari hasil kebun sawit milik sekolah," tambahnya.

Ditanya soal surat pengaduan orang tua murid, Sunarto menyatakan, boleh-boleh saja buat aduan, tapi bisa dilihat langsung bagaimana kondisi dan keadannya. Diakuinya, namanya warga yang anaknya disekolahkan di SD ini tentunya ada yang puas dan tidak dengan sistem pembelajaran di sini, itu terserah penilaian warga.

"Tapi, kami di sini tetap mengupayakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di sini. Namanya juga bangunan tahun 93, wajarlah banyak sarana sekolah yang rusak, seperti sarana WC sekolah sebanyak 6 pintu, tapi tidak ada yang berfungsi," ujarnya. (MS)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️