Cuitan pegiat media sosial sekaligus eks Politik salah satu Patpol di Indonesia, Ferdinand Hutahaean, yang diunggah di akun media sosial twitter-nya pada tanggal 4 Januari 2021 lalu, dinilai oleh banyak pihak merupakan suatu bentuk penistaan agama.
Sebab, cuitan Ferdinand yang dipublish walau akhirnya sempat dihapus melalui akun media sosial twitter miliknya @FerdinandHaean3 yang bertuliskan "Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah harus dibela. Kalau aku sih Allahku luar biasa, maha segalanya, DIA lah pembelaku selalu dan Allahku tak perlu dibela" juga dinilai memecah belah kerukunan umat beragama.
Buntutnya, selain mendapat kecaman, Ferdinand Hutahaean juga dilaporkan ke pihak Kepolisian oleh Ketua KNPI Indonesia, Haris Pertama.
Salah seorang yang ikut mengecam cuitan Ferdinand Hutahaean adalah Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah. Dengan tegas Sanni mengatakan bahwa cuitan itu sudah menghina umat muslim.
"Cuitan FH (Ferdinand Hutahaean-red) di twitter-nya itu jelas jelas sudah menghina Allah, Tuhan-nya Ummat Islam. Kami tidak bisa menerima penghinaan yang sudah kelewat batas ini. Untuk itu kami tidak akan tinggal diam," ungkap Sanni dengan nada kesal saat dikonfirmasi awak media, Jumat (7/1) siang.
Sanni Abdul Fattah juga menegaskan, dengan adanya cuitan di akun media sosial twitter milik Ferdinand, tentunya umat Islam dimanapun berada pasti akan marah. "Apa memang sengaja si FH ini mau membuat onar di NKRI," tegas Sanni, seraya menegaskan bahwa Ferdinand Hutahaean merupakan biang keonaran dan kekisruhan yang terjadi akibat dari ulahnya.
Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah meminta kepada pihak Kepolisian, untuk menangkap dan memproses secara hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dinilai sudah menghina umat muslim.
"Kami minta kepada pihak kepolisian agar segera menangkap dan memproses hukum makhluk satu ini yang telah membuat marah Ummat Islam," ujar pria yang saat ini juga dipercaya sebagai Ketua Pengacara dan Jawara Bela Ummat (Pejabat) Kota Binjai ini.
Kecaman terkait postingan Ferdinand Hutahaean itu juga dilontarkan oleh Ketua Gerakan Pemuda Ka'bah (GPK) Kota Binjai, Marapontas Harahap. Sebagai Ketua salah satu Organisasi sayap Pemuda tertua dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dirinya juga dengan tegas mengutuk seksligus mengecam cuitan itu.
"Selaku ketua GPK Kota Binjai, saya mengecam keras atas postingan Ferdinand Hutahaean yang diunggah di akun media sosial twitter-nya," ucap Marapontas Harahap.
Pria yang akrab disapa Bang Jago ini juga menyebutkan bahwa postingan Ferdinand Hutahaean merupakan suatu penghinaan kepada umat muslim khususnya.
"Karena didunia ini hanya ada 2 agama yang menyebutkan dengan tulisan Allah. Berarti Allah yang lemah yang di sebutkan oleh Ferdinand adalah Allah umat muslim. Hal ini tentunya tidak bisa ditoleransi," bebernya.
Lebih lanjut dikatakan pria yang juga dipercaya menjabat sebagai Ketua OKK DPC PPP Kota Binjai ini, sebagai Kader Partai Politik berlambang Ka'bah ini, ia juga menegaskan sangat mendukung Ketua KNPI Indonesia, Haris Pertama, yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke pihak Kepolisian.
Diketahui, usai diunggahnya cuitan Ferdinand Hutahaean di akun twitter-nya itu, tagar #TangkapFerdinand pun menjadi trending di media sosial twitter, serta banyak yang mengecam cuitan yang diduga merupakan bentuk penistaan agama.
Bahkan, Bareskrim Polri melalui Kepala Divisi Humas, Inspektur Jenderal Polisi Dedi Prasetyo, akan memanggil Ferdinand Hutahean terkait kasus cuitan itu. "Betul, hari Senin 10 Januari nanti akan diperiksa," demikian ungkap Kepala Divisi Humas Polri ini.