Drs. Sugeng Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menyatakan, ada beberapa desa di Kabupaten Labura yang blank spot. "Beberapa desa yang blank spot dalam arti tidak ada signal di Labura. Kita telah berupaya mengatasinya. Dalam hal ini kita telah mengusulkan kepada Pemerintah Pusat yakni Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk membangun sarana komunikasi mini di daerah yang blank spot. Ada di dua kecamatan, yakni Aek Natas dan Kec. Na IX- X'', ucapnya, Jumat (10/7).
"Harapan kami kiranya Kemkominfo dapat menggandeng para provider agar sesegera mungkin membangun jaringan komunikasi yang belum merata agar masyarakat Labura dapat menikmati layanan internet secara merata sesuai dengan yang dibutuhkan", ucapnya.
Disebutkanya lagi bahwa Pemkab tak memiliki kewenangan untuk menangani masalah layanan internet.
Pemerintah saat ini akan memberlakukan proses pembelajaran daring dengan sistem jarak jauh dan dengan menggunakan layanan internet untuk melakukan pencegahan Covid-19. Nah, dalam mewujudkan hal tersebut tentunya di semua pelosok desa dan dusun harus dapat mengakses dengan mudah layanan internet.
Namun pada kenyataannya, berdasarkan investigasi Media ini, di Kabupaten Labuhanbatu Utara masih banyak desa dan dusun yang blank spot. Bagaimana mungkin proses daring berjalan dengan sempurna dan baik , jika masih ada pelosok dusun dan desa yang masih blank sopot. Dan bagaimana pula nasib pelajar yang berada di pelosok sana.