Kamis, 21 Mei 2026

Terealisasinya TPU, Warga Pematang Siantar: Terima Kasih Kepada Wali Kota dr Susanti dan Anggota DPRD Boy Warongan

Pematang Siantar (utamanews.com)
Oleh: LEP27 Jumat, 12 Jan 2024 22:02
Wali Kota Pematang Siantar
Istimewa

Wali Kota Pematang Siantar

Organisasi Masyarakat dan Tokoh Masyarakat ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Boy Iskandar Warongan SSos MSP terkait telah terealisasinya Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 4,1 hektar dalam satu hamparan.

Pasalnya, TPU yang dimaksudkan untuk peristirahatan terakhir seluruh umat beragama yang ada di Pematang Siantar, karena telah padatnya lokasi-lokasi pemakaman di Pematang Siantar yang mengakibatkan masyarakat yang mengalami duka, sangat sulit mencari lahan untuk pemakaman keluarga.

Hampir 23 tahun sebelumnya, tanah pekuburan umum tersebut merupakan masih dalam proses tahap pengadaan hingga hari ini terealisasi.

Pemerintah Kota Pematang Siantar dalam hal ini pada Era Kepemimpinan Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA baru terealisasi dengan saran dari Wakil Ketua Komisi I DPRD Boy Iskandar Warongan SSos MSP.
Sejumlah tokoh tersebut yakni Ketua BM PAN Pematang Siantar Vicky Janssen Siagian SP, Koordinator Forkorem Risky Reynaldi Chaniago SPd, dan Organisasi Kesenian Reog Ponorogo termasuk juga Para Pejuang Tanah Wakaf yang selama dua tahun memperjuangkan adanya TPU.

Para Pejuang Tanah Wakaf yang diperjuangkan H Ponidi, Pak Damanik, dan Rahmad Suwito selaku Humas menjelaskan udah memperjuangkan pengadaan tersebut selama dua tahun lebih. Anggota pejuang tanah wakaf H. Ponidi Ketua STM Almanar BTN, Damanik Ketua STM Ladangan jalan bersama, Rahmad Suwito Ketua BSKD / STM ASH-SHOBRI Tozai pada saat pejuang tanah wakaf dibentuk. Saat ini RAhmad Suwito penasehat di BSKD/STM ASH - SHOBRI dan anggota/humas di pejuang tanah wakaf, H. Matnur Lubis, perwakilan stm gang keluarga setia negara, Rudi Damanik, perwakilan stm kelapa 2 rindam, Pardamean Manurung, anggota pejuang tanah wakaf mewakili tokoh masyarakat.

Rahmad Suwito menuturkan bahwa Pejuang Tanah Wakaf telah banyak berkomunikasi dan meminta Wakil Ketua Komisi I DPRD Pematang Siantar Boy Iskandar Warongan SSos MSP.

"Dari awal terbentuk sudah menemui Boy Iskandar Warongan yang juga turut membantu mendatangkan Pihak BPN selaku lembaga pertanahan. Kami sangat berterima kasih kepada Pemko dan Pak Boy Warongan," katanya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Dalam flyer ucapannya, Ketua BM PAN Pematang Siantar Vicky Janssen Siagian SP mengatakan terima kasih kepada Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti beserta Jajaran dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Boy Iskandar Warongan yang telah mewakili masyarakat untuk memperjuangkan tanah Wakaf seluas 4,1 Hektar untuk dijadikan TPU.

Koordinator Forkorem Risky Reynaldi Chaniago SPd juga dalam flyernya mengatakan terima kasih kepada Pemko Pematang Siantar dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Siantar Boy Iskandar Warongan atas perjuangan menyediakan tanah wakaf untuk dijadikan TPU.

Organisasi Kesenian Reog Ponorogo dalam videonya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Bapak Boy Iskandar Warongan selaku Wakil Ketua Komisi I DPRD Pematang Siantar serta Ibu Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA beserta jajarannya yang telah berhasil memperjuangkan tanah wakaf yang sudah dilaksanakan Pemerintah Kota sejak 20 tahun yang lalu.

iklan peninggi badan
“Harapannya kepada Bapak Boy Iskandar Wadongan dan Ibu Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA kedepannya semakin giat memperjuangkan masyarakat Pematang Siantar,” harapnya.

Pada Kamis (11/1/2024) pagi, Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA bersama sejumlah OPD terkait meninjau lahan seluas 4,1 hektar lahan baru lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pemerintah Kota Pematang Siantar, di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari.

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA terkait progres pelaksanaan Pengadaan Tanah Wakaf, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota sudah berupaya maksimal dalam rangka pelaksanaan pengadaan tanah tersebut.

Pada 20 tahun sebelumnya, tanah pekuburan umum tersebut merupakan masih dalam proses tahap pengadaan hingga hari ini terealisasi.

Pemerintah Kota Pematang Siantar dalam hal ini pada Era Kepemimpinan Wali Kota dr Susanti, baru terealisasi.

“Pemerintah Kota Pematang Siantar melaksanakan untuk kita mempunyai lahan untuk tempat pemakaman umum. Dan kami tidak meminta gratis, kami bahkan telah merencanakan, menyiapkan anggaran untuk membeli lahan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada,” ucapnya.

Mengingat ada beberapa pengadaan tanah untuk TPA dan Outer Ringroad.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA melihat langsung titik kordinat lahan yang akan disiapakan untuk TPU dengan luas lahan 4,1 Hektar, didampingi Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Sitanggang SSTP MSi, Kepala Dinas Sosial P3A Pardomuan Nasution, S.S, M.SP, Kadis PKP Christina Risfani Sidauruk, Plt Kepala Dinas PUTR Sofian Purba SSos, Kepala Bappeda Dedi Idris Harahap, Plt Kadisnaker Robert Sitanggang SSTP, Kepala Bidang Aset BPKD Alwi Andrian Lumban Gaol SSTP, dan beberapa pimpinan OPD lainnya seperti Kabag dan Camat dan Lurah di Kecamatan Siantar Sitalasari.

Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dalam peninjauan tersebut mengucapkan bahwa dengan luas lahan 4,1 Hektar ini sebagai jawaban atas makin menipisnya lahan perkuburan di beberapa lokasi perkuburan di Kota Pematang Siantar, alhamdulillah hari ini kita telah mendapatkan hasil dari Penantian kita yang kurang lebih sejak 20 tahun yang lalu mengenai pengadaan lahan pekuburan di Kota Pematang Siantar.

Lanjut Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA mengatakan, bahwa lahan pekuburan Ini sebenarnya sudah menjadi agenda dari Pemerintah Kota Pematang Siantar kurang lebih sejak 20 tahun yang lalu, namun Pemerintah Kota terus melakukan upaya-upaya dengan maksimal agar dapat lahan baru lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU), sebap pengadaan dari lahan untuk TPU ini berawal dari tingginya angka kematian di Kota Pematang siantar yang makin lama semakin naik dari tahun 2022 ada sebanyak 1.453 orang yang meninggal dunia dan ini sudah menjadi masalah bagi Pemerintah kota Pematang Siantar, karena keterbatasan dari TPU yang ada.

Dalam kesempatan itu Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA juga sedikit menceritakan kronologis tentang lahan seluas 4,1 Hektar ini di dapatkan, melihat dari tingginya angka masyarakat yang meninggal dan keterbatasan dari TPU yang ada, untuk itu melalui Dinas Sosial P3A pada tanggal 13 November 2023 mengajukan permohonan untuk penyediaan lahan TPU, kemudian dokumen perencanaan pengadaan TPU tersebut diusulkan dan dilengkapi disusun, dan selanjutnya adanya surat penawaran atas sebidang tanah seluas 4,1 Hektar oleh pemilik Ibu Tiur Parulian Siboro yang berada di Kelurahan Gurilla, Kecamatan Siantar Sitalasari dengan nilai penawaran 5 miliar 500 juta ketika itu, kemudian pihak Pemko melakukan penilaian KJPP dan hasil dari KJPP memberikan nilai 5 miliar 2 juta rupiah, sejak tanggal 18 Desember 2023.

"Kemudian dengan koordinasi dan pembicaraan kita lebih lanjut antara Pemerintah Kota dengan pemilik Ibu Tiur Parulian Siboro akhirnya membuahkan kesepakatan pada tanggal 22 Desember 2023, dengan kesepakatan nilai tersebut adalah 5 miliar 2 juta rupiah sesuai dengan nilai dari KJPP, dan pada tanggal 27 Desember 2023 mulailah proses penetapan nilai ganti rugi sebesar 5 miliar 2 juta rupiah dan akhirnya sejumlah nilai tersebut sudah masuk ke rekening Ibu Tiur Parulian Siboro per tanggal 29 Desember 2023," jelasnya.

Maka dari itu Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA memerintahkan kepada Dinas Sosial P3A agar dapat membuat Grand desain dan ada rapat koordinasi untuk lahan pekuburan tersebut dengan unit-unit terkait untuk segera melengkapi serta menyusun rencana supaya sarana prasarana ini dilengkapi dan secepatnya TPU ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pinta orang nomor satu di Kota Pematang Siantar.

Senada dengan Plh Sekda, Plt Kepala Dinas PUTR Sofian Purba SSos, mengatakan Pemerintah Kota Pematang Siantar akan mendesain lahan TPU layaknya ruang terbuka hijau, dan memiliki jangka panjang hingga 20-30 tahun ke depan.

"Kita ingin mendesain bagaimana TPU ini tidak menciptakan kesan angker, justru sebaliknya. TPU ini akan memiliki taman, ruang terbuka hijau, dan dilengkapi sarana prasarananya, serta kalau bisa kita desain dengan nuansa religi rohani keagamaan" tutur Sofyan.

Terkait hal itu, sejumlah tokoh masyarakat yang ikut langsung ke lokasi, menyambut baik adanya TPU tersebut.

Mereka mengaku selama ini bingung mencari lokasi pemakaman, kata Tokoh masyarakat Muslimin Akbar bersama Hendra dan beberapa warga setempat menyampaikan, bahwa hari ini ternyata impian panjang hampir 23 tahun Harapan masyarakat kota Pematang siantar yang mendambakan TPU sudah terealisasi, dan mungkin secara teknisnya tadi cukup banyak yang harus di selesaikan dalam waktu singkat, untuk itu kami dari masyarakat mengharapkan percepatan lahan untuk TPU ini agar segera di selesaikan, dan kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Pematang Siantar terutama ibu Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA yang selalu memperhatikan masyarakatnya.

Hendra Marbun juga menambahkan, bahwa Sejumlah TPU Pemerintah, katanya, sudah penuh. Sedangkan TPU milik swasta memberi tarif yang kurang cocok untuk masyarakat ekonomi rendah.

"Di daerah saya tinggal, Pemakaman Kristen di Kampung Kristen (Kecamatan Siantar Selatan) di samping rumah saya. Banyak warga kesulitan karena nggak ada lagi lahan yang kosong dan kadang kadang selalu bertanya masih ada lahan yang kosong," terangnya salah seorang pengurus STM atau Ketua Sarikat di Kelurahan Kristen,

Hendra Marbun juga berharap dengan adanya lahan TPU tersebut, bisa mengakomodir masyarakat ekonomi menengah ke bawah, atau yang kurang mampuh, ucapnya seraya mengatakan "Kadang-kadang miris dengarnya. Ada yang dibawa ke TPU swasta dengan harga yang cukup mahal. Kalau masyarakat miskin, sulit sekali," katanya.

Mengakhiri peninjauan Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA didampingi Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Sitanggang SSTP MSi, menurutkan agar kiranya lahan seluas 4,1 hektar lahan baru lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pemerintah Kota Pematang Siantar, sudah dapat dipergunakan sembari berjalannya proses pengerjaan TPU, namun sesuai dengan aturan-aturan dari Grand Design serta estetikanya.
Editor: Yudi Setyawan
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later