Pelayanan informasi merupakan posisi sentral bagi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan orang-orang profesional agar setiap warga merasa puas dengan penjelasan dan pelayanan yang diberikan.
Namun, pelayanan informasi yang baik sesuai harapan masyarakat tidak dirasakan di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Binjai. Disana, petugas yang berada di meja informasi lebih sibuk menggunakan handphone daripada menerima pertanyaan masyarakat.
Kejadian itu terpantau pada Jumat (14/6) pagi, seorang petugas wanita yang ditanya oleh warga terlihat tertunduk diam dan sibuk dengan gadgetnya. Ketika dipanggil pun, petugas wanita itu tetap tidak menoleh dan terkesan acuh.
"Jadi gimana kak, apa memang tidak bisa buat surat rekomendasinya. Pencairan PKH-nya memang harus dari kartu. O kak," kata warga bertanya sembari memanggil dengan nada tinggi.
Tetapi wanita tersebut tetap diam dan akhirnya warga tersebut memilih untuk meninggalkan dinas itu. Sejumlah pegawai lain pun berupaya memanggil, namun warga yang tidak dilayani tadi, langsung tancap gas.
Diketahui, warga tersebut mengurus kartu PKH yang hilang dengan membawa KTP, buku tabungan Bank dan surat hilang dari polisi. Di Dinsos Binjai, warga tersebut berharap mendapat rekomendasi pencairan yang dapat ditujukan ke pihak Bank.
Sebab sebelumnya, pihak Bank menyampaikan bahwa pencairan hanya bisa dilakukan dengan ATM. Sementara, pembuatan ATM baru membutuhkan waktu selama 14 hari kerja.
Menyikapi hal itu, Plt Kadis Sosial, Eka Sinuraya, saat di konfirmasi awak media terkait hal itu menegaskan bahwa masyarakat yang datang selalu dilayani dengan baik.
"Setiap masyarakat yang datang dilayani dengan baik. Boleh di cek langsung melalui CCTV. Hanya saja dari informasi yang saya dapat, tadi ada satu warga yang marah marah hingga memukul meja karena mengira anggota saya tidak fokus, sementara saya sudah melayani dengan baik," ungkap Eka.
Masyarakat yang dimaksud tersebut menurut informasi yang saya terima, sambung Eka, sudah diminta oleh staff nya agar melengkapi berkas dikarenakan belum lengkap.
"Staff saya tadi pegang HP karena sedang mengecek KIS yang masuk dari masyarakat melalui HP karena kebetulan dia piket sendirian. Namun warga yang dimaksud tidak terima," demikian jelas Eka Sinuraya.