Minggu, 07 Mar 2021 21:32
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Pemerintah Diminta Tetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai Teroris

Pemerintah Diminta Tetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai Teroris

Jayapura (utamanews.com)
Oleh: Tommy
Minggu, 17 Jan 2021 21:17
Puspen TNI
Pemerintah diminta menetapkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai organisasi Teroris. Pasalnya, karena tindakannya OPM selama ini nyata-nyata merupakan bentuk teror terhadap warga Papua selain menyuarakan perlawanan terhadap eksistensi negara.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP), Efriza mengatakan, sudah sangat layak apabila OPM dikatakan sebagai organisasi teroris karena aksi yang dilakukan selama ini bukan hanya memakan korban dari kalangan aparat keamanan tapi juga masyarakat Papua melalui tindakan yang bersifat teror.

"OPM selama ini jelas-jelas menolak secara tegas Otonomi Khusus (Otsus) Papua dan meminta agar Papua merdeka penuh dari Indonesia," ujarnya dalam webinar bertajuk OPM sebagai Organisasi Teroris, Jumat (15/1/2021).

Dirinya pun memberi contoh aksi teror yang baru-baru ini dilakukan OPM. Aksi tersebut dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) OPM daerah 8 Intan Jaya yang telah membakar pesawat misionaris milik PT MAF pada tanggal 6 Januari 2021.

Dia menilai aksi teror OPM juga dilakukan terhadap langkah pembangunan pemerintah di Papua dengan membunuh belasan karyawan PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek Jalan Trans Papua di Nduga pada tahun 2018.


"Kekejaman OPM juga sering kita lihat saat mereka menembaki heli milik TNI yang sedang mengevakuasi prajurit dan membawa logistik ke daerah pedalaman Papua. Lalu ada juga peristiwa pembacokan pada tukang ojek di Kab. Intan Jaya," katanya.

Menurut dia, Presiden Jokowi telah berupaya menghadirkan negara secara nyata di Papua yang diimplementasikan dengan pendekatan kesejahteraan melalui pemberian dana Otsus dan berbagai pembangunan infrastruktur.

Namun di sisi lain, kata dia, tindakan OPM malah berseberangan dengan sikap pemerintah yaitu dengan menunjukkan perlawanan untuk menunjukkan ketidaksetujuan mereka apabila Papua sejahtera.

Karena itu, dia menilai selain menggunakan pendekatan kesejahteraan juga perlu dibarengi dengan pendekatan militer untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat Papua dan dengan memasukkan OPM sebagai organisasi teroris di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


"Konsekuensinya ketika jadi organisasi teroris maka Indonesia tidak dapat diintervensi oleh PBB. Hal ini juga untuk membatasi ruang gerak OPM sehingga tidak lagi mendapat sumbangan dana dari LSM luar negeri. Bila ini dilakukan, maka ada kemungkinan OPM akan lebih agresif dan mencoba terus menujukkan identitasnya. Karena itu, Papua butuh penguatan kekuatan militer dengan jumlah yang proporsional untuk terus menjaga situasi wilayah agar tetap aman dan damai," jelasnya.

Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irfan Idris mengatakan selama ini label teroris selalu ditujukan pada kelompok yang melakukan aksi teror dengan menggunakan simbol keagamaan.

Namun menurut dia masyarakat kurang "aware" pada aksi teror OPM yang selama ini dilakukan telah memakan korban baik dari kalangan aparat keamanan dan masyarakat sipil Papua.

"Varian radikalisme di Indonesia bisa dikategorikan pada tiga hal yaitu dalam hal politik, keyakinan, dan tindakan. Kategori Politik dan tindakan bisa dilihat pada OPM yaitu tindakan brutal yang menyebarkan aksi teror," ujarnya dalam kesempatan sama.

Dia berpendapat walaupun aksi teror OPM tidak berbasis pada simbol keagamaan namun lebih pada aspek geografis dan itu justru lebih berbahaya karena kalau dibiarkan terus-menerus akan menghabisi wilayah Republik Indonesia.

Editor: Erickson

T#g:OPM
Berita Terkait
  • Kamis, 14 Jan 2021 20:14

    Efek Pembakaran Pesawat oleh OPM di Papua, Maskapai Keluarkan Zona Merah Larangan Terbang

    Pembakaran sebuah pesawat terbang milik Misionaris Aviation Fellowship (MAF) oleh KKB/OPM di sebuah Bandara Perintis yang terletak di kampung Pagamba, Distrik (Kecamatan) Mbiandoga, di Papua beberapa

  • Senin, 14 Des 2020 11:14

    Kapolres Maybrat 'Mengutuk' Pelaku Penganiayaan Terhadap 'Hamba Tuhan'

    Plt. Kapolres Maybrat Kompol Bernadus Okoka mengutuk pelaku penganiayaan terhadap seorang Hamba Tuhan. Kejadian yang menewaskan 1 orang korban bernama Otis Aifat dan juga seorang Hamba Tuhan Karel Saa

  • Senin, 30 Nov 2020 13:00

    Pembakaran Bendera Bintang Kejora Semakin Marak

    Menjelang aksi yang akan dilakukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB), organisasi yang berafiliasi ke Organisasi Papua Merdeka (OPM) menuntut adanya referendum, disambut dengan maraknya aksi pembakara

  • Sabtu, 28 Nov 2020 16:08

    Panglima TNI Tatap Muka Dengan Tokoh-Tokoh Penting di Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., melaksanakan kunjungan kerja Papua, bersilaturahmi dan bertatap muka langsung den

  • Sabtu, 28 Nov 2020 02:28

    Mendukung Aparat Keamanan Menindak Tegas OPM

    Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Organisasi Papua Merdeka yang biasa diperingati pada 1 Desember mendatang, Polri Bakal menggelar Patroli besar-besaran. Masyarakat Papua pun mendukung upaya tersebut seba

  • Rabu, 25 Nov 2020 12:25

    Sejumlah Suku di Papua Tegas Tolak OPM

    Kepala Suku Dani, Kabupaten Puncak Ilaga, Papua, Jembatan Murib, meminta masyarakatnya untuk tetap berpegang teguh kepada kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."Saya Jembatan Murib seba

  • Selasa, 10 Nov 2020 02:10

    Mengutuk Aksi Keji OPM Jelang 1 Desember

    Organisasi Papua merdeka (OPM) adalah kelompok separatis yang tak segan menembak warga sipil di Bumi Cenderawasih. Bahkan mereka juga berani menyerang anggota TNI. Masyaraskat pun mengutuk Kekejaman O

  • Kamis, 12 Mar 2020 19:22

    Keluarga Eks TPN-OPM Serahkan Senjata Api Kepada Satgas Yonif MR 411 Kostrad

    Keluarga mantan Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) berinisial AB (46 th) menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm kepada Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411

  • Minggu, 05 Jan 2020 03:05

    OPM Pantas Dikategorikan Sebagai Teroris Internasional

    Organisasi Papua Merdeka (OPM) ternyata tidak hanya mengklaim memperjuangkan referendum, tapi juga menebarkan teror hingga tak segan memberikan perlawanan terhadap aparat keamanan dan warga sipil. Bah

  • Jumat, 03 Jan 2020 03:03

    Mengecam Aksi Brutal OPM Terhadap Warga Sipil

    Organisasi Papua Merdeka (OPM) memang tak henti-hentinya menyuarakan referendum dengan tindakan inkonstitusional, bahkan mereka juga berani menyerang TNI/Polri hingga warga sipil yang tidak sejalan de

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak