Kecewa terhadap pemerintah provinsi Sumatera Utara, Mahasiswa dan Warga Pantai Cermin lakukan penanaman pohon pisang di badan jalan yang berlubang. Kekecewaan itu dikarenakan jalan yang menjadi akses pendukung antar desa dan kecamatan rusak parah sejak lama, namun hingga kini belum juga dilakukan perbaikan oleh pemerintah provinsi. Diketahui jalan tersebut bersetatus jalan provinsi.
Dari informasi yang berhasil di himpun utamanews.com pada Selasa (7/3/2023) penanaman pohon pisang tersebut terjadi pada Senin (6/3/2023) malam sekitar pukul 19.30 Wib.
Hal tersebut dipicu karena jalan tersebut sempat membuat salah seorang anggota Pantarlih TPS 12 Desa Besar II Terjun, Kecamatan Pantai Cermin, Rostina kecelakaan di lokasi, sekitar pukul 13.00 Wib dan meninggal di tempat kejadian.
Menurut Supianto Warga Desa Kota Pari, Kecamatan Pantai Cermin yang tak lain adalah salah seorang kerabat Rostina yang menjadi korban kecelakaan tersebut menuturkan, penanaman pohon pisang di badan jalan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan solidaritas warga dan mahasiswa yang ada di Pantai Cermin.
"Hal itu merupakan bentuk kekesalan kepada pemerintah provinsi yang terkesan tidak perduli terhadap kondisi jalan yang ada di Sergai," katanya.
"Aksi penanaman pohon pisang di badan jalan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan solidaritas dari warga serta mahasiswa yang ada di Pantai Cermin, yang meluapkan kekesalan dan kekecewaan terhadap pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang memberi kesan tidak peduli terhadap jalan tersebut. Padahal jalan tersebut sudah banyak memakan korban termasuk adik sepupu saya Rostina yang baru saja menjadi korban jalan tesebut dan meninggal dunia", ungkap Supianto.
Adik saya tersebut yang merupakan salah satu petugas Pantarlih TPS 12 Desa Besar II Terjun, Kecamatan Pantai Cermin adalah sosok yang baik dan selalu ceria. Selain adik saya juga ada keluarganya yang ikut menjadi korban dalam kecelakaan itu dan masih dirawat hingga kini di Rumah Sakit Grand Medistra Deli Serdangm
"Awalnya diduga adik saya itu mengelakkan truk yang ada di depannya lalu sepeda motornya masuk kedalam lubang yang mengakibatkan terjadinya kecelakaan dan menyebabkan adik saya tersebut meninggal dunia," paparnya.
"Dulu sebelum berstatus jalan Provinsi, jalan di pantai Cermin ini selalu diperhatikan, tidak sampai separah ini sudah diperbaiki oleh pemeritah kabupaten, namun sekarang setalah berstatus jalan provinsi malah dibiarkan hancur kayak gini. Jujur kami kecawa terhadap kepemimpinan Gubsu Edi Ramayadi, apa lagi pantai Cermin ini adalah lokasi wisata yang tentunya akses jalan itu menentukan hasil pendapatan masyarakat," tambah Supianto.