Jumat, 22 Mei 2026
Oknum Bendahara SMAN 1 Kualuh Ledong Diduga Gelapkan Dana Sumbangan Orangtua Siswa
Labura (utamanews.com)
Oleh: Darwin Marpaung Minggu, 28 Jul 2019 15:08
Ilustrasi
Istimewa

Ilustrasi

Oknum Bendahara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kualuh Leidong, Kec.Tanjung Leidong, Kab.Labura diduga melakukan penggelapan dana sumbangan wali murid, gaji honor, komite, dan insentif.

Demikian dinyatakan oleh eorang Guru yang enggan disebutkan namanya. Berkaitan dengan informasi tersebut, Safrin Ritonga, selaku Ketua Komite  di sekolah itu, pada hari Sabtu (27/7/19), membenarkan adanya penggelapan dana sumbangan wali murid.

"Benar, dana yang digelapkannya dana sumbangan sukarela dari para wali murid pada bulan Mei, sekitar lebih kurang sebesar Rp7 juta dan bulan Juni sebesar Rp4 Juta lebih. Hal ini terungkap setelah Kepsek (Kepala sekolah) menelepon saya dan mengatakan guru  banyak tidak gajian pada bulan 4, 5, dan 6. Kemudian saya cek kebenarannya dan ternyata benar", ujar Safrin menjawab wartawan.
"Pertama, dana yang dimakannya uang sumbangan anak kelas XII yang pada saat itu lagi mau UN, sebab mereka membayar bulan 4,5,6, dengan perinciannya 3x Rp40.000 = Rp 120.000 dikalikan sebanyak 216 siswa atau Rp 25.920.000", tambahnya.


Safrin mengatakan, kegunaan uang sumbangan sukarela dari wali murid itu adalah untuk insentif PNS, dan honor guru, penjaga sekolah, BP, Piket, Wakasek dan lainnya.
Menurutnya, Komite Sekolah sudah menyurati Kepsek agar gajinya dipotong dan dikurangi jam mengajarnya. "Namun pihak guru dan Kepsek tetap membela dan menganggap uang yang digelapkannya itu bukan kesalahan, dan seakan-akan saya yang disalahkan karena saya Ketua Komite, sementara petugas pengutip dan bendahara sekaligus yang melakukan penggajian guru dan lain- lain itu ialah A (inisial), selaku bendahara yang menyimpan uang sumbangan tersebut", ungkapnya.

Safrin juga menjelaskan bahwa dari jumlah yang digelapkan oknum tersebut, ada yang sudah dibayarkan. "Yang sudah dibayar melalui istrinya hanya untuk bulan Juni sebesar Rp12 juta, ditambah  pinjaman yang dibayar Kepsek sebesar Rp5.100.000. Jadi totalnya Rp17,1 juta. Namun tetap juga masih kurang, "ucap Safrin.

Sampai saat ini media belum berhasil mengkonfirmasi Kepala sekolah dan oknum bendahara tersebut.
produk kecantikan untuk pria wanita

busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later