Kamis, 21 Mei 2026
KLH dan KRI Ekspos Rencana Kerja Pemulihan Ekosistem Gambut
Labuhanbatu (utamanews.com)
Oleh: Junaidi Senin, 06 Agu 2018 18:16
Junaidi

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, ekspos Rencana Kerja Masyarakat (RKM) dan program kemandirian masyarakat untuk mendukung pemulihan ekositem gambut di Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan dan Asahan. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Hotel Paltinum Rantauprapat, Senin (6/8).

Plt Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT selaku tuan rumah, yang dalam hal ini diwakili Sekretaris Daerah Ahmad Muflih SH, MM mengatakan, bahwa ini merupakan program yang sangat bagus untuk kemajuan program pemerintah, khususnya untuk pelestarian ekosistem gambut di Labuhanbatu.

"Khusus untuk Labuhanbatu, ini merupakan program pemulihan gambut yang kedua, dan pada tahun 2018 ini dilakukan di Desa Sei Kasih dan Desa Tanjung Haloban yang berada di Kecamatan Bilah Hilir," ungkap Sekda. 

Lebih dalam Sekda menjelaskan, setiap Desa yang terpilih telah mendapat pendamping dari fasilitator, serta telah dibentuk tim kelompok pengendalian pengelolaan ekosistem gambut dari masyarakat setempat di setiap desa, yang nantinya diharapkan menjadi ujung tombak keberlanjutan pengelolaan ekositem gambut di setiap wilayah masing-masing.
"Kepada panitia, kiranya hasil dari ekspose ini nantinya dilaporkan ke Pemkab Labuhanbatu, agar bisa kita buat regulasi dengan pihak perusahanan untuk melindungi lahan gambut. Mari kita lestarikan alam dan lingkungan sehingga ekosistem terjaga, terutama lahan gambut," tegas Sekda.
Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) Siti Latifah, Ph.D dalam kesempatanya mengatakan, ekositem gambut merupakan ekositem yang unik, yaitu dapat menyebabkan kebakaran pada musim kemarau dan menyebabkan banjir pada musim Hujan.

"Ini merupakan suatu kebanggaan bagi Universitas Sumatera Utara bisa bekerjasama dengan Kementerian LHK, dalam kegiatan pelestarian gambut. Ini merupakan kegiatan yang sangat penting untuk pelestarian jangka panjang, jika ekositemnya rusak maka kita semua yang akan merugi," ungkapnya.

Dr.Alfan Gunawan Ahmad S.Hut, MSi selaku panitia penyelenggaraan ekspos pemulihan ekosistem gambut menjelaskan, untuk pemulihan lahan gambut yang dikelola masyarakat di Sumatera Utara, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan kerjasama dengan USU.

produk kecantikan untuk pria wanita
Selanjutnya, USU merekrut fasilitator masyarakat, yang akan terjun langsung ke masyarakat dalam waktu 3 bulan dalam rangka pemulihan ekosistem gambut yang berada di Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Selatan dan Kabupaten Asahan.

"Pada tahun 2018 pemulihan gambut dilakukan di 6 desa dari 3 Kabupaten, dan masing-masing desa memiliki 2 fasilitator untuk mencari solusi bagaimana pemulihan ekosistem gambut, baik yang bersifat fungsi lindung dan fungsi budidaya," jelas Dr. Alfan.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Pengendalian Kerusakan Gambut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Staf Ahli Rektor USU, Dekan Fakultas Kehutanan USU, para Camat dan Kepala Desa, serta 12 Fasilitator pendamping dan Fasilitator masyarakat.

Editor: Boraspati
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
Berita Pilihan
adidas biggest sale promo samsung flash sale baju bayi wardah cosmetic cutbray iklan idul fitri alfri
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later