Kamis, 21 Mei 2026

Sempat Memanas dan Jalanan Macet, Aksi Aliansi Masyarakat Sipil Kembali Geruduk Kantor Bupati Sergai

Sergai (utamanews.com)
Oleh: Mangisi Siburian Selasa, 07 Okt 2025 19:07
Aksi massa geruduk Kantor Bupati Sergai
Istimewa

Aksi massa geruduk Kantor Bupati Sergai

Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bakaran Batu kembali mendatangi Kantor Bupati Serdang Bedagai (Sergai) dalam aksi unjuk rasa, Selasa (07/10/2025) sekira pukul 11.00 WIB.

Massa datang untuk menagih janji Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, terkait komitmennya melakukan evaluasi terhadap pelayanan RSUD Sultan Sulaiman pasca meninggalnya seorang bayi saat proses persalinan di rumah sakit tersebut.

Array
Aksi ini dipimpin langsung oleh Yudi Pratama selaku koordinator aksi dan turut didampingi oleh PH Maruli Saragi, SH, MH, selaku kuasa hukum keluarga pasien.

Dalam orasinya, Yudi menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas lambannya tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Sergai terhadap janji Bupati pada aksi sebelumnya, 19 September 2025.
“Kami datang lagi hari ini karena belum ada tindakan nyata dari Pemkab Sergai. Janji Bupati untuk menindak tegas pihak RSUD Sultan Sulaiman belum terealisasi, sementara kasus serupa bisa saja terjadi lagi,” tegas Yudi di hadapan peserta aksi.
Aksi massa geruduk Kantor Bupati Sergai

Aksi tersebut disambut pihak Pemkab Sergai melalui perwakilan nya Zulfikar Kanan Kesbangpol dan pengawalan oleh Pihak Polres Sergai dan Satpol PP, Dalam kesempatan itu, Zoel sempat mengimbau massa untuk masuk ke dalam kantor guna berdialog secara tertutup.

“Kita masuk aja dulu ke dalam kantor untuk bermusyawarah,” ujarnya menenangkan massa.

produk kecantikan untuk pria wanita
Namun, massa menolak ajakan tersebut dan bersikeras menuntut kehadiran langsung Bupati Darma Wijaya untuk memberikan penjelasan serta memenuhi janjinya terkait evaluasi pelayanan RSUD Sultan Sulaiman.

Selain menyoroti kasus meninggalnya bayi saat persalinan, massa juga mengangkat kasus kematian Imelda Sabatini Sihombing (18), pasien BPJS asal Desa Gempolan, yang diduga menjadi korban salah diagnosa dan dugaan malpraktik oleh RSUD Sultan Sulaiman.

Kasus Imelda bermula saat ia dirawat intensif selama 15 hari di rumah sakit tersebut. Awalnya didiagnosa menderita penyakit usus buntu (wasir), namun kemudian meninggal dunia di ruang ICU pada Jumat (12/9/2025) sekitar pukul 06.55 WIB, sebagaimana tercantum dalam surat kematian rumah sakit.

Kuasa hukum keluarga korban, PH Maruli Saragih, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut hingga ada kejelasan hukum dan tanggung jawab dari pihak RSUD Sultan Sulaiman.
iklan peninggi badan

“Kami tidak akan berhenti sebelum ada keadilan untuk keluarga korban. Evaluasi yang dijanjikan Bupati harus benar-benar dilakukan secara transparan,” tegas Maruli.

Sementara itu, Zoel Fikar menanggapi bahwa pihaknya menghormati proses hukum yang tengah berjalan di tingkat kepolisian.

“Karena kasus ini sudah berjalan di Polda Sumatera Utara, maka kita hormati sesuai hukum yang berlaku,” katanya kepada peserta aksi.

Massa juga menuntut agar dokter dan tenaga medis RSUD Sultan Sulaiman yang terlibat dalam kasus tersebut hadir secara terbuka menjelaskan kinerjanya di hadapan publik.

Berbagai spanduk dan poster terlihat dibentangkan dengan tulisan-tulisan keras seperti:

“Dokter Itu Penolong Kemanusiaan, Bukan Pembunuh Warga.”

“Hadirkan Seluruh Dokter dan Nakes yang Terlibat Atas Meninggalnya Seorang Bayi di RSUD Sultan Sulaiman.”

“Copot Kepala Dinas Kesehatan Sergai Karena Lalai Menjamin Kesehatan Masyarakat.”

Hingga pukul 16.00 WIB, massa aksi masih bertahan di depan Kantor Bupati Sergai. 

Mereka menyatakan belum puas atas respon yang diberikan oleh pihak pemerintah daerah yang dinilai belum transparan dalam menjawab tuntutan masyarakat dan akan melakukan kembali aksi dengan massa yang lebih besar.
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later