Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA menyambut baik Audiensi sekaligus silaturahmi Pandita Mitun Krisna bersama pengurus rumah ibadah Koil Shri Mariamman Kota Pematangsiantar, Rabu (3/7/2024), di ruang kerja Rumah Dinas Wali Kota, Jalan M.H Sitorus.
Kehadiran pengurus rumah ibadah Koil Shri Mariamman Kota Pematangsiantar, yang dipimpin langsung Pandita Mitun Krisna di dampingi Selwam, Riris, Stefani Paulina tersebut, bertujuan selain audensi juga ingin bersilahturahmi dengan toko agama hindu, sekaligus ingin mengundang Ibu Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA kiranya dapat meringankan langkahnya untuk dapat hadir dalam acara perayaan Maha Thriruvilla sekaligus peresmian pembangunan Koil Shri Mariamman Kota Pematangsiantar, Jalan Diponegoro No 21B, pada tanggal 14 Juli 2024 mendatang.
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA merasa bahagia atas kehadiran saudara kita dari agama hindu, Pandita Mitun Krisna beserta rombongan dari Koil Shri Mariamman Kota Pematangsiantar, serta mengatakan Kota Pematangsiantar merupakan kota yang multikultural dengan keberagaman Etnis, Agama,Suku dan Budaya ini menjadi sebuah kekayaan yang patut dibanggakan dan menjadikan sebagai miniatur, dimana seluruh masyarakatnya hidup dan tinggal berdampingan dalam bingkai kerukunan sebagai perekat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan.
Dengan keberagaman yang dimiliki, Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA mengatakan "Inilah salah satu bukti toleransi di Kota Pematangsiantar yang sangat heterogen. kerukunan di Kota Pematangsiantar sampai dengan saat ini tetap terjaga, bahkan lebih meningkat lagi, hal tersebut terwujudnya Kota Pematangsiantar mendapat peringkat 11 sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia.
Sebelumnya Kota Pematangsiantar merupakan berada pada urutan ke 31, ternyata naik melesat 20 peringkat dari tahun sebelumnya yang berada di urutan 31 menjadi urutan ke 11. Penilaian itu diberikan Setara Institute yang merilis daftar Indeks Kota Toleransi (IKT) di Indonesia. Bahkan di tahun sebelumnya, terpuruk di urutan 51. Meskipun sempat pernah meraih predikat sebagai Kota Paling Toleran, ucap Perempuan Pertama yang memimpin Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani SpA.
Menjawab yang disampaikan Pandita Mitun Krisna beserta rombongan untuk menjadikan Koil Shri Mariamman sebagai ikon dan masuk salah satu cagar budaya. Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA, menerangkan, bahwa hal tersebut akan berjalan dengan sendirinya dan tidak ada Pemerintah membuat SK untuk itu, namun itu bisa berjalannya ketika Koil Shri Mariamman mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya untuk wisata religi,serta mengundang masyarakat untuk memberikan promosi untuk mengenalkan koil tersebut, seperti berpoto dan lain sebagainya.
Namun menurut , Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA kepada pengurus Koil Shri Mariamman, agar dapat berkoordinasi dengan para Budayawan, atau boleh juga nanti bincang bincang dengan bapak H.Kusma Erizal Ginting SH yang juga sebagai seorang Budayawan di Kota Pematangsiantar, ucapnya.