Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) mulai jadi perbincangan umum. Hal ini mungkin dikarenakan jadwal tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang semakin dekat. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 2 Tahun 2024, disebutkan bahwa tahapan penyelenggaraan Pilkada serentak dilaksanakan mulai tanggal 5 Mei 2024.
Melihat rentang waktu pelaksanaan Pilkada tersebut, beberapa nama sudah mulai muncul ke publik, diantaranya yang santer menjadi perbincangan di masyarakat yakni Edy Rahmayadi, Musa Rajekshah, Bobby Nasution, Sihar Sitorus, maupun Nikson Nababan.
Dari beberapa nama tersebut, Golkar dan Gerindra melalui sekretarisnya masing-masing yang disampaikan ke publik beberapa hari lalu, sudah menegaskan tidak akan mengusung maupun mendukung pencalonan Edy Rahmayadi untuk maju kembali pada Pilgubsu tahun 2024 ini. Padahal, pada Pilgubsu 2019 lalu, kedua Parpol itu menjadi pengusung utama Edy Rahmayadi dan menghantarnya menjadi Gubernur Sumut periode 2019-2024.
Berbeda halnya dengan Oloan Simbolon. Menurutnya, Edy Rahmayadi perlu kembali didukung untuk maju dalam Pilgubsu 2024 ini agar program kerjanya yang belum tuntas, dapat dilanjutkan pada periode 2024-2029.
"Awal mula beliau jadi Gubernur Sumut, ada kendala dengan mewabahnya Covid 19. Penerapan PPKM kala itu oleh pemerintah membuat beberapa program kerja yang telah disusun Pak Edy, tidak dapat terlaksana dengan baik karena adanya recofusing angaran di seluruh dinas Pemprov Sumut," jelas mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, Selasa (26/03/2024) di Medan.
Selain itu, sambungnya, karakter Edy yang keras masih dibutuhkan untuk membangun Sumut ke depan. "Karakter yang keras itulah yang membuat beliau disegani oleh para stafnya maupun bupati atau walikota yang ada di Sumut. Dan latar belakang beliau yang militer, menjadikan dirinya selalu disiplin dalam menjalankan tugas," imbuh mantan Sekretaris HKTI Sumut periode 2010-2015 ini.
Dikatakannya, program pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan maupun penyelesaian sengketa agraria menyangkut 5673 hektar tanah eks HGU PTPN2, perlu dilanjutkan Edy Rahmayadi bila kelak terpilih kembali pada Pilgubsu 2024 nanti.
"Karena hal tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi Sumut saat ini. Selain itu tentunya pembangunan sarana maupun prasarana di sektor pariwisata juga pasti menjadi perhatian serius Pak Edy kelak," ucap peraih Asean Development Golden Award tahun 2007 tersebut.
Mantan Ketua DPP Pemuda Katolik tahun 2012-2015 serta anggota Dewan Pastoral Keuskupan Agung Medan tahun 2012-2017 ini berharap agar Edy Rahmayadi dapat diusung oleh parpol di luar Golkar dan Gerindra. "Itu tergantung lobi dan pendekatan yang dilakukan Pak Edy kepada para petinggi partai PDI Perjuangan atau PKS dan bisa juga Nasdem maupun PKB. Atau partai lainnya. Dan saya yakin beliau bisa melakukan itu. Beliau juga punya pengalaman kepemimpinan di tingkat nasional karena pernah menjabat sebagai Pangkostrad. Dan beliau sangat familiar dengan Sumut karena besar di Medan dan pernah bertugas sebagai Pangdam I/BB," tutur tokoh masyarakat ini.
Dengan melihat latar belakang Edy yang militer itu, Oloan yakin bahwa Edy Rahmayadi punya integritas dan akan selalu menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila. "Tentunya beliau kita harapkan dapat menjaga kebhinekaan di Sumut sebagai miniatur Indonesia," tuntas Oloan.