Mungkin anda sudah lupa dengan Riska Amanda, bayi asal kabupaten Batubara, berusia 1 tahun 3 bulan yang memiliki tumor di bagian pantatnya. Setelah sempat menarik perhatian publik pada pertengahan bulan ini, Riska akhirnya menghembuskan nafas terakhir Jumat sore (29/04/2016) di RSUP Adam Malik Medan, Sumatera Utara.
Riska Amanda, bayi malang penderita tumor di bagian pantat saat menanti perawatan di RS Pirngadi Medan, (11/4/2016).
Bayi malang itu menghembuskan nafas terakhir karena tak kuasa menahan sakit di jantung dan Tumor Teratoma yang menggerogoti bagian pantatnya.
“Sekira jam enam sore tadi bang (meninggalnya),” kata Rina, bibi dari Riska Amanda di RS Adam Malik Medan, sambil menahan airmatanya. Sementara Risna, ibu Riska Amanda tampak terus menangis di samping kereta jenazah.
Jenazah bayi pasangan M Syahri-Risna itu langsung dibawa pulang ke Desa Masjid, Kecamatan Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara untuk disemayamkan dan rencananya akan dikebumikan hari ini (30/04/2016) tak jauh dari tempat tinggalnya di sana.
Dari Medan, jenazah dan keluarga diantarkan mobil ambulan gratis oleh salah satu organisasi Melayu terbesar di Kota Medan.
Sebelum menjadi pasien RS Adam Malik, Riska merupakan pasien RS Pirngadi Medan sejak 11 April 2016. Itupun awalnya sempat diperlakukan tidak baik oleh manajemen RS Pirngadi, karena sejak tiba dari Batubara pukul 05.00 WIB, pasien tidak dilayani dan diberi ruang sementara hingga pukul 12.00 WIB.
Riska Amanda baru dilayani setelah sejumlah wartawan mengkonfirmasi hal itu kepada Dirut RS Pirngadi Medan dr Edwin Effendi.
Pada 12 April 2016, Riska Amanda akhirnya dirawat inap di RS Pirngadi. Karena kondisi tubuhnya tidak memungkinkan, maka pihak RS Pirngadi memutuskan belum melakukan operasi terhadap tumor yang diderita Riska Amanda.
Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit milik Pemko Medan itu, Riska Amanda akhirnya dirujuk ke RS Adam Malik pada pekan kemarin.
Pihak RS Adam Malik juga belum bisa melakukan operasi terhadap tumor diderita Riska karena kondisi tubuh bayi mungil itu belum memungkinkan.
Kata pihak keluarga, selain tumor di bagian pantatnya, ada juga cairan dalam jantung Riska Amanda. Namun pada 29 April 2016 sore, perjuangan Riska melawan sakitnya akhirnya berkesudahan. Riska meninggal dengan kondisi belum sempat dioperasi. Perjuangannya adalah ingatan bagi kita semua. Terimakasih telah mengajarkan kepada kami arti sebuah perjuangan.