Selasa, 13 Apr 2021 00:55
  • Home
  • advertorial
  • "Invisible Hopes", Menilik Kembali Kebaradaan anak-anak yang lahir dan hidup dalam penjara

"Invisible Hopes", Menilik Kembali Kebaradaan anak-anak yang lahir dan hidup dalam penjara

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 21 Feb 2021 12:31
Lam Tiar Film
Awalnya kami tidak tahu, dan ketika baru tahu bahwa ternyata banyak anak yang lahir dan dibesarkan dalam penjara kami sangat kaget. Buat kami itu tidak adil. Anak-anak itu harus hidup bebas dan bahagia, mendapatkan haknya sama seperti anak lainnya, sama seperti kami waktu kecil. Itu yang mendorong kami untuk membuat film Invisible Hopes, bukan dalam rangka menjelek-jelekkan siapapun. Kami sebagai filmmaker melakukan apa yang kami mampu, semoga film ini dapat dipakai untuk alat raising awareness, untuk bahan diskusi supaya ada sebuah solusi yang lebih baik bagi anak-anak dan ibu hamil dalam penjara.

Demikian diungkapkan Lamtiar Simorangkir, pada saat rilis terbatas dan diskusi film dokumenter "Invisible Hopes" pada tanggal 19 Februari kemarin. Rilis film ini dilakukan dengan mengundang kalangan terbatas, yaitu Kementerian Hukum dan Ham RI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Komnas HAM dan Ombudsman RI.

Acara tersebut dilakukan dalam rangka rilis terbatas film "Invisible Hopes" hanya kepada kalangan yang dianggap bersinggungan langsung dengan isi dalam film tersebut untuk menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang dapat di-follow up bersama untuk perbaikan kondisi para anak-anak yang lahir dari ibu narapidana dan terpaksa hidup dalam penjara bersama dengan ibu mereka.




"Saya melihat mba Tiar (nama panggilan Lamtiar Simorangkir) dan teman-teman ini punya passion yang tinggi, tidak banyak yang memiliki kerja-kerja professional di film mendokumentasikan hal-hal yang seperti ini. Ini resikonya besar buat dia dan teman-teman tim, tapi dia ambil itu. Kesulitannya bukan hanya besar tapi besar sekali! Tapi dia ambil itu. Duitnya gak ada cuma punya kemauan. Nah kemauan inilah yang kemudian kita semua tadi melihat film ini tanpa narasi pun sudah kelihatan apa sih yang mau dipotret. Substansinya sangat banyak sekali", ujar ibu Ninik Rahayu anggota Ombudsman RI pada saat diskusi setelah pemutaran film.

"Film ini bisa membingkai bagaimana kondisi perempuan dan anak-anak saat ini, perempuan hanya punya tubuh tapi tidak punya kuasa. Saya berharap pimpinan dari pemerintah yang hari ini hadir bersedia mengkomunikasikan dengan pimpinan yang tertinggi kepada pak Menteri dan mendialogkan dengan kementerian lembaga terkait, setidaknya kepada Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mereka harus melihat film ini. Ini bagian kecil yang tadi di potret tapi persoalan besar bangsa ini. Tahap berikutnya mesti ngajak menonton film ini aparat penegak hukum kita, kepolisian, kejaksaan, Mahkamah Agung dan BNN", lanjut beliau.

Film Invisible Hopes yang disutradarai dan produseri oleh Lamtiar Simorangkir merupakan hasil produksi komunitas film Lam Horas Film. Mereka membuat film secara kolaboratif dan dengan pembiayaan kolaboratif juga.


Menurut Lamtiar, project Invisible Hopes dimulai hanya dengan dua orang, dia dan seorang temannya yang berperan sebagai sinematografer. Awalnya akan dibuat hanya menjadi sebuah film pendek untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa ada anak yang lahir dan hidup dibalik jeruji penjara, namun dalam proses pembuatannya berkembang menjadi sebuah film panjang. Untuk dapat menyelesaikan proses paska produksi mereka mendapatkan support funding dari Kedutaan Besar Swiss dan Kedutaan Besar Norwegia.

Sementara itu ibu Putu Elvina komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan apresiasinya kepada tim Lam Horas Film. "Selama penayangan betul kita menguras airmata. Lalu kemudian kita akan mengingat apa yang terjadi betapa beratnya perjuangan seorang narapidana perempuan kemudian bayi mereka ikut berada di dalamnya. Berbagai hak-hak narapidana perempuan termasuk anak yang mereka kandung dan lahirkan itu merupakan bagian-bagian dari hak-hak perempuan dan anak yang harus kita perjuangkan. Beberapa hak memang kalo kita lihat di film tersebut banyak hak-hak mereka yang terampas atau tidak diperoleh dengan baik. Tentu saja dalam momen ini kami memberikan rekomendasi mohon agar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bisa kemudian melihat kembali upaya-upaya untuk memperbaiki kondisi narapidana atau tahanan serta anak-anak yang berada disitu", ungkap beliau.

Acara yang dihadiri oleh sekitar 30 orang undangan tersebut dilakukan di studio 1 XXI Plaza Senayan yang berkapasitas 300 kursi dengan menjalankan protocol Kesehatan Covid-19 yang sangat ketat.

Komnas HAM yang diwakili oleh komisioner ibu Sandrayati Moniaga menyampaikan bahwa beliau merasa senang telah diundang untuk melihat film Invisible Hopes sebelum dipublish ke publik.




Menurut beliau bahwa film Invisible Hopes selain punya kekayaan dokumentasi aspek sinematografinya juga baik, filmnya bisa dinikmati, ada segi keindahannya dan tidak membosankan. "Saya rasa ini satu terobosan yang menarik yang mungkin bisa didiskusikan Bapak Ibu di Ditjendpas dan pak Menteri tentang bagaimana peran pembuat film, bagaimana peran kamera dan orang-orang dibalik kamera itu untuk merekam situasi yang sesungguhnya didalam Lembaga Pemasyarakatan maupun tahanan. Kami misalnya di Komnas Ham, paling kita bisa memantau sehari-dua hari itupun hanya ketemu beberapa orang, itupun kadang diatur ketemunya dengan siapa, tapi untuk mengetahui situasi di dalam itu jauh dari kemungkinan. Saya rasa film ini bisa menunjukkan kekuatan dari pembuat film, peran strategis dari para pembuat film dokumenter untuk membantu kita memahami persoalan sesungguhnya dan kemudian memikirkan solusi-solusi yang lebih pas dibandingkan kalo kita hanya datang hit and run", sambung beliau.

Kementerian Hukum dan HAM yang diwakili oleh bapak Thurman Hutapea (Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi) menyatakan merasa miris melihat kondisi yang ada di dalam film. "Rutan dan Lapas saat ini berlomba-lomba untuk memperbaiki. Tapi ini masukan yang berharga untuk koreksi kami kedepan. Kalo kita bicara tentang pelaksanaan apa yang disampaikan oleh bu Ninik sebagai institusi yang berperan aktif melakukan pengawasan terhadap jajaran kami, kami miris sebenarnya, kenapa? Tanggungjawab untuk pembinaan narapidana yang ada itu bukan tanggungjawab kami semata. Itu seluruh komponen. Kami kan muara paling akhir di dalam proses penegakan hukum", ungkapnya.


Di akhir acara ditemukan kesimpulan dan rekomendasi-rekomendasi. Kesimpulan yang diambil adalah catatan penting yang digaris bawahi bahwa ini adalah PR bersama, ini adalah isu bangsa yang cukup besar, anak-anak ini harus mendapatkan hak-haknya, kepentingan terbaik anak harus didahulukan.

Rekomendasi yang dihasilkan antara lain: Kemenkumham penting memimpin untuk mengagendakan dialog yang sangat serius lintas kementerian untuk membuat kebijakan-kebijakan pemenuhan HAM di dalam penjara terutama hak perempuan dan anak. Kedua, perlu ada reformasi criminal justice system baik dalam proses peradilan maupun pendampingan hukum juga membuat pola edukasi yang membuat koreksi agar kehidupan warga binaan mempunyai kehidupan sosial yang lebih normal. Ketiga, seruan bagaimana membuat film Invisible Hopes menjadi ruang dialog dengan apparat penegak hukum yang lain.

Acara tersebut ditandai dengan penandatanganan bersama poster film "Invisible Hopes" sebagai symbol bahwa semua lembaga terkait dan Lam Horas Film siap bekerjasama untuk mencari solusi terbaik bagi anak-anak dan ibu hamil dibalik jeruji penjara. Film Invisible Hopes sendiri akan dirilis resmi ke publik dengan melakukan premier pada awal bulan April mendatang.

Editor: Budi

T#g:anakFilmpenjara
Berita Terkait
  • Sabtu, 10 Apr 2021 16:30

    Bawa Sabu-Sabu, Anak Usia 17 Tahun Diringkus Polres Pematang Siantar

    Seorang anak yang masih dibawah umur bernama Jago (Nama samaran) (17) warga Narumonda Bawah, diringkus Personil Satresnarkoba Polres Pematang Siantar kedapatan membawa Narkotika jenis sabu-sabu, Kamis

  • Jumat, 02 Apr 2021 00:32

    Pemprov Sumut Tetap Komitmen Dalam Upaya Perlindungan Perempuan dan Anak

    Kemajuan bangsa bergantung pada bagaimana peran pemerintah dalam hal perlindungan perempuan dan anak. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) tetap komitmen dalam upaya perlin

  • Sabtu, 27 Mar 2021 11:47

    Mohon Bantuan, Anak Ini Tersesat, Mengaku Dari Desa Bunga Tanjung, Telawi, Batubara

    Seorang anak berjenis kelamin Pria, yang mengaku berasal dari Kabupaten Batubara, tersesat di Kota Binjai. Menurut pengakuan sang anak, ia bermaksud untuk mencari keluarganya yang ada di Kota Binjai.M

  • Rabu, 24 Mar 2021 08:24

    Satgas Pamtas Yonif 131/Braja Sakti Hibur Anak-Anak Papua Dengan Atraksi Sulap

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 131/Braja Sakti Pos Koya Kosso menghibur anak-anak di SD Negeri 14 Kampung Koya, Distrik Abepura, Jayapura, Papua, dengan atraksi sulap. Atraksi ini ditampilkan langsung ole

  • Selasa, 16 Mar 2021 13:16

    Prajurit TNI Mengajar Ngaji Anak- Anak Desa Pematang Di Lokasi TMMD 110

    Prajurit satgas TMMD 110 Kodim 0209/LB mengajar ngaji anak-anak di Masjid Al Istqomah Desa Pematang Kecamatan NA IX-X Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin malam (15/03/2021).Kegiatan tersebut sudah ruti

  • Rabu, 10 Mar 2021 23:20

    Layanan Pengaduan Tindak Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Perlu Ada Sampai ke Tingkat Desa

    Banyak kejadian kekerasan pada perempuan dan anak tidak dilaporkan dan tidak ditindaklanjuti, sehingga tidak tercakup dalam data-data yang dilaporkan. Hal itu dikarenakan masih banyak masyarakat yang

  • Selasa, 02 Mar 2021 01:02

    Gubernur Edy Rahmayadi Apresiasi Tim Dokter Pemisahan Kembar Siam

    Setelah dua kali menjalani operasi pemisahan, kini bayi kembar siam yang beri nama Adam dan Aris sudah dinyatakan sehat dan diperbolehkan untuk pulang. Anak dari pasangan Supono (32) dan Nur Rahmawati

  • Sabtu, 27 Feb 2021 23:57

    Dandim Sambas Apresiasi Kedekatan Dansatgas TMMD Dengan Anak-Anak

    Canda tawa dan riang nampak di wajah anak kecil saat bersanda gurau bersama Dandim 1206/PSB Letkol Inf Jemi Oktis Oil S.I.P di lokasi TMMD ke-110 di Dusun Tintin Kemantan, Desa Hulu Pengkadan, Kecamat

  • Senin, 22 Feb 2021 16:42

    Wujudkan Anak Papua Cerdas, Dankolakopsrem 172/PWY Resmikan Pondok Baca dan Taman Bermain

    Dankolakopsrem 172/Praja Wira Yakthi bersama Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad dan Komunitas Honda PCX CLUB Indonesia (HPCI) Jayapura Chapter meresmikan Pondok Baca dan Tam

  • Selasa, 16 Feb 2021 15:56

    Taman Penitipan Anak Usia Dini, Hasire Day Care Park, Kini Hadir di Palas

    Taman Penitipan Anak, Hasire Day Care Park, beralamat di JL. Sibuhuan - Gunung Tua, Desa Sibuhuan Julu, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas (Palas) telah hadir dan sudah dibuka untuk umum, Selas

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak