Rabu, 20 Mei 2026

Ini kondisi rumah pengungsi erupsi Sinabung di Siosar sekarang

KARO (utamanews.com)
Oleh: Utama News Rabu, 02 Sep 2015 17:51
Pengungsi erupsi Sinabung bersyukur diberi tempat yang sangat layak di Siosar, kecamatan Tiga Panah, kabupaten Karo. Demikian sekelumit kesimpulan yang bisa disampaikan utamanews.com saat menyambangi areal relokasi pengungsi Sinabung di Siosar, Rabu, (2/9/2015).

Memasuki areal seluas 350 hektar yang diperuntukkan bagi pengungsi dari 7 desa yang terkena dampak erupsi Sinabung ini, tampak deretan ratusan rumah bercat hijau yang tersusun rapi di hamparan tanah berbukit. Di sebelah kanan pintu masuk, tampak puluhan rumah yang sudah diisi para pengungsi, sebelumnya ada puluhan tenda bivak TNI, tempat para prajurit yang melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan dan leveling perumahan ini berdiam sementara.

A. Sembiring Meliala (35 thn), salah seorang warga yang menempati rumah di areal relokasi ini menyatakan rasa senangnya karena sudah bisa hidup tenang di rumah yang baru, tanpa takut akan ditimpa banjir lahar.

"Rumahnya bagus pak, enak tinggal di sini," kata Sembiring didampingi istrinya yang sedang menggendong bayi mereka yang baru berusia 6 bulan.
Sembiring menambahkan bahwa dirinya termasuk dari 112 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi dari desa Bekerah, Simacem dan Suka Meriah, tiga desa yang masuk dalam zona merah terdampak erupsi Sinabung.

Selain rumah untuk pengungsi, di lokasi ini juga tampak sedang dibangun gereja besar berukuran sekira 800 persegi. Para pekerja kelihatan sedang memasang ring balok terbuat dari baja di bagian atas bangunan. Di sampingnya ada rumah dinas pendeta yang sudah siap ditempati. Namun sayangnya, ketika penulis mencoba mencari perkembangan pekerjaan pembangunan masjid, di lokasi peletakan batu pertama pembangunan masjid oleh Pangdam dan seorang tokoh OKP Sumut, pada Sabtu (25/7/2015) lalu, tidak tampak aktifitas pekerjaan apa pun di sana.

Di lokasi yang sama, Teguh Sitepu, salah seorang rekanan pemborong, menyatakan bahwa saat ini, rumah yang sudah selesai dibangun dan siap ditempati sebanyak 370 unit, dimana 112 kunci rumah sudah diserahkan pada keluarga pengungsi. Rumah type 36 tersebut dibangun di atas tanah berukuran 10x20 mtr, hingga terkesan berhalaman luas dan nyaman.

"Kami mulai pembukaan lahan dan pembangunan infrastruktur di sini sejak akhir Oktober 2014. Sangat berat waktu itu, apalagi pas musim penghujan, kan. Banyak yang pesimis kegiatan ini bisa sampai seperti saat ini. Namun, kerja keras aparat TNI dari jajaran Kodam I/BB berhasil membalik keadaan, sehingga saat ini manfaatnya dapat dirasakan pengungsi dari zona merah Sinabung, ungkapnya.
produk kecantikan untuk pria wanita

Amatan media ini, nantinya desa Siosar ini kemungkinan layak jadi satu kecamatan, dengan diisi dua ribuan kepala keluarga pengungsi Sinabung, yang berasal dari 7 desa. 

Satu hal yang masih perlu perhatian adalah akses jalan dari Siosar ke kecamatan Merek, alangkah baiknya bila Pemkab Karo segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut dengan sumber dana APBD,  sehingga masyarakat di Siosar dapat lebih dekat ke pasar di Merek. (Red)
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later