Jumat, 22 Mei 2026
Stand Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Curi Perhatian di MTQ ke-37 Sumut
Tebing Tinggi (utamanews.com)
Oleh: Athar Selasa, 08 Sep 2020 12:38
Istimewa

Stan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi mencuri banyak perhatian pengunjung Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke-37. Tekonolgi dan hasil pertanian yang dipamerkan punya keunikan tersendiri.

Di stan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemko Tebingtinggi terdapat pisang kepok keling yang ukurannya cukup besar. Pisang keling Tebingtinggi ini mampu menghasilkan 15-18 sisir pertandan dengan besar buahnya rata-rata 10 cm.

Kadis Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Marimbun Marpaung menjelaskan mereka telah membentuk hilirisasi produk seperti membuat kripik, tepung dan lainnya. Selain itu, bibit pisang ini juga menjadi incaran daerah-daerah lain di Sumut.

"Pisang ini paling laris, ini baru aja habis. Bukan hanya buahnya, daerah lain banyak yang membeli bibitnya. Kalau keripik ini malah sudah rutin dikirim 200-300 kg ke Medan dan Jambi," ungkap Marimbun saat diwawancara di stan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian MTQ ke-37 Sumut, Tebingtinggi, Jalan Sutomo, Selasa (8/9).

Selain itu juga ada singkong hasil sambungan dengan umbi yang luar biasa besar. Singkong ini merupakan hasil dari teknik vegetatif, menyambungkan singkong karet untuk bagian atas dan singkong roti bagian bawah.

"Singkong ini umbinya mencapai 25-30 kg perbatang, kalau hanya bagian bawahnya saja, singkong roti hanya sekitar 15 kg. Itulah kenapa kita pilih singkong karet karena yang karet daunnya lebat yang bagus untuk meningkatkan besar dan bobot umbinya," kata Marimbun.

Singkong ini juga salah satu produk yang banyak dicari untuk tepung dan juga bahan baku keripik yang dikelola UMKM. Misi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tebingtinggi adalah untuk meningkatkan nilai produk mereka dan membuka lapangan kerja.

produk kecantikan untuk pria wanita
"Lahan kita tidak banyak untuk pertanian, sawah itu 230,29 ha, lahan darat itu 660 ha, jadi kita harus berinovasi memanfaatkan lahan yang tidak luas itu. Karena itu produk yang kita hasilkan seperti ini," tambah Marimbun.

Selain produk bahan dasar, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tebingtinggi juga mengembangkan lele dengan teknik bioflok. Selain itu, juga ada produk olahan air kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO).

"VCO ini berkualitas ekspor, tetapi kita belum bisa mengekspor karena kurangnya kuantitas, tetapi produk ini laris karena begini saja sudah memiliki banyak khasiat," kata Marimbun.

Salah satu pengunjung yang datang, Siti Marini mengaku tertarik melihat pisang dan singkong yang berukuran tidak biasa. Siti penasaran dengan dua produk unggulan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Tebingtinggi ini.
iklan peninggi badan

"Ngeliat pisang dan ubi besar kayal gini saya penasaran. Ternyata pisangnya ukurannya besar dan rasanya juga enak. Ini cocok untuk dibuat keripik. Saya juga beli bibitnya untuk di tan di rumah," kata Siti.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later