Pengurus Koperasi Produsen Masyarakat Singkong Asahan (Kp MSA) melakukan audiensi ke kantor Dinas Pertanian Kabupaten Asahan pada Selasa (28/12/2021) dalam rangka silaturrahmi dan memperkenalkan pengurus Kp MSA serta menyampaikan program kerja Kp MSA untuk tahun 2022.
Pengurus Kp MSA diterima oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Asahan, Abdul Rasyid Tambunan, SP.
Mengenai kesiapan Brigade Alsintan salah satu unit usaha yang diberdayakan oleh Kp. MSA yang diharapkan akan bermitra dengan Dinas Pertanian Asahan.

Management dan Profesionalisme kerja pengelolaan Armada brigade Alsintan oleh Unit Usaha KP MSA dipaparkan Mawardi dimana beliau juga sebagai wakil bendahara dan sekaligus CO/ Chief Operasionalnya untuk unit usaha yang ditangani oleh Kp MSA dari 7 bidang usaha dalam akta perubahan Koperasi Produsen Masyarakat Singkong Asahan No. 13 dengan No.AHU-0005456.AH.01.28.TAHUN 2021.
Mengenai gambaran teknis di lapangan dalam rangka mengatasi kendala petani Singkong selama ini di lapangan baik kendala pengolahan lahan, kendala pembiayaan dan ketersedian Saprodi dalam budidaya singkong dipaparkan oleh Sekretaris Kp MSA Ir.Usman Silalahi
Bidang Pembiayaan/Finance
Selain itu disampaikan pula oleh pengurus lainnya yaitu Bendahara Kp MSA, Safri mengenai Lembaga Keuangan Micro (LKM) sesuai Undang Undang Nomor 1 tahun 2013 untuk menjawab kesulitan petani singkong, menjawab masalah pembiayaan budi daya dan pengolahan tanah oleh petani sebagai produsen singkong di desa-desa di Asahan. Untuk tahap awal berusaha mengalang dana anggota melalui Simpanan wajib dan simpanan sukarela.
Bila bisa menggalang dana anggota mencapai Rp50 juta maka Kp.MSA memohon ke OJK membuat Unit Micro Finance di tingkat desa dahulu, bila bertumbuh menjadi Rp100 juta, maka akan masuk pelayanannya ke tingkat Kecamatan.
Kp.MSA akan berjuang untuk mendapatkan modal dari simpanan pokok dan simpanan wajib anggota Rp 500 jt sehingga bisa diajukan ke OJK operasional ke tingkat Kabupaten/ Kota. Untuk mengakselerasi capaian ini Kp MSA mengharapkan binaan Dinas Pertanian dan dinas terkait seperti Kopdag dan UKM, juga kelembagaan lain yang punya komitmen dalam pemberdayaan masyarakat.
Kp MSA juga memaparkan strategi mengatasi ketersediaan SAPRODI (Sarana Prasarana Produksi) seperti Pupuk dan obat obatan dalam rangka menaikkan produksi singkong petani oleh pengasuh Unit Usaha Saprodi Kp. MSA yaitu Suyoto, Sahril Edi Tarigan dan Dirman Rangkuti. Harapan ke depan adanya kemitraan yang simbiosis mutualisme masalah SAPRODI dengan Dinas Pertanian yang diakomodir oleh Koperasi Produsen MSA.
Erly Sari Pane sebagai Ketua DPD Masyarakat Singkong Indonesia (MSI) Kabupaten Asahan yang juga Ketua Kp MSA memaparkan sebuah pola partisipasi dalam Membangun dari pinggiran, membangun dari desa menuju Indonesia Maju yaitu tidak lepas dari adanya geliat lembaga keuangan di Desa yang ada sekarang.
BUMDes akan menggeliat bila SDM Desa sebagai pelaku usaha memiliki kapasitas yang cukup.
Untuk membangunkan BUMDesa, untuk memiliki kegiatan usaha di sektor tanaman pangan khususnya Singkong harus diadakan peningkatan kapasitas dengan program Pelatihan bagi SDM Desa yang melakukan aktifitas di Lembaga Keuangan Desa seperti BUMDes yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanaian Kab.Asahan bermitra/ berkolaborasi dengan Koperasi produsen MSA sebagai praktisi.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Asahan Rasyid Tambunan menyampaikan binaan terkait rencana dalam menjalankan dan membangun “kemitraan “ dengan kelembagaan tani yang ada di Asahan.
Rasyid Tambunan menambahkan syarat utama kemitraan adalah komunikasi kepada masyarakat dan semua stake holder. Setelah terbangun komunikasi yang baik dengan masyarakat kemudian MSI bisa menjual program-program unggulan untuk petani, agar petani bisa meningkat kesejahteraannya.
"Kemudian untuk mendapatkan simbiosis mutualisme yang menguntungkan kedua belah pihak perlu saling bekerjasama, karena program yang tidak memberikan keuntungan bagi petani tentu tidak akan menjawab persoalan petani dan kemitraan yang diharapkan akan cenderung gagal apalagi jika niat awalnya sudah tidak baik”, jelasnya.
“Koperasi adalah salah satu bentuk Badan Usaha yang tetap harus memiliki komitmen bahwa usaha dalam mencari peluang dan bisnis harus dengan dasar trust atau kepercayaan”, tuturnya.