“Saya berharap para wisudawan dan wisudawati yang dilantik hari ini dapat mengabdikan diri dengan baik. Semoga ilmu yang diterima selama ini dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas nantinya. Jadilah bidan dan perawat yang bekerja dengan penuh kesabaran dan selalu bersikap ramah kepada pasien,” kata Eldin.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin MSi ketika menghadiri acara Wisuda Ahli Madya Keperawatan dan Ahli Madya Kebidanan Kesehatan lulusan Universitas dan Akademi Kesehatan Sari Mutiara Tahun Akademik 2012/2013 di Selecta Convention Hall Jalan Listrik Medan, Selasa (30/7).
Kemudian Eldin menjelaskan, pada dasarnya ada dua pengobatan dan pemulihan yang seharus diterima pasien. Pertama, pengobatan medis berupa pengecekan dan obat-obatan. Sedangkan pengobatan kedua yakni psikologis melalui keramahtamahan dan pelayanan prima sehingga pasien memiliki motivasi sembuh.
“Kita semua menginginkan pelayanan-pelayanan di rumah-rumah sakit, klinik serta puskesmas ke depannya harus terus ditingkatkan. Tidak hanya dari segi ketersediaan obat-obatan dan alat-alat yang mutakhir tetapi juga kehadiran perawat dan bidan yang selalu siap siaga menolong masyarakat juga harus ditingkatkan,” harapnya.
Mengacu itulah Eldin berharap kehadiran tenaga-tenaga medis yang muda, fresh graduante akan semakin mendorong terwujudnya kehadiran perawat dan bidan yang selalu siap menolong masyarakat. Serta mengucapkan terima kasih Universitas dan Akademik Kesehatan Sari Mutiara yang telah melahirkan insan-insan kesehatan berkompeten dan diharapkan akan mampu menjadi salah satu motor penggerak peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kota Medan.
Acara wisuda ini turut dihadiri sejumlah pimpinan SKPD di lingkungan Pemko Medan, anggota DPD RI parlindungan Purba, Ketua APTISI Provinsi Sumatera Utara DR H Bahdin Nur Tanjung SE MM, Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut Prof Dian Armanto MPd MA MSc, Rektor Universitas sari Mutiara Indonesia Dr Ivan Elsabeth Purba MKes, dosen dan staf pengajar Universitas Sari Mutiara Indonesia serta orang tua wisudawan. (hpm)