Selasa, 28 Jan 2020 04:43
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Oknum Bendahara SMAN 1 Kualuh Ledong Diduga Gelapkan Dana Sumbangan Orangtua Siswa

Oknum Bendahara SMAN 1 Kualuh Ledong Diduga Gelapkan Dana Sumbangan Orangtua Siswa

Labura (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung
Minggu, 28 Jul 2019 15:08
Istimewa
Ilustrasi
Oknum Bendahara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kualuh Leidong, Kec.Tanjung Leidong, Kab.Labura diduga melakukan penggelapan dana sumbangan wali murid, gaji honor, komite, dan insentif.

Demikian dinyatakan oleh eorang Guru yang enggan disebutkan namanya. Berkaitan dengan informasi tersebut, Safrin Ritonga, selaku Ketua Komite  di sekolah itu, pada hari Sabtu (27/7/19), membenarkan adanya penggelapan dana sumbangan wali murid.

"Benar, dana yang digelapkannya dana sumbangan sukarela dari para wali murid pada bulan Mei, sekitar lebih kurang sebesar Rp7 juta dan bulan Juni sebesar Rp4 Juta lebih. Hal ini terungkap setelah Kepsek (Kepala sekolah) menelepon saya dan mengatakan guru  banyak tidak gajian pada bulan 4, 5, dan 6. Kemudian saya cek kebenarannya dan ternyata benar", ujar Safrin menjawab wartawan.


"Pertama, dana yang dimakannya uang sumbangan anak kelas XII yang pada saat itu lagi mau UN, sebab mereka membayar bulan 4,5,6, dengan perinciannya 3x Rp40.000 = Rp 120.000 dikalikan sebanyak 216 siswa atau Rp 25.920.000", tambahnya.

"Kemudian anak kelas X dan XI membayar uang sumbangan untuk bulan 5 dan 6 tahun 2019, uangnya terkutip sekitar Rp24 juta. Itu juga dimakannya sekira Rp 7 juta, makanya waktu itu sebahagian guru tidak gajian untuk bulan 5", jelasnya.

Safrin mengatakan, kegunaan uang sumbangan sukarela dari wali murid itu adalah untuk insentif PNS, dan honor guru, penjaga sekolah, BP, Piket, Wakasek dan lainnya.


Menurutnya, Komite Sekolah sudah menyurati Kepsek agar gajinya dipotong dan dikurangi jam mengajarnya. "Namun pihak guru dan Kepsek tetap membela dan menganggap uang yang digelapkannya itu bukan kesalahan, dan seakan-akan saya yang disalahkan karena saya Ketua Komite, sementara petugas pengutip dan bendahara sekaligus yang melakukan penggajian guru dan lain- lain itu ialah A (inisial), selaku bendahara yang menyimpan uang sumbangan tersebut", ungkapnya.

Safrin juga menjelaskan bahwa dari jumlah yang digelapkan oknum tersebut, ada yang sudah dibayarkan. "Yang sudah dibayar melalui istrinya hanya untuk bulan Juni sebesar Rp12 juta, ditambah  pinjaman yang dibayar Kepsek sebesar Rp5.100.000. Jadi totalnya Rp17,1 juta. Namun tetap juga masih kurang, "ucap Safrin.

Sampai saat ini media belum berhasil mengkonfirmasi Kepala sekolah dan oknum bendahara tersebut.

Editor: Budi

T#g:Komite SekolahKualuh LedongSMANuneg2
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Jan 2020 18:04

    Proyek Jembatan Gantung Di Desa Sinabongan Dinilai Tidak Berkualitas

    Jembatan gantung di Desa Sinabongan  Kecamatan Dolok Kabupaten Padang Lawas Utara dinilai proyek tak bermutu dan tidak berkualitas.Demikian disampaikana warga setempat, Edi Tanjung saat bertemu a

  • Jumat, 20 Des 2019 10:20

    Yessy 'Kecewa' Pelaku Penipuan Tak Ditangkap

    Korban kasus penipuan Yessy Helmiwati Panjaitan (38), warga Pasar VIII, Gang Sopoyono, Tanjungmorawa- Batangkuis, Kabupaten Deliserdang, kecewa atas tidak ditahannya tersangka yang telah merugikan dir

  • Kamis, 12 Des 2019 15:32

    Warga Gerah, Musrembang Desa di Sergai Ini Terkesan Terburu-buru

    Pjs. Kepala Desa Dinilai Mengangkangi Kedaulatan Rakyat

  • Kamis, 24 Okt 2019 14:24

    Bantah Tudingan Eks Panitia, Ketua: Tiga Kandidat Lolos Calon Kepala Desa Lubuk Hulu

    Ketua Pemilihan Kepala Desa Lubuk Hulu Zainuddin, membantah tudingan terhadap tiga eks anggotanya, yang dimuat dalam pernyataan tertulis mereka pada tanggal 18 Oktober 2019, yang menyebutkan ketua pan

  • Minggu, 20 Okt 2019 14:40

    Soal Dugaan Ijazah Palsu, Warga Lubuk Hulu Sampaikan Mosi Tak Percaya pada Panitia Pilkades

    Warga Masyarakat Desa Lubuk Hulu rasa tak percaya terhadap kebenaran dan keabsahan Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) Ijazah SD atas nama Saharuddin. Terkait hal ini, warga akan menyampaikan kepada Pani

  • Rabu, 16 Okt 2019 14:06

    Perjuangan Novi, Ojek Sayur Di Marelan Membesarkan Tiga Anak Seorang Diri

    Seorang janda bekerja sebagai ojek sayur bernama Novi, warga Lingkungan VI Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan, mengasuh tiga anak yatim dengan keadaan serba kekurangan dan sangat memprihatinkan.N

  • Jumat, 06 Sep 2019 08:26

    Yonglani membantah telah menganiaya A Mei

    Yonglani Damanik alias Yek Yong, pengusaha Restoran Internasional di Jalan Gereja Kota Pematang Siantar mengklarifikasi adanya pemberitaan di sejumlah media yang menuding dirinya melakukan penganiayaa

  • Jumat, 30 Agu 2019 13:40

    Jalan Protokol Ajumu Rusak, Provsu Diminta Tegur Perusahaan Pembawa Muatan Melebihi Tonase

    Potret jalan protokol Ajamu yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai dari sepanjang jalan Sei Pinang hingga jalan menuju simpang Ajamu kondisi jalan tampak dengan kasat mata kondisinya be

  • Kamis, 29 Agu 2019 15:29

    Gerakan Pemuda Desa Minta Kejari dan Kapolres Periksa Kades Sei Pegantungan

    Diduga Korupsi Dana Desa Sei Penggantungan tahun anggaran 2018, Gerakan Pemuda Desa Sei Penggantungan meminta Kepala Kejaksaan Negeri Labuhanbatu dan Kapolres Labuhanbatu segera Periksa Kepala Desa Se

  • Senin, 26 Agu 2019 17:56

    Pelayanan Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok Dipertanyakan

    Kisah buruk pelayanan kesehatan kembali mengemuka ke publik. Kali ini seorang karyawati, I, yang dibawa ke IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok oleh saudara kandungnya setelah terjatuh saat turun dari

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak