Para mahasiswa dari organisasi GMKI dan GMNI bergabung, dengan 3 (tiga) tuntutan ke pemerintah kabupaten Tapanuli Utara (Taput) provinsi Sumatera, Rabu (13/4).
Adapun tiga tuntutan mereka, yakni turunkan harga BBM dan jaga jangan sampai pertalite hilang dari pasaran,
Turunkan harga bahan pokok,semisal minyak goreng dan sebagainya, dan turunkan PPN atau pajak pertambahan nilai.
Hal ini diterangkan Belaster Purba Sekretaris Fungsional Aksi dan Pelayanan GMKI cab. Tarutung dan selaku korordinator lapangan.
"Setelah sampai di depan kantor DPRD, kita menyampaikan aspirasi dan melakukan diskusi ringan di depan kantor DPRD. Dibarengi dengan teriknya panas matahari, dan membuat keputusan bersama", ungkapnya kepada UTAMA NEWS
Dilanjutkan Belaster Purba, "Setelah kami dari kantor DPRD,kami menuju ke kantor Bupati Taput. Tetapi zesampainya disana kita sempat beradu mulut, dan aksi damai disana pun diwarnai dengan adu mulut", jelasnya
Ada hal yang mengecewakan pihak demonstran, sehingga mereka berkeliling kota Tarutung. Dengan mengunakan pengeras suara menyuarakan hal kekecewaan mereka tersebut kepada warga yang berada di kota Tarutung.
"Bahwasanya GMKI tarutung dan GMNI Taput mengangkat statment, 'MOSI TIDAK PERCAYA' kepada pihak Pemerintah Taput. Dan lebih urgennya, kedua organisasi ini menabur bunga di depan kantor Bupati," katanya.
Dan kedua organisasi meninggalkan halaman kantor Bupati Taput dengan rasa kekecewaan.
"Sehingga kita menyuarakan Mosi Tidak Percaya di depan masyarakat kota tarutung. Dan kita tidak lupa mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak kepolisian, pihak satpol-PP, dan pihak TNI yang sudah menjaga berjalannya aksi ini sampai selesai", ucap Belaster Purba.